Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hijrah Total Menuju Islam Kaffah

Saturday, July 05, 2025 | Saturday, July 05, 2025 WIB
Hijrah Total Menuju Islam Kaffah


Oleh : Umi Astuti 

Instruktur Go Ngaji dan pemerhati Keluarga 


Tak lama kemarin yaitu Kamis 26 Juni 2025 kaum muslimin memperingati tahun baru Hijriah.Tahun baru Islam hadir kembali di tengah berbagai persoalan yang masih terus menerus menimpa umat Islam.

Kabar penduduk negeri ini sedang tidak baik-baik saja, terjadi krisis multidimensi yang kian parah. Berdasarkan data aplikasi EMP Pusiknas Bareskrim Polri yang diakses pada Rabu (22-1-2025), total perkara kejahatan sepanjang 1—21 Januari 2025 adalah 24.327 kasus.

Pencurian dengan pemberatan (curat) menjadi tindak pidana kejahatan dengan jumlah perkara terbanyak, yaitu 3.031 perkara. Selama tiga pekan pertama 2025, Polda Metro Jaya merupakan satuan kerja dengan jumlah penindakan terbanyak, yaitu 3.560 perkara. Sedangkan Bareskrim Polri merupakan satuan kerja dengan jumlah penindakan paling sedikit, yaitu 35 perkara.


Terkait kekerasan, berdasarkan pada bentuk kekerasan, data Komnas Perempuan dan data pelaporan kasus dari mitra Catahu 2024 yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan seksual (26,94%), psikis (26,94%), fisik (26,78%), dan ekonomi (9,84%). Tahun ini terjadi pergeseran data dibandingkan 2023 yang mana data kekerasan yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan psikis. 


Adapun kasus bunuh diri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis (16-1-2025) menyatakan bahwa jumlah kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang 2012—2023 mencapai 2.112 kasus. Sebanyak 985 kasus di antaranya terjadi pada remaja atau sekitar 46,63% dari total kasus. Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri mencatat, sepanjang Januari— Oktober 2024, terjadi 1.023 kasus bunuh diri. Kalau kita tidak segera berbenah, angka ini bisa terus meroket.

Ditambah lagi jumlah penduduk yang menganggur masih cukup banyak.


Bahkan berbagai negeri seperti di Myanmar, Palestina genosida masih terus terjadi ditengah pengkhianatan penguasa negeri Muslim.


Makna Hijrah


Tahun baru Islam seharusnya menjadi momen untuk muhasabah bagi diri sendiri maupun bagi umat secara keseluruhan. Berawal dari kisah n Muhammad Saw hijrah dari Mekah menuju Madinah, dari Darul Kufur menuju Darul Islam kita harus bisa mengambil hikmahnya dari berbagai masalah kembali pada Islam menuju pada kemuliaan Islam.


Hijrah maknanya tidak hanya pindah tempat tapi meninggalkan dari keburukan menuju pada kebaikan.

Dengan menelaah secara mendalam dan menganalisis berbagai problem multidimensi tersebut, ditemukan bahwa akar masalahnya adalah diterapkan sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Akibatnya, agama Islam hanya boleh mengatur urusan ibadah dan Islam tidak boleh mengatur urusan dunia, seperti pemerintahan, ekonomi, moneter, politik, sosial, dan budaya. Pembuatan peraturan urusan dunia diserahkan kepada manusia. Inilah yang menyebabkan problem multi dimensi dan adanya krisis yg berkepanjangan.


Kesengsaraan dan penderitaan makin lengkap saat sekularisme melahirkan kapitalisme, yaitu ideologi yang menjadikan kekayaan SDA dan SDM, serta kekuasaan pemerintahan, dimiliki oleh pemilik modal. Kapitalisme menciptakan kemiskinan akut, kesenjangan sosial yang lebar, merampas tanah rakyat,  pengangguran yang terus meningkat.


Hijrah Total Bukan setengah tengah 


Muharram awal bulan Hijriyah merupakan awal yang baik untuk merubah secara total atau keseluruhan tidak tambal sulam. Kenapa harus total tidak setengah tengah karena kita menginginkan perubahan yang bisa membawa kita selamat dunia dan akhirat tidak hanya perubahan duniawi.


Umat Islam kehilangan kemuliaannya sebagai umat terbaik. Umat terpuruk karena makin jauh dari aturan Alloh SWT. Maka harus ada perubahan dan dalam mengadakan perubahan dan menyelesaikan problematika, umat Islam harus meneladan Rasulullah ﷺ. Umat Islam harus merubah pola pikir dan pola sikap kita dan ada kemauan untuk bangkit  mengubah keadaan secara totalitas.  


Perubahan Hakiki


Tentu saja  perubahan sesuai Al-Qur’an dan Hadist . Dalam Kitab An-Nahdhah, kebangkitan umat Islam menurut istilah hadist adalah berubahnya umat Islam dari suatu keadaan menjadi keadaan yang terbaik (khairu ummah). (Hafidh Shalih, An-Nahdhah, Beirut: Daru an-Nahdhah al-Islamiyyah, hlm. 13).


Dalam Al-Qur’an, kata “khairu ummah” terdapat dalam QS Ali Imran ayat 110.


كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah.”


Ibnu Abbas menafsirkan QS Ali Imran ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dengan menauhidkan Allah (tidak menyekutukan) dan mengikuti Nabi Muhammad, serta mencegah dari yang mungkar, yaitu dari kekufuran, kesyirikan, dan menyalahi Rasulullah; dan beriman kepada Allah, kepada Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, serta beriman kepada Rasulullah Muhammad dan rasul-rasul sebelumnya.” (Ibnu Abbas, Tanwirul Miqbas, Tafsir QS Ali Imran ayat 110, Darul Fikr, Lebanon, Beirut).


Ibnu Katsir menafsirkan QS Ali Imran ayat 110, “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena mengajak manusia keluar dari keyakinan-keyakinan yang salah, dan mengajak memeluk Islam. Khairu ummah juga bermakna khairunnas, yaitu yang memberi manfaat kepada manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”


Dari Dzarrah, “Seorang laki-laki menghadap Rasulullah ﷺ yang sedang di atas mimbar, ia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia paling baik?’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak mengajarkan (kebaikan) kepada manusia, yang paling bertakwa kepada Allah di antara manusia, menyuruh manusia kepada yang makruf, dan mencegah manusia dari yang mungkar, dan menyambung tali silaturahmi.'” (HR Ahmad).


Kesadaran Pentingnya Daulah Khilafah 


Satu satunya untuk meraih kembali kemuliaan adalah dengan kembali pada aturan Alloh dan menerapkan dalam kehidupan secara Kaffah atau menyeluruh . Umat disadarkan akan kebutuhan  pada Daulah Khilafah sehingga institusi yang menjadi Junnah atau perisai bagi umat . Sebagai umat harus disadarkan pada hakikat kehidupan kita berasal dr Alloh SWT, hidup untuk beribadah dan akan meninggal dengan pertanggung jawaban.


Wallahu a'lam Bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update