Oleh : Neng Sri
(Ibu Rumah Tangga)
Kaum muslim seperti tahun-tahun sebelumnya menyambut kedatangan bulan
Ramadhan dengan penuh sukacita. Ramadhan layaknya "tamu agung yang
kedatangannya selalu ditunggu-tunggu". Apalagi bulan Ramadhan cuma datang satu
setahun sekali. Bulan Ramadhan selalu dirindukan oleh setiap kaum muslim dan selalu
ditunggu-tunggu setiap tahun. Namun demikian, Syaban, sebagai bulan sebelum
Ramadhan, juga tak boleh dianggap sepele. Tidak selayaknya seorang muslim
mengabaikan bulan Sya'ban. Apalagi Rasulullah SAW mengingatkan : (HR an-Nasa'i).
Dalam hadis diatas, Rasulullah SAW menyatakan bahwa bulan Sya'ban adalah
momentum amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, hendaknya
kita memperbanyak amal-amal shalih seperti sholat-sholat Sunnah, shaum-shaum
sunnah, bersedekah, berdzikir, membaca al-qur'an, berdakwah, melakukan amal ma'ruf
nahi mungkar, dan ragam bentuk amal-amal shalih yang lain.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan dan Rahmat Allah
SWT. Oleh karena itu, kaum muslim hendaknya mempersiapkan diri sebaik mungkin
agar dapat meraih keutamaan dan keistimewaan bulan suci ini. Bulan Ramadhan yang
penuh berkah karena itu jauh-jauh hari sudah memfokuskan diri untuk memperbanyak
ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Diantaranya, dengan memperbanyak membaca
Al-Qur'an sepanjang bulan Sya'ban. Terkait pentingnya mempersiapkan diri sebelum
Ramadhan tiba, Amr bin Qais pernah berkata : "beruntunglah orang yang berusaha
menata (mensucikan) jiwanya sebelum Ramadhan datang (Ibnu Rajab Al Hambali
Latha'if al-Ma'atif, hlm. 138)
Mensucikan jiwa dapat dilakukan antara lain dengan banyak bertaubat kepada Allah
SWT. Dengan begitu, saat masuk Ramadhan seorang muslim dalam keadaan bersih
dari dosa. Bulan Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk melatih dan membiasakan diri
melakukan ragam ketaatan amal-amal shalih sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Ketika Ramadhan tiba, kita sudah terbiasa melakukan ketaatan dan amal shalih sekaligus menjauhi ragam dosa dan kemaksiatan. Maka dari itu, menjalani puasa Ramadhan dengan jauh lebih baik. sebagaimana diketahui tujuan utama dari ibadah puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Firman Allah SWT :
"wahai orang-irang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orangorang sebelum kalian, agar kalian bertakwa" (TQS al-Baqarah{2}:183).
Dalam hal ini, para pemimpin terutama para penguasa dan para pejabat, lebih layak untuk bersegera meninggalkan segala bentuk kedzaliman terhadap rakyatnya. Karena itu, bulan Sya'ban adalah momen yang tepat bagi para pemimpin untuk segera menghentikan segala bentuk kedzaliman, menegakkan keadilan, dan menjalankan amanah dengan benar. Jika mereka sungguh-sungguh ingin mendapatkan keberkahan pada bulan Ramadhan, mereka harus meninggalkan segala bentuk kedzaliman sebelum bulan suci itu tiba.
Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan Sya'ban ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa memasuki bulan suci Ramadhan dalam keadaan suci, bersih, dan siap berpuasa demi meraih takwa dengan takwa yang sebenar-benarnya.
Wallahu a'lam bi ash-shawab
No comments:
Post a Comment