Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Idul Adha Momentum Persatuan Umat

Tuesday, June 10, 2025 | Tuesday, June 10, 2025 WIB
Idul Adha Momentum Persatuan Umat


Oleh : Anna Ummu Maryam 

Pegiat Literasi Peduli Negeri Dan Generasi 


Idul Adha 2025 menjadi momen yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penetapan tanggal Hari Raya Idul Adha biasanya melibatkan beberapa metode perhitungan dan pengamatan, sehingga bisa saja terdapat perbedaan antara versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).


Menurut Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam kalender Hijriah yang dirilis resmi:1 Zulhijah 1446 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka, 10 Zulhijah 1446 H atau Idul Adha 2025 jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025


Penetapan ini berdasarkan ijtimak menjelang Zulhijah 1446 Hijriah pada Selasa Wage, 27 Mei 2025 pukul 10.04.18 WIB. Saat matahari terbenam di Yogyakarta (07°48' LS, 110°21' BT) pada hari tersebut, posisi bulan sudah berada di ketinggian +01°27'07" di atas ufuk, sehingga hilal dinyatakan terlihat (wujudul hilal).

(Detik.Com, 20/05/2025).


Hal ini juga teramati di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan Hari Arafah 9 Zulhijah 1446 Hijriah jatuh pada Kamis Pon, 5 Juni 2025 dan Idul Adha 10 Zulhijah 1446 Hijriah pada Jumat Wage, 6 Juni 2025.


Penetapan ini dilakukan melalui metode Rukyatul hilal. Sedangkan dari Nahdhatul ulama memiliki metode lain dalam menentukan jatuhnya hari raya idul Adha karena menggunakan metode hisab. Dan apabila kita lebih dalam mengamati diberbagai wilayah. Masih ada saja perbedaan dalam penentuan hari Raya idul Adha. 


Fanatik tanpa memahami batasan hingga masih adanya masyarakat yang awam akan pemahaman agama yang masih menyebabkan perbedaan dibeberapa daerah. Nah tentu saja hal ini menjadi tugas pemerintah dan kementerian agama untuk meluruskan pemahaman yang menyimpang dari pemahaman ini.


Namun faktanya bahwa hingga sekarang pemahaman yang salah tersebut masih saja bertahan dan kian memakan korban dari masyarakat yang awam akan pemahaman agama yang lurus. Bahkan terkesan hal tersebut dibiarkan begitu saja. Padahal hal tersebut amat fatal bagi umat Islam.


Penyesatan Agama Era Kini


Tentu menjadi sebuah pertanyaan dalam benak kita , mengapa hal ini dapat terjadi?. Dan benarkah hal tersebut boleh diabaikan?. Kita harus memahami bersama bahwa akar dari rusaknya pemahaman agama yang ada pada umat karena penerapan sistem kapitalis sekular. 


Sistem ini telah merusak kemurnian ajaran Islam. Sistem kapitalis sekular ini bukanlah berasal dari Islam dan bukan ajaran Islam. Justru sistem sekular ini berasal dari agama diluar Islam yang menjadikan agama dan kehidupan tidak boleh disatukan bahkan dianggap racun.


Sistem kapitalis sekular inilah yang menjadi biang kerok dari rusaknya tatanan kehidupan dunia dan agama manusia. Manusia kehilangan tolak ukur dan identitas agamanya. Manusia dibiarkan berfikir dan berbuat menurut kemauannya. Bahkan fitrah dan naluri manusia.


Dalam jelaslah bahwa sistem ini telah melahirkan dan memelihara secara subur ajaran ajaran yang menyimpang karena keputusannya diserahkan kepada manusia. Manusia pada sistem sekular ini disetarakan dengan tuhan karena sama sama dapat menentukan syariat apa yang ingin mereka taat didalamnya.


Maka saat kita kembali pada ajaran Islam   kita akan dapati bahwa setiap perbuatan hamba senantiasa harus menyesuaikan dengan Al-Qur'an sebagai firman Allah SWT dan hadist sebagai penjelasan yang dibawa oleh Baginda Rasulullah Saw sebagai contoh manusia beriman hingga akhir zaman.


Maka wajar pulalah pemerintahan dan aparatnya mengalami kesulitan karena kesesatan dan agama yang dipahami salah ini kian mencerai beraikan muslim dari persatuannya. Peran negara dimandulkan sebagai penegak sistem Allah SWT dan pengontrolan pelaksanaan syariat ditengah masyarakat.


Perselisihan dan pertikaian terhadap suatu pemahaman tidak jarang melahirkan kebencian yang mendalam karena tidak mau mencari tahu dan memakai solusi yang benar. Persatuan dalam sistem ini hanyalah bersifat semu karena untuk mendapatkan keuntungan dan kepentingan semata. Jika hal tersebut tidak mereka dapatkan maka perpecahan kembali mereka lakukan.



Persatuan Sejati Hanya Dalam Islam 


Islam hadir pada permulaannya adalah sebagai pemersatu ditengah pertikaian dan dendam yang berabad abad. Islam datang sebagai Rahmat dan ajaran yang penuh cinta dan kasih sayang. Islam telah membuktikan bahwa persatuan itu adalah fitrah dan perbedaan pun dibolehkan pada hal hal yang memang dibolehkan untuk berbeda.


Islam telah membuktikan dalam sejarah yang panjang selama 1300 tahun bertahan sebagai sebuah sistem yang menyatukan manusia dari berbagai negara. Penerapan aturan Islam yang kaffah dalam seluruh aspek kehidupan bagaikan magnet besar yang menarik siapapun yang melihatnya.


Persatuan dalam sistem Islam bukan hal mustahil karena ajaran ini berasal dari sang pencipta manusia yaitu Allah SWT. Hal yang amat penting untuk menjaga kelestarian Islam adalah negara,dakwah dan jihad. Maka keberadaan ketiga komponen ini adalah hal yang wajib ada.


Negara telah mengambil peran yang besar dalam penyatuan umat. Karena negara adalah sebagai Junnah( perisai) yang umat berlindung dibaliknya. Negara juga sebagai pelayan yang melayani setiap urusan umatnya. Negara juga sebagai penerap dan penjaga keberlangsungan sistem Islam.


Namun demikian Islam juga telah menjelaskan pada hal-hal apa saja dalam Islam boleh berbeda. Bukan pada perkara yang wajib namun pada perkara Sunnah dan mubah maka diberikan kebebasan. Maka aktivitas dilakukan  dengan standar yang jelas yaitu hukum Syara'.


Negara juga sebagai penyelesai jika terdapat pertikaian di masyarakat apalagi dalam penyatuan umat berkaitan penentuan satu Syawal atau idul Adha. Maka jika sudah ditetapkan keharusan kaum muslimin adalah menaati apa yang telah diputuskan oleh Khalifah.


Islam telah mengharuskan umat untuk cerdas dan saling Amar Makruf terhadap sesama dan penguasa. Sehingga sistem Islam berjalan dengan lurus dan penyimpangan akan disingkirkan. Kasatuan umat hanya bisa didapatkan jika sistemnya berasal dari Wahyu yaitu penerapan sistem Islam. 


Allâh Azza wa Jalla berfirman:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ


Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan  [Al-Mâ`idah/5:2]


firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ


Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imrân/3:103]


#opininusantaranews

#opini

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update