Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menimbang Evakuasi Gaza ke Indonesia

Wednesday, April 23, 2025 | Wednesday, April 23, 2025 WIB

 


Oleh

Ahyani R (Pegiat Literasi)


Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya menegaskan kesiapannya untuk menampung sementara warga Palestina yang terdampak perang di Gaza. Tujuannya adalah memberikan perawatan medis dan dukungan psikologis hingga kondisi di Gaza memungkinkan para pengungsi untuk kembali ke tanah air mereka. 


Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pesawat guna menjemput para korban dalam gelombang pertama evakuasi. Ia memperkirakan gelombang pertama evakuasi bisa mencakup sekitar 1.000 orang saat dirinya memulai kunjungan ke Timur Tengah dan Turki. Rencana ini masih dalam tahap konsultasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk otoritas Palestina dan negara-negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar dan Yordania. 


Presiden Prabowo juga telah mengutus Menteri Luar Negeri Sugiono untuk berkoordinasi dengan pemerintah Palestina mengenai mekanisme evakuasi. Menurut pihak berwenang Palestina sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023 serangan militer Zionis ke Gaza telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina.  (Beritasatu.com/9/4/2025) 


 *Solutifkah?* 


Rencana Indonesia untuk mengevakuasi sementara warga Gaza ke Indonesia sebagai bagian dari misi kemanusiaan, menuai kekhawatiran dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena permasalahan Palestina tidak hanya sebatas isu kemanusiaan seperti korban luka, anak yatim, atau mereka yang mengalami trauma. Lebih dari itu, Palestina menghadapi masalah penjajahan dan pendudukan berkepanjangan yang menyangkut persoalan ideologi dan agama, sehingga seharusnya dipahami secara menyeluruh oleh umat Islam serta para pemimpin negeri-negeri muslim.


Pendekatan yang mengutamakan solusi kemanusiaan seperti evakuasi dan penampungan sementara justru terkesan mengesampingkan solusi mendasar yang diajarkan dalam syariat, yakni jihad fisabilillah untuk membebaskan tanah suci dari penjajahan. Langkah-langkah ini dinilai tidak menyentuh akar dari konflik yang ada, bahkan berpotensi melumpuhkan semangat umat Islam dunia dalam mengirimkan pasukan untuk membantu Gaza secara nyata.


Lebih lanjut, pendekatan seperti ini dikhawatirkan malah selaras dengan kepentingan Barat, khususnya Amerika Serikat yang sejak lama menjadi pendukung utama rezim Zionis. Dengan menggeser fokus umat dari perjuangan kemerdekaan ke isu kemanusiaan semata, AS semakin leluasa menjalankan strategi geopolitiknya di kawasan Timur Tengah, sambil memuluskan penerimaan global terhadap tindakan genosida yang dilakukan oleh Zionis.


Akhirnya, jika umat Islam hanya diajak memandang konflik ini dari sisi kemanusiaan, maka upaya pembebasan tanah Palestina dari penjajahan akan kehilangan urgensinya. Solusi seperti ini dianggap memberi ruang bagi Zionis untuk terus menguasai tanah kaum muslimin. Langkah yang diambil para pemimpin negeri-negeri muslim pun terlihat lebih bertujuan menjaga relasi baik dengan kekuatan Barat daripada menunjukkan dukungan nyata terhadap penderitaan dan perjuangan rakyat Palestina.


 *Solusi Islam* 


Umat Islam semestinya menyadari bahwa keadilan sejati bagi Palestina tidak akan pernah tercapai jika akar permasalahan dan solusi ideologis yang diajarkan Islam terus diabaikan. Konflik Palestina sesungguhnya bukan sekadar isu kemanusiaan ataupun perselisihan antara dua negara atau bangsa. Ini adalah bentuk nyata penjajahan terhadap wilayah kaum muslimin, penistaan terhadap tanah suci para nabi, serta pendudukan atas wilayah Islam yang seharusnya dijaga dan diperjuangkan oleh seluruh umat Islam.


Allah SWT berfirman “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya untuk Allah semata jika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah maha melihat apa yang mereka kerjakan” (QS.Al-Anfal : 39) 


Ayat ini menegaskan bahwa jihad disyariatkan untuk menghapuskan fitnah yakni kekafiran dan penindasan terhadap Islam dan umatnya serta menegakkan kedaulatan Islam sepenuhnya tidak cukup dengan mengecam atau berdiplomasi apalagi hanya memberi bantuan medis. Selama penjajahan masih berlangsung jihad tetap menjadi kewajiban. 


Nabi Muhammad SAW bersabda "Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya”. Hadis Riwayat Muslim mengubah dengan tangan yang dimaksud dalam hadis ini adalah melalui penguasa dengan segala kewenangan yang dimilikinya yakni khalifah. Tanpa adanya khilafah tidak ada institusi yang benar-benar bisa menggerakkan kekuatan militer umat Islam secara menyeluruh untuk membebaskan Palestina. 


Saat ini, negara-negara muslim berada dalam kondisi terpecah-belah, masing-masing terkungkung oleh batas-batas nasionalisme yang sempit serta tunduk pada kepentingan geopolitik kekuatan asing. Keadaan inilah yang menyebabkan seruan jihad tidak pernah terwujud secara nyata dan menyeluruh. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya imam atau khalifah itu adalah perisai; di belakangnya orang-orang berperang dan dengannya mereka berlindung," (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kekuatan jihad yang efektif harus berada di bawah kepemimpinan seorang khalifah.


Tanpa keberadaan khilafah, jihad hanya akan berjalan secara terpecah-pecah, tidak terkoordinasi, dan kehilangan dampak strategis untuk membebaskan wilayah-wilayah muslim, termasuk Palestina. Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa banyak pemimpin negeri-negeri muslim justru mengkhianati perjuangan Palestina. Mereka lebih memilih mendukung solusi-solusi seperti perdamaian dua negara, relokasi pengungsi, hingga menjalin normalisasi hubungan dengan entitas Zionis. 


Padahal, semua opsi tersebut merupakan rancangan solusi dari Barat, khususnya Amerika Serikat, yang bertujuan mempertahankan keberadaan negara Zionis dan memperkuat dominasi mereka di kawasan Timur Tengah. Solusi-solusi ini tidak menyentuh akar masalah dan justru memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.


Karena itu, sudah seharusnya umat Islam menyadari bahwa satu-satunya jalan keluar adalah dengan kembali menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan khilafah. Hal ini hanya dapat dicapai melalui perjuangan dakwah yang konsisten bersama kelompok dakwah Islam yang berlandaskan ideologi Islam. Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update