Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina Butuh Bantuan Nyata, Hanya Khilafah yang Dapat Mewujudkannya

Tuesday, November 12, 2024 | Tuesday, November 12, 2024 WIB

Oleh Fina Fadilah Siregar

(Aktivis Muslimah)

Serangan brutal Israel di Palestina sejak 7 Oktober 2023 mengakibatkan lebih dari 11.825 pelajar tewas, menurut laporan Kementerian Pendidikan Palestina pada Selasa (29/10/2024) lalu. Pelajar yang terbunuh tersebut tidak hanya yang ada di Gaza, melainkan di Tepi Barat.
Kementerian Pendidikan Palestina mengungkapkan bahwa di Gaza, pembunuhan terhadap anak usia sekolah mencapai 11.057 jiwa dan lebih dari 16.897 lainnya terluka. Pada kalangan mahasiswa, sebanyak 681 orang terbunuh dan 1.468 orang lainnya luka-luka, sebagaimana dilansir Anadolu Ajansı, Jumat (1/11/2024).

Sementara di Tepi Barat, 79 siswa sekolah dan 35 mahasiswa tewas, serta ratusan orang terluka dan ditahan oleh kedua kelompok tersebut.

Dalam laporan Kementerian Pendidikan Palestina, pembunuhan oleh serangan Israel juga menyasar ke pengajar dan staf yang ada di lembaga pendidikan. Di Gaza, sebanyak 441 guru dan staf sekolah terbunuh dan 2.491 lainnya luka-luka. Kemudian di Tepi Barat, dua staf sekolah tewas, 17 luka-luka, dan 139 lainnya ditahan. Sementara di tingkat pendidikan tinggi, 117 anggota staf akademik termasuk dosen di Gaza dipastikan tewas.

Dalam kondisi ini, serangan Israel juga telah merusak ratusan infrastruktur pendidikan di Palestina. Ada 406 sekolah di Gaza, 65 di antaranya dikelola oleh UNRWA, mengalami berbagai tingkat kerusakan. Dari jumlah tersebut, 77 sekolah hancur total. Lalu di Tepi Barat, 84 sekolah mengalami kerusakan.
Untuk institusi pendidikan tinggi di Gaza, sebanyak 20 universitas dilaporkan mengalami kerusakan yang parah, 51 gedung universitas hancur seluruhnya dan 57 hancur sebagian. Hal ini masih diperparah dengan kondisi penolakan akses kepada pelajar. Kementerian menyebutkan bahwa 88.000 mahasiswa dan sekitar 700.000 anak sekolah di Gaza telah ditolak aksesnya ke institusi mereka.

Penjajahan Zionis terhadap Palestina masih terus berlangsung dan kembali menelan korban. Anak-anak sekolah tak berdosa pun menjadi target serangan. Rusaknya sekolah-sekolah, banyaknya guru yang syahid membuat anak-anak Palestina tidak lagi mendapatkan pendidikan yang layak, sarana dan prasarana yang layak dan kurikulum yang layak. Sungguh bentuk kekejian yang nyata.
Dunia tetap tidak memberikan bantuan nyata, padahal kecaman nyata-nyata tak mampu menghilangkan penjajahan itu. Sementara Amerika Serikat terus memberikan dukungan kepada Zionis demi mengalahkan Palestina.

Para penguasa negeri muslim juga masih tetap mati rasa. Tak tergerak hatinya untuk memobilisasi pasukan militernya untuk berjihad membebaskan Palestina. Makin nyata pengkhianatan mereka terhadap muslim Palestina, padahal Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam adalah satu tubuh, umat Islam adalah saudara.

Namun sistem sekuler kapitalisme yang berkuasa saat ini telah mematikan makna persaudaraan karena iman dan Islam. Kedudukan dan kekuasaan lebih mereka cintai daripada nasib saudaranya. Nasionalisme yang lahir darinya juga telah menghilangkan kepedulian karena ikatan akidah Islam.
Umat harus dibangun kesadarannya akan akar persoalan dan solusi hakiki untuk membebaskan Palestina. Umat harus mendorong penguasa negeri muslim untuk memobilisasi pasukan militer mereka untuk berjihad melawan zionis penjajahan wilayah muslim tak akan terjadi jika umat memiliki pelindung yaitu Khilafah Islamiyah karena Khilafah Islamiyah adalah sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang menerapkan Islam sebagai aturan dalam semua sendi kehidupan, sehingga semua umat akan menjadi manusia yang berkepribadian Islami yang menyadari bahwa umat Islam adalah satu tubuh, bila saudaranya sesama muslim diserang dan disakiti, maka umat muslim lainnya juga merasakan sakit yang sama. Bantuan nyata yang dibutuhkan Palestina hanya dapat diwujudkan dengan Khilafah, bukan dengan yang lain.

Oleh karena itu, umat Islam harus berjuang untuk membangun kesadaran akan kebutuhan adanya Khilafah dan berjuang bersama untuk menegakkannya. Tentu saja perjuangan ini tidak mudah dan pasti penuh liku. Tapi kita harus selalu yakin bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada hambanya yang terus berusaha dan berdo’a tak kenal lelah untuk memperjuangkan agama-Nya karena Khilafah adalah janji Allah. Allahu Akbar!

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update