Nusantaranews.net, Payakumbuh - Demam batu akik yang pernah melanda Indonesia pada tahun 2014-2015 sepertinya akan kembali bangkit. Aris (42 tahun) seorang tukang asah batu akik yang telah berusaha di bawah kanopi Pasar Payakumbuh selama 11 tahun, berharap masyarakat kembali mempopulerkan batu akik lokal.
Dengan pengalaman yang panjang, Aris melihat potensi besar dalam menghidupkan kembali usaha asah batu akik serta jual beli batu akik lokal. "Saya berharap masyarakat kembali menggemari batu akik lokal, sehingga usaha saya dan pedagang lainnya bisa kembali bangkit," kata Aris kepada awak media.
Batu akik lokal memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang tidak dimiliki oleh batu akik impor. Dengan mempromosikan batu akik lokal, Aris berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal.
Untuk daerah Luak Limopuluah sudah terkenal dengan batu akik lokalnya yang khas sepeti Lumut Suliki, Lumut Suayan, Lumut Belubus, Calcedony Guguak serta batuan lainnya dengan ciri khas masing- masing.
Dengan demikian, Aris berharap dapat mengembalikan kejayaan batu akik di Indonesia dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Semoga harapan Aris dapat terwujud dan batu akik lokal kembali menjadi primadona di kalangan masyarakat.


No comments:
Post a Comment