Oleh Wida
Ibu Rumah Tangga
Rajab adalah salah satu bulan di antara empat bulan yang Allah Swt. muliakan (lihat QS. at-Taubah(9):36). Terkait bulan haram ini para ulama telah menekankan agar bulan ini dihiasi dengan ragam amal shalih. Sebaliknya harus dijauhi perbuatan- perbuatan dosa atau maksiat. Allah berfirman dalam QS at-Taubat ayat 36:
“Karena itu janganlah kalian menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan itu.’
Berkaitan dengan ayat di atas, Imam al-Baghawi menyatakan larangan berlaku zalim (maksiat) tentu berlaku untuk seluruh waktu dalam setahun. Atas dasar itu ragam amal shalih pada bulan-bulan haram termasuk pada bulan Rajab saat ini akan dilipat gandakan pahalanya, sebaliknya ragam kemaksiatan pada bulan-bulan haram juga akan dilipat gandakan dosa dan hukumannya.
Bulan Kemuliaan Umat
Ada lima peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab. Pertama, peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhamad Saw peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh tahun kenabian dan di abadikan oleh Allah Swt dalam al-Quran (Lihat QS al-Isra ayat 1).
Kedua, peristiwa perang Tabuk. Perang ini terjadi pada bulan Rajab tahun ke 9 H(630M). Perang ini terjadi antara pasukan Muslim (Negara Islam) di bawah pimpinan Rasulullah saw. Ketiga, peristiwa Perang Yarmuk. Ini adalah salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Islam antara pasukan Khilafah Islam melawan pasukan Kekaisaran Romawi.
Keempat, Pembebasan Baitul Maqdis untuk pertama kalinya. Pembebasan ini terjadi pada Bulan Rajab tahun ke-15 H (637 M), pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Kelima, peristiwa Pembebasan Baitul Maqdis yang kedua kalinya. Ini juga merupakan salah satu peristiwa monumental dalam sejarah Islam.
Namun demikian, seiring dengan kemunduran umat Islam, terjadi peristiwa kelam, yakni jatuhnya Khilafah Utsmaniyah. Sejak keruntuhan Khilafah ini, Dunia Islam terpecah-belah menjadi lebih dari 50 negara yang lemah. Kaum muslim tidak berdaya di bawah kekuatan negara-negara kafir. Sejak keruntuhan Khilafah pula, Baitul Maqdis sampai sekarang dikuasai kaum Zionis Yahudi. Belum ada satu pun negara yang berani menolongnya secara militer.
Secara i’tiqâdi, kita meyakini bahwa umat Islam adalah umat terbaik (khayru ummah). Begitu firman Allah yang ada dalam QS. Ali Imran ayat 110. Sayang, dalam realitasnya saat ini, kondisi umat Islam sedang terpuruk. Penjajahan di Palestina yang terus berlangsung hingga saat ini hanyalah salah satu bukti tragis atas kondisi umat Islam hari ini.
Untuk itu umat Islam sedunia harus menegakkan kembali khilafah islam. Karena mereka pernah meraih posisi sebagai umat terbaik adalah pada masa Kekhilafahan tegak selama 13 abad. Hanya dengan Khilafah umat Islam bisa membebaskan kembali Baitul Maqdis sekaligus menyelamatkan kaum muslim Palestina.
Wallahu a’lam bish shawab.
No comments:
Post a Comment