Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kondisi Generasi Makin Tragis, Buah Kegagalan Sistem Sekuler -Kapitalis

Friday, July 04, 2025 | Friday, July 04, 2025 WIB
Kondisi Generasi Makin Tragis, Buah Kegagalan Sistem Sekuler -Kapitalis


Oleh: Ukhti Azzahra 

(Pembelajar)


Kasus dugaan pembakaran pelajar Sekolah Dasar ( SD ) oleh keempat orang temannya kini ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal ( Satreskrim ) polres Situbondo. Di lansir dari _antara_ pada Rabu (14/5/2025) dini hari, peristiwa terbakarnya korban terjadi di depan rumah salah satu dari keempat teman korban pada Senin (12/5/2025).


Ketika itu korban berpamitan ke orang tuanya untuk membeli makanan, dan dalam perjalanan korban dipanggil oleh empat orang temannya. Tak lama kemudian salah satu teman korban melemparkan botol berisi spirtus sebelum dibakar, sehingga wajah dan bagian tubuh korban terbakar. Pada saat ini korban yang masih duduk dibangku  kelas IV SD tersebut dirawat di ICU RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.


AKP Agung Hartawan Kasat Reskrim Polres Situbondo mengaku telah memanggil empat orang pelaku, anak-anak dibawah umur dan orang tuanya untuk mendalami dugaan penganiayaan berat yang menimpa korban inisial AQ (10). Selain di klarifikasi oleh penyidik PPA, empat orang anak anak itu juga memperagakan peristiwa yang terjadi.


Peristiwa kekerasan yang marak terjadi pada generasi muda merupakan buah dari sistem yang rusak yaitu sistem kapitalis-sekulerisme.

Sistem sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) berperan menjadi acuan dalam pola penyusunan kurikulum pendidikan saat ini. Dalam sistem pendidikan saat ini antara kurikulum dan tujuan pendidikan tidak sejalan. 


Tujuan pendidikan membentuk karakter remaja yang bermartabat, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sistem sekuler tidak akan mendukung tujuan pendidikan yang mulia di atas.


Adapun faktor yang menambah kerusakan remaja saat ini ialah :


1. Kebebasan mengakses sosial media saat ini. Remaja dengan mudahnya mendapatkan suguhan tontonan maksiat dan kekerasan.

Berbagai macam tsaqofah asing pun marak mereka lihat. Menjadikan aqliyah ( pola pikir ) dan nafsiah (pola sikap ) generasi sekarang mengikuti tsawofah tersebut yang bertentangan dengan islam. Remaja mengikuti tren yang dihasilkan oleh tsaqofah asing tanpa mengetahui baik dan buruknya dari perbuatan tersebut. 


2. Lingkungan juga berpengaruh, pola asuh yang salah dalam keluarga, dan kurangnya pemahaman pendidikan agama islam. Pola asuh orang tua mempengaruhi tumbuh kembangngnya generasi dalam pembentukan karakter. Rusaknya generasi pada saat ini membuat peran anak pemuda jauh dari fitrahnya. Pemuda merupakan generasi penerus peradaban islam, kemajuan dan kehancuran suatu bangsa tergantung dari peran pemuda itu sendiri.


Kembali kepada aturan Islam yang hakiki


Di dalam sistem islam, peradaban dunia islam memiliki pemuda yang hebat dan kuat dalam bidang ilmu pengetahuan. Generasi dalam peradaban islam adalah pemimpin terbaik, mereka dididik dan dibentuk untuk memimpin masa depan, menyebarkan islam ke seluruh penjuru dunia dan mempunyai Syaksiyah (kepribadian) yang baik dibentuk sesuai islam dengan dasar aqidah islam yang ditanamkan sejak dini. Tentunya tak lain ada peran negara juga di dalamnya, untuk menghantarkan pada Syaksiyah islamiyah (kepribadian islam) dengan bekal tsaqofah islam. Mengembangkan potensi diri pada generasi itu sendiri, generasi islam harus mempunyai visi misi yang kuat dan tinggi sebagai pengukir peradaban islam yang hakiki. Menjaga dirinya dari kemuliaan islam dan senantiasa memperhatikan keadaan umat, agar terbebas dari ide - ide yang bersumber pada tsaqofah asing. 


Hanya dengan kembali kepada islam yang hakiki (islam Kaffah) dan dengan aturan islam generasi negeri ini akan terselamatkan. Sistem islam ( khilafah ) yang bisa merubah generasi muda kembali memegang Syariat Allah SWT.

Wallohu alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update