Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T
Aktivis Muslimah
Ketua DPR RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan ratusan siswa SMP di kabupaten Buleleng, Bali, yang belum lancar membaca namun aktif menggunakan media sosial. Puan menyebut kondisi ini cerminan kesenjangan pemenuhan hak dasar pendidikan Indonesia. Temuan di Buleleng menambah daftar panjang lemahnya kompetensi siswa Indonesia. Sebelumnya, juga banyak beredar video siswa SMP dan SMA yang tidak mampu melakukan perhitungan dasar. Hal ini sejalan dengan rendahnya skor literasi Indonesia dalam penilaian PISA. (www.merdeka.com)
Program for International Student Assessment (PISA) di tahun 2022, mencatat skor literasi membaca Indonesia hanya 359, jauh dibawah rata-rata OECD sebesar 476. Dalam lingkup ASEAN, Indonesia tertinggal dari Singapura, Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Thailand. Kasus ini menjadi pukulan telak yang menunjukkan kegagalan sistem pendidikan kapitalisme.
Pendidikan Kapitalisme dibangun dengan asas sekularisme atau cara pandang memisahkan agama dalam kehidupan. Pendidikan kering dari sentuhan keimanan. Pendidikan hanya menjadi tempat menerima pelajaran, bukan tempat menimba ilmu untuk mengarungi kehidupan. Pendidikan diarahkan untuk meraih nilai-nilai materi. Alhasil pembelajaran seperti ini sering kali membuat anak-anak tertekan.
Disisi lain, media sosial dalam sistem kapitalisme menjadi ajang kebebasan yang tersedia berbagai fitur atau tayangan yang melenakan tanpa harus dituntut berpikir keras. Hal ini dikarenakan tidak adanya benteng keimanan. Anak-anak memilih bermedsos daripada belajar maupun membaca.
Sistem pendidikan kapitalisme sekuler telah menggiring generasi pada kualitas level terendah, jadi masalah ini tidak akan selesai dengan menambah tanggung jawab guru dan orang tua atau membatasi ponsel dilingkungan sekolah.
Masalah ini harus diselesaikan dari dasar sistem pendidikan yaitu mencarikan sistem pendidikan alternatif yang terbukti mampu menghasilkan generasi berkualitas. Satu-satunya sistem pendidikan yang memenuhi target dan terbukti yaitu sistem pendidikan Islam dalam naungan Daulah Khilafah. Sistem pendidikan Islam dibangun dari aqidah Islam. Anak-anak diarahkan mencari ilmu agar beriman lagi berilmu. Banyak dalil menjelaskan pentingnya mencari ilmu seperti dalam QS At-taubah ayat 11 yaitu
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَاِ نْ تَا بُوْا وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تَوُا الزَّكٰوةَ فَاِ خْوَا نُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
"Dan jika mereka bertobat, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."
Dan juga dalam QS Al Alaq ayat 1 yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِقْرَأْ بِا سْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"
Dari Abu Hurairoh ra, Rasulullah SAW bersabda "Barang siapa yang menyusuri sebuah jalan demi mencari ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya ke syurga". (HR. Muslim)
Ketika Rasulullah SAW selaku kepala negara Islam di Madinah beliau pernah membuat kebijakan kepada kafir Quraisy yang menjadi tawanan perang Badar bahwa tebusan bagi mereka dengan mengajar kaum muslimin baca tulis.
Syaikh Atha bin Khalil dalam kitab Usus at-Ta'lim fi Daulah al-Khilafah menjelaskan dasar kurikulum wajib memperhatikan dua hal yaitu pertama, pendidikan diarahkan membangun kepribadian Islami, pola pikir (aqliyah) dan jiwa (nafsiyah) bagi generasi. Kedua, pendidikan mempersiapkan generasi agar diantara mereka menjadi ulama-ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan, baik ilmu keislaman seperti ijtihad, fikih, peradilan, maupun ilmu terapan yakni teknik, kimia, fisika, kedokteran, dan lainnya.
Dengan sistem pendidikan seperti itu, anak-anak tidak mungkin menjadi generasi yang lemah literasi atau belum lancar membaca. Maka yang ada mereka akan menjadi generasi yang haus ilmu. Perkembangan teknologi akan mereka manfaatkan dengan tepat sebagai pendukung media pembelajaran. Semua ini hanya bisa terealisasi salam sistem Islam dalam bingkai Daulah Khilafah.
Wallahualam bissawab
.jpeg)
No comments:
Post a Comment