Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebiadaban Zionis dan Urgensi Khilafah Islam Oleh: Ummu Akhtar (Muslimah Peduli Umat)

Monday, July 14, 2025 | Monday, July 14, 2025 WIB


 


Serangan brutal Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menelan puluhan ribu nyawa, termasuk perempuan, anak-anak, dan tenaga medis. Pada Ahad, 30 Juni 2025, sedikitnya 68 warga Palestina gugur akibat serangan udara Israel, termasuk mereka yang sedang mengantre bantuan makanan. Serangan itu bahkan menewaskan Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Marwan al-Sultan, bersama keluarganya.


Bagi umat Islam, tragedi ini bukan sekadar krisis kemanusiaan, tetapi bentuk nyata pembersihan etnis terhadap kaum Muslim. Serangan demi serangan dilakukan tanpa rasa bersalah, seolah pembunuhan menjadi rutinitas. Meski dunia mengutuk, Israel tetap kebal, karena didukung penuh oleh Amerika Serikat, yang terbukti selalu memveto resolusi PBB untuk gencatan senjata.


Penguasa negeri-negeri Muslim pun tidak bertindak. Mereka justru menjaga batas-batas nasional dan bersikap pasif. Nasionalisme sempit telah memecah ukhuwah Islamiyah, membiarkan Palestina berjuang sendiri.


Penyakit Wahn dan Kemunduran Umat


Rasulullah ﷺ telah memperingatkan bahwa umat Islam akan menjadi lemah seperti buih di lautan, karena cinta dunia dan takut mati (HR. Abu Daud, no. 4297). Penyakit wahn ini kini nyata menjangkiti para penguasa Muslim yang lebih mencintai kekuasaan daripada membela saudara seiman.


Nasib Palestina adalah tanggung jawab seluruh umat. Membiarkannya berarti mengkhianati amanah penjagaan Baitul Maqdis. Seperti sabda Rasulullah ﷺ, umat Islam ibarat satu tubuh—jika satu bagian sakit, seluruh tubuh ikut merasakan (HR. Bukhari-Muslim).


Solusi sejati bukanlah diplomasi kosong atau kecaman seremonial, melainkan kembalinya institusi Khilafah yang akan menggerakkan jihad membebaskan Palestina. Hanya seorang khalifah yang memiliki wewenang untuk mengirim pasukan membela umat, bukan negara bangsa yang terpecah oleh kepentingan Barat.


Khilafah, Solusi Strategis Dunia Islam


Dalam kitab Mafahim Siyasiyah, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menyatakan bahwa eksistensi negara Yahudi di Palestina adalah akar instabilitas Timur Tengah. Masalah ini terlalu kompleks untuk diselesaikan oleh negara mana pun, kecuali dengan berdirinya Khilafah Islam.


Kebangkitan umat tidak akan terwujud tanpa kembali kepada Islam sebagai ideologi. Kaum Muslim mulai mundur ketika meninggalkan ajaran Islam dan membuka ruang bagi pemikiran Barat. Maka, tugas utama para pengemban dakwah adalah membangun kembali kepemimpinan pemikiran Islam (qiyadah fikriyah).


Tiga Langkah Membangun Kesadaran Umat


1. Pembinaan pemahaman Islam secara umum dan mendalam, agar umat memahami Islam sebagai jalan hidup.



2. Membongkar propaganda musuh dengan menyebarkan opini Islam melalui media, tulisan, dan interaksi sosial.



3. Dakwah amar makruf nahi mungkar tanpa kekerasan, untuk membentuk kesadaran dan pengokohan akidah Islam.




Gerakan dakwah tidak cukup dijalankan individu, tetapi harus dibawa oleh jemaah ideologis yang konsisten mengikuti metode dakwah Rasulullah ﷺ. Jemaah ini harus hadir sebagai pelurus arah umat, menjelaskan kebobrokan sistem kapitalisme, serta mengajak kepada penerapan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah.


Para da’i harus menjaga keikhlasan dan keteguhan dalam berdakwah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan bersiap menyambut pertolongan-Nya. Hanya dengan itu, Palestina dan negeri-negeri Muslim lainnya bisa terbebas dari penjajahan.


Wallahu a‘lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update