Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Idul Adha dan Persatuan Umat

Tuesday, June 10, 2025 | Tuesday, June 10, 2025 WIB

 


Oleh Yeni Suryani

Aktivis Muslimah


Belum lama ini, kita telah merayakan Idul Adha. Hari raya agung ini diperingati oleh setiap muslim di dunia. Sayangnya Idul Adha kali ini umat masih belum menemukan kebersamaan dalam pelaksanaannya. 

Dikutip dari KONTAN.CO.ID. Jakarta. Organisasi keagamaan Muhammadiyah telah menetapkan tanggal pasti Idul Adha. Yaitu pada tanggal 6 Juni 2025 bertepatan dengan hari Jumat. Mereka menetapkannya lewat metode hisab hakiki wujudul hilal. Beberapa negara seperti Malaysia merayakan hari raya Idul Adha pada Sabtu, 7 Juni 2025. Termasuk beberapa negeri kaum muslim yang lain ada yang tidak sama dalam melaksanakan hari raya Idul Adha.

Kita sering mendengar kata Toleransi, mungkin itu hanya berlaku untuk keragaman suku, ras, budaya, bahasa, dan hal yang bersifat cabang dalam agama. Dalam hal ini dibolehkan untuk adanya perbedaan pendapat. Tetapi untuk sesuatu yang pasti salah satunya akidah. Maka seharusnya tidak ada perbedaan. Seperti halnya dalam perayaan Hari Raya Idul Adha, seharusnya tidak ada perbedaan ketika umat Islam merayakannya sebagaimana disepakati bahwa idul adha ditetapkan/ditentukan oleh Amir Mekkah di 0mana dirayakan setelah wukuf di Padang Arafah sehari sebelumnya.

Jadi seharusnya tidak ada perbedaan di antara umat Islam dalam menetapkan Idul Adha.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat :197 :

"(Musim) haji itu (pada) bulan bulan yang telah di maklumi.Barang siapa mengerjakan (Ibadah) Haji dalam (bulan bulan) itu,maka janganlah dia berkata jorok (rafats) Berbuat maksiat dan bertengkar dalam (Melakukan ibadah) Haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik baiknya bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada -Ku wahai orang orang yang mempunyai akal sehat."

 

Persatuan idul adha seringkali hanya sesaat, selepas itu umat kembali tercerai berai dan bahkan saling bermusuhan. Hal ini terjadi karena umat Islam tersekat dalam status sekat bangsa yang dibangun oleh sistem kapitalis sekuler. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan. Di mana aturan agama hanya dikerjakan dalam masalah ibadah, sedangkan untuk kehidupan sosial menggunakan aturan manusia yang berasal dari pemikiran manusia. Sehingga dalam masalah di luar ibadah, aturannya berbeda-beda. Sedangkan jika ingin menyatukan umat haruslah menggunakan aturan dan sistem yang sama yaitu aturan Islam.

Persatuan sejatinya hanya dapat terwujud dalam institusi politik Islam global yang menyatukan umat dalam satu tubuh dan tujuan dengan sepenuhnya patuh pada aturan syariat Islam.

Wallahu'alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update