Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miris, Gaji Guru Indonesia Remeh dan Receh

Tuesday, July 15, 2025 | Tuesday, July 15, 2025 WIB

Oleh: Umul Bariyah 

(Aktivis Muslimah)


Kesejahteraan guru masih menjadi sorotan di Indonesia. Kesejahteraan guru yang dinilai belum sepadan ini mengurangi minat menjadi guru di Indonesia. Lantas berapa gaji guru yang ideal?


"Gaji guru standarnya Rp 25 juta per bulan. Ini baru akan ideal di Indonesia, dan minat menjadi guru akan meningkat," tegas Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono dalam Kunjungan Kerja Komisi X Ke Jambi, Kamis (8/5/2025) seperti dilansir dari situs DPR, ditulis Minggu (11/5/2025).


Namun nyatanya kenyataan tak sesuai dengan pernyataan. Nasib guru dengan gaji yang diperoleh masih mengenaskan di era sistem Kapitalis ini. Profesi guru dianggap hanya sebagai pekerja biasa, remeh temeh dan tidak ada istimewa istimewanya. Kabar mengenaskan lagi tunjangan tambahan (tuta) guru dicoret dari APBD 2025 Banten. Tentu saja ini membuat banyak guru merasa terancam hidupnya. Guru berusaha melakukan beberapa upaya untuk dapat mengembalikan cairnya tuta tersebut dengan turun ke jalan.


Hari ini, harusnya kesejahteraan guru menjadi PR bagi pemerintah daerah dan pusat. Pemenuhan kesejahteraan tentu membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah. Penggajian guru erat dengan ketersediaan sumber dana negara. Sudah seharusnya pemerintah menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama. Karena guru adalah tulang punggung pendidikan yang mendidik generasi unggul berkualitas. Bagaimana guru bisa fokus mendidik anak didik jika pikiran mereka masih bercabang mencari sampingan misalnya. Apalagi biaya hidup hari ini makin besar.


Kalau kita sedikit saja menyimak nasib nasib guru di media sosial. Hati terasa miris dan pilu. Bagaimana tidak, perjuangan guru untuk mencerdaskan anak bangsa dilalui dengan pengorbanan yang luar biasa. Ada yang melaluinya dengan melewati jalan yang licin dan bergeronjal untuk sampai ke tempat didiknya. Ada yang melaluinya dengan naik perahu dan melewati jembatan yang mengenaskan keadaannya. Bahkan ada yang rela berjalan berpuluh kilometer demi sampai ke tempat anak didiknya. Perjuangan mereka rasanya tak sepadan dengan gaji yang diperolehnya. Bisa jadi mereka malah berkorban dengan mengeluarkan uang pribadinya. Tak jarang kita lihat bapak guru untuk menambah kebutuhan hidup, mereka memulung di jalanan. Miris sekali. Negara yang katanya kaya akan sumber daya alam yang melimpah, tapi masyarakatnya masih berkubang dalam kemiskinan.


Sudah saatnya guru diberikan apresiasi terhadap perjuangan yang sudah dilakukan. Guru adalah pencetak generasi masa depan. Guru adalah pelita pendidikan. Guru adalah simbol peradaban. Sudah saatnya mereka fokus mengajar tanpa memikirkan besok harus makan apa dan bagaimana untuk memenuhi semua kebutuhannya. Apalagi yang saat ini status kerjanya masih tenaga honorer.


Berbeda dalam sistem pemerintahan Islam. Di dalam sistem Pemerintahan Islam kedudukan guru begitu dimuliakan dan disejahterakan. Guru dalam Islam sangat dihargai dan dihormati karena peran strategisnya dalam membina generasi dan memajukan peradaban bangsa.


Negara Islam yang dalam hal ini Daulah Khilafah mampu memberikan gaji yang tinggi kepada semua guru. Baik yang muslim maupun yang non muslim, yang tugasnya bertujuan mencerdaskan anak bangsa. Sungguh kehadiran mereka diapresiasi dengan sangat baik.


Guru tak lagi memikirkan biaya hidup karena negara menjamin semua kebutuhannya. Tugas guru hanya fokus memberikan pendidikan yang berkualitas pada para anak didik. Negara berani menggaji guru dengan mahal karena sistem perekonomiannya yang mumpuni. Ada dana yang dikelola sendiri oleh negara yang berasal dari sumber daya alamnya tanpa harus menggatungkan perekonomian dan insfraktruktur dari hutang luar negri.


Kekayaan alam Indonesia itu melimpah ruah hingga dijuliki Jamrud khatulistiwa. Indonesia memiliki potensi pendapatan yang sangat besar melalui sumber daya alam. Mari kita ambil satu contoh yaitu Batubara dengan produksi 687 juta ton maka laba yang diperoleh Rp. 2002 Triliun. Namun sayang sumber daya alam di Indonesia, hari ini masih dikuasai oleh individu bukan negara.


Adapun sumber pendapatan utama negara menjadi hak kaum muslim dan masuk ke baitulmal ada sembilan bagian, yaitu fai (anfal, ganimah, khumus), jizyah, kharaj, ‘usyur, harta milik umum yang dilindungi negara, harta haram pejabat dan pegawai negara, khumus rikaz dan tambang, harta orang yang tidak mempunyai ahli waris, serta harta orang murtad. Inilah pendapatan tetap negara, ada atau tidaknya kebutuhan.


Itulah beberapa sumber dana dari negara Islam. Jangan lupa, negara Islam juga melarang kepemilikan atas tanah, air, padang gembala, tambang termasuk kekayaan alam di dalamnya dikuasai oleh swasta dan dimiliki oleh segelintir orang. Negara berhak dan wajib memiliki, mengelola semua kekayaan alam di negaranya. Itulah mengapa Negara Islam kuat dan kokoh karena mampu berdiri di kaki sendiri tanpa hutang. Wallahu'alam bis shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update