Penulis : Febi Vania
Komunitas Muslimah Coblong
Tindakan premanisme yang berkedok ormas sungguh meresahkan. Pasalnya, hampir di seluruh wilayah di Kota-kota besar di Pulau Jawa, banyak aktivitas premanisme ini. Bahkan perlu ditindak, kata Mensesneg (09-05-2025/CNBC Indonesia.com).
Aksi premanisme memang menjadi PR pemerintah yang menetap. Dari tahun ke tahun tidak pernah ada penanganan yang pasti. Solusi praktis pun jarang dilakukan. Aksi ini dipicu oleh tingkat pengangguran di Indonesia yang terus meningkat. Akibatnya, masyarakat lebih memilih jalan pintas seperti aksi premanisme ini. Mereka meminta jatah THR sampai ke jatah proyek. Situasi pelik yang meresahkan ini menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat yang semakin tidak kondusif. Berdampak ke pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak membaik.
Hal ini sangat berbeda, jika sistem ekonomi yang digunakan dalam keberlangsungan negara itu menggunakan sistem ekonomi Islam. Dalam sistem ekonomi Islam, laki-laki dewasa akan didahulukan untuk bekerja dan dibukakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Sehingga banyak suami yang terserap sebagai tenaga kerja yang produktif. Adapun perempuan yang sudah menikah boleh bekerja, di beberapa sektor tertentu saja, asal diizinkan oleh suami mereka. Belum lagi, pastinya akan ada pelarangan aksi premanisme yang ketat serta dilarang pula untuk mengemis selama para lelaki itu mampu secara fisik untuk bekerja. Biaya pendidikan dan kesehatan dijamin dan gratis. Sehingga akan terjadi pemerataan kesejahteraan masyarakat sehingga negara akan aman dari tindakan-tindakan kejahatan salah satunya seperti aksi premanisme. Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment