Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Masih Membara, Butuh Solusi Tuntas untuk Mengatasinya

Tuesday, July 29, 2025 | Tuesday, July 29, 2025 WIB

 



Oleh Suherti

Aktivis Dakwah

 

Penderitaan rakyat Palestina akibat genosida yang di gencarkan oleh zionis Israel masih terus berlangsung. Meskipun telah ada kesepakatan negosiasi gencatan senjata selama 60 hari antara Iran dan Israel, akan tetapi zionis tetap saja menyerang Gaza.

Israel melakukan serangan kembali dengan menghantam kerumunan warga di luar posko layanan kesehatan di Gaza Tengah. Sasaran utama adalah warga sipil yang sedang mengantre untuk mendapat bantuan gizi dan layanan kesehatan di pos medis di Deir al-Bala. Serangan ini menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk 10 anak-anak, pada Kamis 10/7/2025. (tirto.id)

Bahkan menurut Kementrian Kesehatan Palestina serangan dan tembakan Israel menewaskan 67 orang di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir.

Konflik Israel dan Palestina tidak akan kunjung berakhir, sebab rakyat Palestina tidak akan begitu saja menyerahkan tanah mereka kepada Israel. Pertanyaannya di mana para pemimpin negeri muslim yang lain? Bukankah mereka melihat saudara seimannya terus-menerus digenosida oleh Israel? Para pemimpin negeri Muslim semua tahu bahwa tanah Palestina adalah tanah yang diberkahi dan seluruh kaum Muslim wajib bersama-sama berjihad membantu saudaranya untuk mempertahankan dan berjuang membebaskan kembali Palestina dari cengkeraman Israel.

Para pemimpin negeri Muslim masih tetap abai, penyebabnya karena jeratan sistem Kapitalis yang telah menggurita, dan mencengkeram kuat di negeri-negeri muslim. Padahal awalnya merupakan negara satu kesatuan utuh yang dinamakan Daulah Islamiyah. Akibat runtuhnya Daulah Islam pada tahun 1924, negara Islam kemudian disekat-sekat dan menjadi negara-negara kecil yang akhirnya lebih mudah diperdaya oleh para pengusung ideologi kapitalis. Dengan asas sekulerisme, yakni pemahaman yang menjauhkan agama dari kehidupan, telah menjadi pangkal ketidakpedulian mereka terhadap saudara seakidah mereka sendiri, karena mengaggap Tanah Palestina bukan bagian dari negaranya.

Padahal dalam Islam dengan jelas Rasulullah saw. mengingatkan dengan sabdanya, bahwa "Sesama muslim itu bagaikan satu tubuh, jika ada anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya."

Seharusnya hadis tersebut harus dijadikan sebagai peringatan tegas bahwa penderitaan saudara kita saat ini di Palestina adalah penderitaan seluruh umat muslim di dunia. Itu berarti setiap Muslim punya kewajiban untuk bersama-sama menyerang Israel dan mempertahankan tanah Palestina, sekaligus mengambil kembali tanah yang sudah terampas dari tangan-tangan penjajah Zionis Israel.

Dalam Islam, nyawa seorang muslim itu lebih berharga dari dunia dan seisinya. Sedangkan saat ini kita sedang menyaksikan ribuan nyawa saudara kita di Palestina seakan tidak ada nilainya. Setiap saat warga Palestina, khususnya di Gaza ada yang gugur sebagai syuhada, mempertahankan tanah milik umat Islam dari tangan-tangan Zionis Yahudi. Warga Palestina berjuang sendiri tanpa ada yang melindungi, dan menjamin semua kebutuhan hidup mereka.

Akibat tidak adanya seorang pemimpin umat (khalifah) yang mengomandoi tentara-tentara muslim sedunia, untuk bersama-sama bergerak, demi membantu dan mempertahankan kewibawaan umat muslim. Umat Muslim seharusnya tidak boleh percaya dengan solusi yang disodorkan oleh pihak musuh (Amerika dan sekutunya) dengan mengajak rakyat Palestina melakukan gencatan senjata. Sebab, gencatan senjata bukan solusi hakiki bagi rakyat Palestina dan Israel. Solusi yang Rasulullah saw. contohkan untuk mengusir penjajah dari negeri Muslim adalah dengan Jihad dan khilafah.

Penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan akan mewujudkan kembali kewibawaan dan harga diri umat Islam di dunia.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update