Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Neraka Bukan Konten Canda

Monday, June 09, 2025 | Monday, June 09, 2025 WIB

oleh Edha Umma Hanifa

Belakangan ini, jagat maya dihebohkan dengan kemunculan video yang menjadikan neraka sebagai bahan candaan. Fenomena ini tentu saja memicu kegelisahan dan kemarahan di kalangan umat Islam. Bagaimana mungkin sesuatu yang seharusnya menjadi pengingat akan balasan akhirat, justru diolok-olok dan dijadikan konten hiburan semata?

Sebagaimana dilansir dari khazanah.republika.co.id (05/06/2025), video berjudul "Mandi di Neraka Jadi Konten, Ingat Rasulullah Menangis Saat Ayat Soal Neraka Diturunkan", menampakkan sekelompok laki-laki yang digambarkan sedang mandi dalam kolam neraka. Dalam video tersebut menunjukkan dengan jelas bagaimana konsep neraka, lengkap dengan siksaannya, namun dijadikan objek tawa dan lelucon. 

Konten video tersebut bukanlah sekadar guyonan ringan, melainkan bentuk pelecehan terhadap keyakinan agama yang sangat mendalam, khususnya bagi umat muslim. Ironisnya, konten semacam ini bisa menyebar luas, bahkan ditonton dan mungkin dianggap "lucu" oleh sebagian orang, terutama generasi muda yang rentan terhadap pengaruh media sosial.

Kemunculan video-video semacam ini bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ini adalah gejala nyata dari merajalelanya paham sekularisme dalam masyarakat. Sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan dan memandang agama hanya sebagai urusan pribadi semata, secara perlahan mengikis pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual.

Ketika agama dianggap tidak relevan dalam kehidupan sehari-hari, batasan-batasan moral dan etika yang bersumber dari ajaran agama pun menjadi kabur. Akibatnya, orang menjadi kebablasan dalam berekspresi, bahkan sampai pada titik mengolok-olok ajaran atau simbol-simbol agama. Pemahaman akan neraka yang seharusnya menumbuhkan rasa takut dan ketaatan kepada Allah, kini direduksi menjadi sekadar cerita dongeng yang bisa dicandakan.

Kerusakan akibat sekularisme, menjadi makin nyata terlihat jelas di berbagai lini kehidupan. Bukan hanya soal konten candaan neraka, tetapi juga dalam bentuk degradasi moral, hilangnya rasa malu, dan minimnya filter dalam menyerap informasi. Generasi muda yang terpapar sekularisme cenderung kehilangan arah dan gampang terombang-ambing oleh arus informasi yang menyesatkan. Mereka bisa saja menganggap enteng perkara dosa dan pahala, surga dan neraka, karena semua nilai-nilai agama telah dikesampingkan.

Melihat fenomena ini, sudah saatnya kita semua makin sadar akan bahaya laten sekularisme terhadap akidah dan pemikiran umat. Kita tidak bisa lagi berdiam diri dan membiarkan paham ini terus menggerogoti keimanan dan akhlak generasi.

Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update