Oleh: Emy (Ibu rumah tangga).
Dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Bandung membenarkan bahwa angka kematian ibu dan anak di wilayahnya, masih tergolong tinggi di banding daerah lainnya di Jawa Barat. Kadiskes kabupaten Bandung, Yuli Irnawan Mosjasari mengungkapkan bahwa per tahun 2024, tercatat ada sebanyak 44 ibu meninggal dunia saat melahirkan. Sedangkan bayi meninggal sebanyak 407 kasus. Walaupun kelima ataupun keberapa pun, intinya kalau masih tinggi kematian, kami akan terus berupaya untuk menurunkannya," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Kamis (12/6/2025).
Meski tidak memaparkan data secara rinci terkait tahun sebelumnya, Yuli menegaskan bahwa setiap kasus kematian kini langsung ditindaklanjuti, dengan audit penyebab dan perbaikan sistem pelayanan. Menurutnya penyebab kematian ibu dan bayi diwilayahnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat, dalam mengakses layanan kesehatan sejak awal dari masa kehamilan.
Yuli mengungkapkan banyak kasus menunjukkan ibu hamil baru datang memeriksakan diri saat akan melahirkan, sehingga kondisi komplikasi tidak ditangani dengan baik sejak dini. Ibu yang sedang hamil seharusnya memeriksakan kandungannya minimal kali dalam masa kehamilan. Pihaknya terus menjalankan berbagai program. Termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pendampingan dari dokter spesialis. Kita melakukan peningkatan atau pelatihan kemampuan dari para penolong persalinan, baik dokter maupun bidan di desa. kita juga melengkapi perapatan pemeriksaan untuk menolong persalinan. Disisi lain Yuli menegaskan, target utama pihaknya adalah menurunkan angka kematian setidaknya di bawah target nasional. "Intinya satupun tidak boleh. Harapannya, tidak ada lagi kematian ibu saat melahirkan, kami terus berusaha.
Bukan lagi berita yang baru terkait, kematian ibu dan bayi saat persalinan ataupun pasca melahirkan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor antara lain adalah, tidak terpenuhinya asupan gizi selama kehamilan, tidak intensif dalam memeriksakan kandungan selama kehamilan karena terbentur biaya. Sulitnya akses kesehatan karena wilayahnya jauh dari perkotaan sehingga fasilitaspun tidak memadai. Tetapi yang menjadi masalah utama dari permasalahan ini karena, perekonomian yang sulit atau kemiskinan. Untuk masyarakat yang pendapatannya minim, jangankan untuk memeriksakan kehamilan kedokter, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun mereka kesulitan.
Walaupun saat ini ada bantuan dari pemerintah berupa makanan bergizi untuk ibu hamil yang bertujuan pencegahan stanting, namun semua itu tidak memenuhi gizi yang diperlukan untuk setiap harinya. Sungguh dipersulit jika sebuah negara ada dalam cengkeraman kapitalisme, masalah kesehatanpun dijadikan ladang bisnis, untuk mendapatkan fasilitasnya pun di kelas-kelas. Siapa yang memiliki uang mereka yang akan mendapatkan fasilitas yang terbaik, dan semua fasilitas itu biasanya berada dikota besar, sementara masyarakat kecil sulit untuk bisa mendapatkannya. Inilah bukti nyata lemahnya negara dalam mewujudkan keadilan sosial yang merata. Pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang hanya memberatkan masyarakat kecil saja. Negara seharusnya menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat karena kesehatan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi.
Dalam Islam, negara wajib bertanggung jawab atas segala kebutuhan rakyatnya yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan dan juga kesehatan. Termasuk jaminan kesehatan ibu hamil merupakan kewajiban negara. Negara dalam Islam, memberikan pelayanan dan menyediakan fasilitas kesehatan dan menyiapkan ahli medis sesuai kebutuhan masyarakat.
Negara dalam Islam, tidak akan kesulitan dalam masalah biaya untuk mensejahterakan rakyatnya, karena negara akan memanfaatkan sumber daya alam sebaik-baiknya, dikelola oleh negara dan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat, sehingga rakyat sejahtera tidak ada lagi ibu hamil yang kekurangan gizi dan kesehatannya akan terjamin.
Oleh karena itu, kesejahteraan masyarakat akan terwujud hanya dengan sistem Islam, dan mustahil negara yang masih mengadopsi sistem kapitalis sekuler akan mewujudkan semua harapan rakyatnya. Sudah saatnya kita beralih pada sistem syariat Islam, yang segala aturannya berdasarkan hukum-hukum Allah Swt. Oleh karena itu, dengan menerapkan Islam secara kaffah maka, segala aturannya Allah dapat diterapkan secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Walhasil kesejahteraan rakyat akan terwujud, dan akan membawa keberkahan dunia dan akhirat kelak.
Wallahu a'lam bisshowab

No comments:
Post a Comment