Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kegagalan Kapitalisme dalam Membina Generasi Muda Cemerlang

Tuesday, June 10, 2025 | Tuesday, June 10, 2025 WIB

 


 Oleh Icha

Aktivis Muslimah

 

Dikutip dari www.Pikiran-Rakyat.com, 28 Mei 2025, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. Cecep Suhendar, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan mengenai jam malam untuk generasi muda.  Aturan jam malam untuk generasi muda itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 51/PA. 03/ Disdik, 23 Mei 2025. Cecep Suhendar menganggap kebijakan tersebut sangat relevan untuk mendisiplinkan generasi muda dan mendorong peningkatan kualitas generasi muda.

Pemberlakuan jam malam kepada generasi muda sebagai upaya untuk menghindarkan mereka dari kegiatan malam yang tidak jelas, tidak terpuji, bahkan cenderung mengarah pada tindakan kriminal, bukanlah kebijakan yang solutif dan efektif, jika tidak diiringi dengan kerja sama yang kuat dengan keluarga. Sebab, tidak termasuk solusi yang mendasar dan menyeluruh.

 Mekanisme pelaksanaan tentang larangan dan sanksi yang akan diambil juga tidak jelas, sehingga kebijakan tersebut hanya menjadi kebijakan formal tanpa dampak nyata. Di sisi lain, jika orang tua tidak memiliki kesadaran penuh atas tanggung jawab kepada anaknya karena kondisi perekonomian yang tidak sejahtera, maka kebijakan ini tidak akan efektif. Orang tua yang sibuk bekerja dan kelelahan, mungkin tidak dapat mengawasi anak-anak mereka dengan baik, sehingga anak-anak tetap akan melakukan kegiatan yang tidak terpuji.

Sungguh ironis, Kebijakan Kapitalisme terbukti menyimpan luka yang mendalam. Generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang menekankan prestasi akademik, tapi mengabaikan nilai-nilai moral dan spiritual. Generasi muda dikejar target nilai, namun kehilangan arah hidup. Mereka diajari berfikir kritis, tetapi tidak tahu untuk apa berfikir.

Berbeda dalam Sistem Islam, keluarga adalah madrasah pertama dan utama. Selain itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi muda. Dalam Islam, masyarakat bukan sekadar kumpulan individu, tetapi wadah yang saling menasihati dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ajaran Islam yang mulia akan melarang segala bentuk budaya asing yang merusak. Termasuk konten-konten amoral dari luar dan juga musik dan lirik yang merusak jiwa. Dengan kata lain tidak ada tempat untuk konten pornografi. Kebijakan dalam sistem kapitalis menjadikan generasi muda sebagai target pasar.

Sebagai sistem hidup yang sahih dan menyeluruh, Islam membangun generasi dengan fondasi keimanan, membimbing keluarga dengan syariat, menata masyarakat dengan amar ma'ruf nahi mungkar, dan menerapkan kebijakan yang menyeluruh dalam naungan Daulah Islam. Para orang tua dibekali ilmu untuk mendidik anak-anak mereka sesuai dengan syariat Islam. Sebab Allah Swt. Telah mengingatkan para orang tua agar jangan meninggalkan keturunan (generasi) yang lemah, baik lemah ilmu, lemah iman, lemah ekonomi, dan berbagai jenis kelemahan lainnya.

Firman Allah, “Hendaklah mereka takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya). [Q.S. An-Nisa (4):9]

Wallahualam bissawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update