Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jangan Lupakan Gaza!

Wednesday, January 22, 2025 | Wednesday, January 22, 2025 WIB

 


Oleh Sutarmi

Ibu Rumah Tangga


Pasukan Israel mengubah "Zona kemanusiaan keamanan" di jalur Gaza menjadi tumpukan puing-puing dan abu. Sejak operasi pembebasan Palestina yang dinamai Badai Al-Aqsi, aksi genosida zionis Yahudi terhadap warga Gaza masih terus berlangsung. Hingga hari ini jumlah korban meninggal diperkirakan lebih dari angka 46 rivu jiwa, korban luka, termasuk cacat permanen, lebih dari 100 ribu korban hilang, diduga tertimbun reruntuhan bangunan, ada sekitar 11 ribu.

Namun, ada kekhawatiran terhadap umat yang mulai lupa dan bosan menberikan perhatian pada Gaza. Mereka menganggap apa yang dilakukan entitas Yahudi atas Palestina sebagai hal yang biasa. Suara para pemimpin negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, menyatakan bahwa tindakan negara zionis atas Palestina selama ini sebagai tindakan membela diri secara legal. Suara yang sama juga terus dipropagandakan oleh media masa Barat dan para pengikutnya, juga para Bazzar negara zionis.

Persiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan nengancam Hamas untuk segera membebaskan tawanan. Ia menyebut neraka akan pecah jika Hamas tidak mengikuti perintahnya. Demikian yang dia nyatakan pada 8 januari lalu. Ocehan para pemimpin Barat, media masa dan bazzer yang menjadi corong mereka adalah dusta besar. Kehadiran entitas Yahudi adalah ilegal. Kaum Yahudi datang berbondong-bondong ke Palestina atas konsfirasi jahat negara-negara barat. PBB pun mengukuhkan eksistensi negara zionis lewat pengakuan mereka sebagai anggotanya pada tahun 1949. Palestina adalah tanah air kaum muslim.

Palestina termasuk tanah kharajiyah yang di bebaskan oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra. Mereka juga meminta kepada amirul muminin Umar ra., lewat perjanjian Umariyah, untuk tidak mengizinkan satu orang Yahudi pun tinggal di negara mereka meskipun hanya satu malam. Karena itu bohong besar jika serangan zionis Yahudi terhadap penduduk Palestina disebut sebagai upaya membela diri.

Baginda Nabi Muhammad saw. menggambarkan betapa mahal dan berharganya nyawa seorang muslim. Rasulullah saw., pun menceritakan besarnya kemurkaan Allah Swt terhadap seorang muslim.

"Andai penduduk langit dan penduduk bumi berkumpul untuk membunuh seorang muslim, sungguh Allah akan membanting wajah mereka dan melemparkan mereka ke dalam neraka."(HR. At-Thabrani).

Bayangkanlah, hari ini muslim yang terbunuh bukan hanya satu tetapi puluhan ribu. Namun demikian, nyaris tidak ada pembelaan terhadap mereka. Hal yang juga di khawatirkan, setiap hari orang makin melupakan nasib Gaza. Padahal seorang muslim semestinya mencurahkan perhatiannya terus menerus pada nasib kaum muslim.

Banyak penguasa muslim, misalnya, yang justru menjalin hubungan akrab dengan zionis Yahudi dan Amerika Serikat yang jelas-jelas kafir harbifi'i[an]. Sebaiknya, para penguasa muslim tersebut tidak memberikan pembelaan yang  sepadan kepada penduduk Gaza.

Rasulullah saw. juga menggambarkan hubungan sesama orang beriman bagaikan satu tubuh. Artinya, jika ada satu yang luka maka harusnya yang lain pun secara otomatis ikut merasakan perihnya luka tersebut.

Sungguh penderitaan yang dialami penduduk Gaza, jauh melebihi apa yang sedang dialami penduduk dan selebritis Hollywood dalam kebakaran di Los Angeles, hari ini sudah menyebabkan total kerugian sampai 1.000 triliun. Angka ini hampir tiga kali lipat dari bantuan Amerika Serikat untuk operasi militer zionis.

Namun demikian, di sana tidak ada serangan bom,fosfor, penyiksaan, dan pembunuhan yang terjadi di Gaza. Allah Swt., mewajibkan untuk mengusir para penjajah dari tanah air mereka. Allah Swt. berfirman, "Perangilah mereka kaum kafir di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian."(QS. AL- Baqarah : 191)

Sungguh kaum muslim memiliki sumber daya yang dahsyat. Cukup untuk mengusir dan menghancurkan zionis di tanah Palestina. Semestinya semua itu bisa digunakan untuk menekan dan menghancurkan entitas Yahudi dari tanah Palestina. Apalagi umat memiliki kekuatan militer dan pasukan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan pasukan Yahudi.

Makin nyata umat ini membutuhkan institusi khilafah untuk melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan pejajahan. Termasuk untuk membebaskan Gaza. 

Wallahualam bissawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update