Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketahanan Pangan Sulit Terwujud Dalam Genggaman Kapitalisme

Tuesday, June 10, 2025 | Tuesday, June 10, 2025 WIB
Ketahanan Pangan Sulit Terwujud Dalam Genggaman Kapitalisme


Oleh: Emy


Kunjungan bersejarah presiden Perancis Emmanuel Macron ke Indonesia memunculkan angin segar dalam kerja sama bilateral, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pertanian. Menteri Pertanian Andri Amran Sulaiman mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani declaration of internet (DOI) dengan Menteri Ekonomi, keuangan, dan kedaulatan Industri dan Digital Perancis, Eric Lombard, pada Jumat (30/5/2025).

Amran juga menyebut Indonesia berminat untuk mengimpor sapi atau produk susu dari Perancis. Sebagai imbal balik, Ia menekankan pentingnya Perancis membuka pintu untuk ekspor crude palm oil (CPO) dari Indonesia.


 Kunjungan Macron dilakukan dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prsncis, dan menjadi lawatan resmi pertamanya sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat. Kerja sama yang disepakati tidakhanya sebatas impor-ekspor. Beberapa poin penting meliputi, pertukaran teknologi pertanian, peningkatan kapasitas SDM dan pelatihan petani, modernisasi alat dan infrastruktur pertanian, dan riset bersama untuk varietas tahan iklim ekstrem. Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai tambah sektor pertanian Indonesia dipasar global.


Pangan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi suatu bangsa, karena dengan terpenuhinya kebutuhan pangan akan berpengaruh pada kemajuan bangsa. Dengan kurangnya kebutuhan pangan, manusia tidak akan mempertahankan hidupnya dan tidak bisa menjalankan hidup secara normal. Dengan terpenuhi pangan, kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akan tercukupi. Oleh karena itu dengan tubuh yang sehat, maka seseorang akan berfikir secara jernih dan dapat melaksanakan aktivitas dengan baik. Beda lagi jika kebutuhan pangan tidak terpenuhi, maka seseorang akan melakukan perbuatan apapun yang menjurus kekriminal. Mereka tidak memikirkan resiko yang akan dihadapi, yang penting kebutuhan pangan sehari-hari dapat terpenuhi. Disamping itu, memperoleh pangan merupakan hak bagi setiap warga negara. Pemerintah berkewajiban memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyatnya. 


Belum lama ini, Indonesia menerima kunjungan Presiden Prancis, dan bertujuan akan bekerja sama bilateral khususnya pada ketahanan pangan dan pertanian. Perancis sudah dikenal dengan negara adidaya, dan tidak menutup kemungkinan jika negara Prancis mempunyai misi, mengingat negeri ini terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya. Kalau ditinjau lebih dalam justru yang menjadi kegagalan negeri ini dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah karena hubungannya dengan para kapitalisme termasuk Perancis, dan campur tangannya pihak swasta. Sistem ekonomi pangan yang berhubungan dengan kapitalisme jelas-jelas pangkal ketahanan pangan akan sulit terwujud.


Dalam hal ini, negara tidak berupaya dalam memenuhi kebutuhan pangan. Bahkan rakyat merasakan betapa makin sulitnya perekonomian dinegeri ini,  rakyat merasakan kendala akibat mahalnya harga pangan atau kebutuhan pokok. Disamping itu masalah yang sering terjadi karena kecurangan oknum yang melakukan penimbunan bahan pokok, hal itu jelas akan mempersulit persoalan pangan. Sementara negara tidak tegas dalam memberikan hukuman, dan tidak membuat efek Jera sehingga oknum-oknum yang melakukan hal yang sama bermunculan.


Inilah buah dari sistem kapitalisme, negara menyerahkan sumber daya alam kepada swasta, aseng dan asing sementara negara sendiri hanya sebagai regulator saja. Padahal negeri ini terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, sehingga dapat memikat negeri-negeri asing untuk kerja sama bahkan menguasainya. Namun dalam hal ini, pemerintah tidak pandai dalam mengelolanya, sehingga kekayaan alam yang melimpah tidak bisa dinikmati oleh masyarakat, karena telah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada para kaum kapitalisme.


Inilah yang terjadi bila sistem ekonomi kapitalis terus diadopsi oleh negeri ini, untuk mencapai ketahanan pangan akan sulit terwujud.

Dalam Islam, negara akan mampu mewujudkan ketahanan pangan bahkan akan menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya, karena negara tujuannya adalah mengurus dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh rakyatnya, negara dalam Islam akan selalu memberikan solusi setiap problematika umat. Negara dalam Islam, segala aturannya bersumber dari Allah Swt, dan tidak bisa diganggu gugat. Oleh karena itu, dengan menerapkan Islam secara kaffah maka, seluruh aturan Allah dapat diterapkan secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Maka dari itu kesejahteraan rakyat akan terwujud dan akan membawa keberkahan dunia dan akhirat kelak.


Wallahu a'lam Bisshowab.

#opininusantaranews

#opini

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update