Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konspirasi AS-Zionis Kian Terang Menguasai Palestina

Sunday, March 16, 2025 | Sunday, March 16, 2025 WIB

 



Penulis Jovilda Nurzahrani Thufailah

(Pegiat Dakwah)


Konflik Palestina terus berlanjut meskipun ada  gencatan senjata antara Hamas dengan Israel pada  Januari 2025. Israel tetap melanjutkan agresinya ke Tepi Barat dan menewaskan puluhan warga Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki niat untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata. 


Di sisi lain, ancaman bagi Palestina juga datang dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengambil alih Gaza dan merelokasi warganya ke negara lain, termasuk Indonesia. Rencana ini disebut sebagai solusi untuk mengatasi kondisi Gaza yang dianggap tidak lagi layak huni.


Trump mengklaim bahwa relokasi akan memberi warga Gaza kehidupan yang lebih baik. Namun, langkah ini justru menunjukkan upaya AS untuk menghapus eksistensi Palestina dan memperkuat dominasi Israel di kawasan tersebut. 


Ambisi AS Mengendalikan Gaza 


Menurut laporan The Jerusalem Post, utusan Timur Tengah Trump, Steve Wifkoff, mengungkapkan bahwa AS ingin merelokasi dua juta warga Gaza ke negara lain sebagai bagian dari strategi perdamaian. AS berencana menguasai Gaza secara penuh, mengelola wilayah tersebut dan menghilangkan semua senjata yang ada. (kompas.tv 8/2/2025)


Trump bahkan berfantasi menjadikan Gaza sebagai kawasan wisata dunia. Ia pernah sesumbar bahwa "mereka akan pecah" di Gaza jika Hamas tidak segera membebaskan tawanan Israel sebelum 15 Februari 2025 yang lalu. Ancaman ini semakin memperjelas dukungan penuh AS terhadap penjajahan Israel. 


Sejak masa jabatan pertamanya (2017—2021), Trump telah menunjukkan keberpihakannha kepada Israel. Dirinya mendukung Yerussalem sebagai ibu kota Israel dan memotong pendanaan bagi UNRWA, badan PBB yang membantu pengungsi Palestina. Pada 2019, ia juga mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel, bertentangn dengan kebijakan AS sebelumnya. 


Relokasi Bukan Solusi 


Rencana relokasi warga Gaza sungguh bukanlah solusi, melainkan upaya sistematis untuk menghapus Palestina dari peta dunia. Jika warga Palestina meninggalkan tanah mereka, maka Israel akan semakin leluasa menguasai wilayah tersebut.


Dalam Islam, mempertahankan tanah air adalah kewajiban. Allh Swt. telah mengizinkan kaum muslim untuk berperang melawan penjajah yang menyerang dan menindas mereka. 


Allah berfirman: 


أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ


Artinya: "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa untuk menolong mereka itu." (QS. Al-Hajj [22]: 39)


Bahkan, jihad dalam membela tanah air adalah kewajiban bagi kaum muslim. Syaikh Said bin Ali Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa jika musuh telah memasuki wilayah Muslim, maka penduduk setempat wajib memeranginya. Jika mereka tidak mampu, maka kewajiban ini meluas kepada muslim di wilayah lain. 


Oleh karena itu, langkah yang harus diambil bukanlah mendorong warga Palestina untuk pergi, tetapi membantu mereka dengan berbagai cara. Muslim di seluruh dunia harus membuka perbatasan mereka untuk mengirim bantuan logistik, menyediakan tempat penampungan sementara bagi wanita, anak-anak, dan lansia, serta mendukung perjuangan rakyat Palestina secara nyata. 


Allah berfirman: 


وَإِنْ اسْتَنْصُرُوْكُمْ فِي الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمْ النَّصْرُ


Artinya: "Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama ini maka kalian wajib menolong mereka."


Kewajiban Kaum Muslim: Membebaskan Palestina


Langkah paling mendesak dalam membela Palestina adalah mengirim pasukan untuk melawan penjajah. Allah Swt. telah memerintahkan kaum muslim untuk melawan orang-orang yang menyerang mereka. 


Allah Swt. berfirman: 


فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ 


Artinya: "Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah dia secara seimbang dengan serangannya terhadap mereka." (QS. Al-Baqarah [2]: 194)


Sayangnya, para pemimpin negara muslim saat ini lebih memilih tunduk kepada kekuatan Barat dan sekutu mereka. Alih-alih mengirim pasukan untuk membantu Palestina, mereka justru bernegosiasi dan menawarkan perdamaian yang tidak menguntungkan bagi rakyat Palestina. 


Allah Swt. mengingatkan: 


فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ


Artinya: "Janganlah kalian lemah dan meminta untuk berdamai, padahal kalian lebih unggul di atas mereka. Allah pun bersama kalian dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala umat-umat kalian." (QS. Muhammad [47]: 35)


Palestina Milik Umat Muslim 


Palestina bukan hanya isu nasional bagi rakyatnya, tetapi merupakan persoalan seluruh kaum muslim. Sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab, Palestina adalah bagian tanah kaum muslim. Oleh karena itu, menyerahkan Palestina kepada Israel, baik secara langsung maupun melalui relokasi penduduknya adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam.


مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى


Artinya: "Perumpamaan kaum mukmin dalam perilaku saling mencintai, berkasih sayang, dan tolong-menolong di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Jika ada satu bagian tubuh mengalami sakit maka sekujur tubuh ikut merasakannya dengan tidak dapat tidur dan merasakan demam." (HR. Muttafaq "alayh)


Umat Islam harus menyadari bahwa rencana AS dan Israel untuk menguasai Palestina bukan sekadar strategi geopolitik. Namun sebagai bagian dari upaya sistemis untuk menghilangkan Palestina dari sejarah relokasi bukan solusi, melainkan taktik untuk memperluas penjajahan. 


Muslim di seluruh dunia harus bersatu dalam membela Palestina dengan berbagai cara, termasuk mengirim bantuan, membuka perbatasan bagi pengungsi sementara, dan mendukung perjuangan militer untuk membebaskan tanah Islam dari penjajahan Zionis. 


Umat Islam membutuhkan kepemimpinan kuat yang dapat melindungi mereka, bukan pemimpin yang tunduk kepada Barat. Hanya dengan persatuan dan kepemimpinan yang kokoh, Palestina dapat dibebaskan sepenuhnya. 


Wallahu a'lam bi ash shawab.

1 comment:

×
Berita Terbaru Update