Oleh: Rahmawati Ayu Kartini
(Pemerhati Sosial)
Penerbangan Haji dari Indonesia harap-harap cemas. Khawatir penerbangan mereka melewati kawasan Asia Selatan yang sedang memanas. India telah menembakkan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan pada Rabu (7/5/2025) dini hari. Sementara Pakistan membalas dengan menembakkan artileri medan ke arah India.
Kabar baik, rute penerbangan Haji Indonesia tidak melalui daerah konflik. Presiden Direktur Lion Grup Daniel Putut Kuncoro menyatakan maskapai penerbangannya tidak melewati daerah terdampak konflik baik pergi maupun pulang. Namun akan terus dievaluasi setiap harinya terkait dengan perkembangan konflik. (Kompas, 7/5/2025)
Serangan India ke Pakistan disebut bagian dari Operasi Sindoor. Militer India menyebut, serangan itu adalah balasan atas serangan teror ke Pahalgam, Jammu Kashmir, pada 22 April 2025. (_The Hindustan Times_)
Angkatan darat, laut, dan udara India dilibatkan dalam Operasi Sindoor ini. Selain pesawat tempur, dilibatkan pula pesawat nirawak berpeledak.
Sementara PM Pakistan menyebut serangan itu pengecut. Ia mengatakan Pakistan amat percaya diri pada kemampuannya membalas serangan India.
*Surga Allah di Bumi*
Konflik antara India dan Pakistan tak lepas dari perebutan wilayah Kashmir. Kashmir mencakup wilayah Pakistan, India, Cina, dan Afghanistan. 85% penduduknya beragama Islam, dan sisanya adalah kelompok Hindustan, Sikh, serta Budha.
Kashmir memiliki julukan Surga Allah di Bumi atau atap dunia karena bagusnya sumber makanan yang ada. Hutannya luas, SDA melimpah dan memiliki puncak gunung tertinggi di dunia yakni Himalaya.
Kashmir negeri yang kaya dengan air dan sungai. Didalamnya terdapat Sungai Sind, Jilhim dan Ginab. Kashmir menjadi lalu lintas yang menghubungkan antara Cina dan Pakistan. Penggalian intan di negeri ini menjadi alasan bagi India untuk semakin kuat mencengkram Kashmir.
Sejak 1846, oleh Inggris sebagai penjajah, Kashmir dinyatakan sebagai milik India hingga 1946. Namun hingga saat ini, penjajahan India atas Khasmir tetap berlanjut dengan dukungan Inggris. Tidak hanya menduduki, India melakukan berbagai cara untuk menghancurkan Islam dan memaksa umat Islam di Kashmir untuk meninggalkan agamanya.
Penjajahan atas Kashmir, sangat mirip dengan apa yang dihadapi Palestina. Pendudukan India atas Kashmir sama dengan keberhasilan zionis Israel yang menduduki Palestina dan mendirikan negara disana. Sikap negara Arab yang tidak peduli dengan Palestina, juga sama saja dengan sikap Pakistan terhadap Kashmir.
Pakistan adalah negeri muslim terbesar di dunia saat ini, namun membisu terhadap pembantaian yang dilakukan India terhadap muslim Kashmir. Pakistan hanya mengklaim bahwa 30% wilayah Kashmir adalah wilayahnya.
*Strategi Amerika di Asia Selatan*
Persoalan Kashmir, ibarat duri dalam daging bagi India. Ini dijadikan tumpuan bagi Amerika Serikat sebagai negara adidaya dengan memanfaatkan duri tersebut, agar kepentingan Amerika untuk mengendalikan Cina dapat dilayani oleh India.
Amerika memiliki dua negara di bawah hegemoninya, yaitu India dan Pakistan, sehingga mempunyai kesempatan untuk mewujudkan kesepahaman di antara kedua negara tersebut tentang Kashmir.
Amerika menganggap solusinya mencakup pembagian Kashmir, yaitu sebagian Kashmir yang tengah bergolak diberikan kepada Pakistan dan Kashmir yang berada di bawah kekuasaan India diserahkan kepada India. Wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya muslim dijadikan wilayah otonom.
Walaupun India dan Pakistan dalam genggaman tangan Amerika, namun tetap saja ada ganjalan dalam rencana tersebut. Ganjalan tersebut terwakili dari militer Pakistan dan unsur Hindu radikal.
Untuk meminimalisir ganjalan tersebut, Amerika membuat sejumlah kompromi dengan Pakistan atas masalah Kashmir. Konsekuensinya Pakistan meminta beberapa imbalan, antara lain menuntut pemerintah India melakukan tekanan terhadap kelompok Hindu radikal.
Sementara Pakistan sendiri akan menarik dukungan terhadap kelompok-kelompok jihad, menutup kamp pelatihan militer, mengurangi keberadaan militer Pakistan di dekat perbatasan, dan menghentikan dukungan terhadap kaum muslim Kashmir.
Amerika mendukung India dalam aspek militer, dan mencegah Pakistan memiliki persenjataan canggih, seperti penolakan penyerahan sejumlah pesawat tempur walaupun Pakistan telah melakukan pembayaran. (Abu Fuad dalam _Penjelasan Kitab Mafahim Siyasi,_ 2017)
*Selamatkan Kashmir dengan Sistem Islam*
Terbengkalainya nasib umat Islam Kashmir, bukan karena kelemahan umat Islam Pakistan. Mereka sebenarnya memiliki kemampuan untuk membebaskan Kashmir dari India dengan mudah. Penyebabnya justru ada pada penguasa Pakistan yang merupakan boneka Amerika. Mereka bertindak bukan untuk membela dan menyelamatkan saudara-saudara mereka di Kashmir, melainkan bertindak atas arahan dan untuk memelihara kepentingan politik Amerika di Asia Selatan.
Kashmir adalah negeri Islam, bahkan seluruh India pun merupakan negeri Islam. Khilafah Islam dahulu telah menaklukkan negeri itu pada abad pertama hijriah. Maka negara khilafah jugalah yang sanggup mengembalikan kejayaan Islam di Kashmir maupun di seluruh anak benua India.
Tidak hanya itu, negara khilafah juga mampu menghilangkan kekejian, penindasan, dan aksi biadab dari orang-orang Hindustan India yang ditimpakan kepada kaum muslimin.
Pakistan memiliki faktor-faktor yang memadai untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, yang akan mengembalikan kemuliaan kaum muslimin dan menyelamatkan mereka dari kejahatan yang ditimpakan oleh musuh-musuh Islam dan tangan-tangan penguasa yang menjadi kaki tangan mereka. Jika Pakistan saja mampu untuk menyelamatkan Kashmir, apalagi jika negeri-negeri Islam di seluruh dunia ini bersatu?
Wallahu a'lam bishowab.

No comments:
Post a Comment