Oleh: Bu Devi
Komunitas Ibu Peduli Generasi
Pembaca yang dirahmati Allah, di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian riuh, kita kembali merenungkan nasib umat Islam yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Seperti kapal yang oleng dihantam badai, umat Islam hari ini terlihat lemah, tercerai-berai, dan terpecah belah. Persatuan yang dulu menjadi kekuatan kita, kini bagaikan bara yang meredup, menanti hembusan untuk kembali menyala.
Kehancuran Palestina bukan sekadar tragedi lokal, melainkan cermin kegagalan kolektif umat. Israel, dengan kekuatan militernya, terus mengoyak tanah suci itu, sementara dunia Islam terjebak dalam kebisuan atau sekadar retorika. Negara-negara Muslim, meski memiliki sumber daya dan potensi, sering kali terhambat oleh kepentingan politik dan aliansi global. Seperti yang pernah terjadi di masa lalu, ketika Khalifah Umar bin Khattab mengirim pasukan untuk melindungi umat, kita mendambakan pemimpin yang mampu menyatukan dan bertindak nyata. Namun, tanpa persatuan, pembebasan Al-Aqsha hanyalah mimpi yang terus tertunda.
Padahal, Israel itu sebenarnya lemah, tanpa ada dukungan Amerika Serikat dan Barat. Fakta serangan Iran ke kota-kota di Israel membuktikan kelemahan itu. Negara penjajah ini mengalami kehancuran paling parah sepanjang sejarah pendudukan. Artinya, Israel bisa dikalahkan. Seperti apa?
Pembaca yang dirahmati Allah, tak kalah pentingnya untuk Anda baca.
Satu-satunya solusi tuntas atas Palestina adalah mewujudkan jihad melawan entitas Yahudi. Kaum muslim harus menyeru kepada para penguasa nuslim untuk menggerakkan pasukannya berjihad melawan Zionis. Semua itu hanya dapat terwujud dalam komando Khilafah. PBB mustahil menghimpun tentara muslim untuk membebaskan Palestina.
Khilafah juga akan memberikan perlindungan hakiki, yakni dengan memberikan pembelaan atas tanah dan kaum muslim di Palestina dan juga semua wilayah. Tidak hanya kaum muslim Palestina yang akan terbebas dari penganiayaan, tetapi juga muslim Uighur di Xinjiang Cina, muslim Rohingya di Myanmar, muslim Kashmir di India, muslim Moro di Filipina, muslim Patani di Thailand, dan lainnya.
Khilafah juga akan mengeluarkan kaum muslim di seluruh dunia dari keterpurukan ekonomi, kebodohan, dan penderitaan-penderitaan lainnya. Khilafah adalah raa’in (pengurus) dan junnah (perisai) bagi seluruh umat Islam. Terlibat dalam aktivitas memperjuangkan penegakan Khilafah adalah wajib bagi kaum muslim.
Untuk menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah perlu ada upaya serius dalam mendakwahkan pemahaman yang sahih atas solusi Palestina. Ini agar umat tidak mengambil solusi dari Barat. Juga harus ada upaya untuk mendakwahkan metode yang sahih dalam mewujudkannya, yaitu sesuai dengan metode dakwah Rasulullah saw..
Dalam hal ini, umat membutuhkan kelompok dakwah Islam ideologis yang melakukan penyadaran dan pembinaan terhadap umat untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah berdasarkan metode Rasulullah saw.. Kelompok tersebut melebur, menyadarkan, dan membersamai umat untuk menegakkan Khilafah, sebagai solusi tuntas atas persoalan Palestina dan juga persoalan-persoalan lainnya.
Insyaallah, Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah akan kembali tegak dan menyelesaikan seluruh urusan umat, termasuk membebaskan Palestina dari penjajahan entitas Yahudi dengan jihad fii sabilillah. Hal ini sesuai dengan hadis, “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan Al-Bazar). Wallahualam bissawab
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
(Devi)
No comments:
Post a Comment