Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasionalisme, Penyebab Pengungsi Rohingya Terlunta-lunta

Thursday, November 07, 2024 | Thursday, November 07, 2024 WIB

Oleh Mariah

Pendidik Generasi

Miris, keadaan pengungsi Rohingya yang terusir dari tempat tinggalnya hingga kini masih terlunta-lunta mencari perlindungan. Dilansir dari media online, MEDAN, KOMPAS.com – Sebanyak 146 pengungsi Rohingya terdampar di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (24/10/2024). Sebelum tiba di Deli Serdang, mereka berlayar selama 17 hari dari kamp pengungsian di Bangladesh.

Salah satu pengungsi, M. Sufaid (24), menjelaskan mereka awalnya mengungsi di Bangladesh karena adanya konflik di Myanmar, tempat asal mereka. Berharap mendapatkan perlindungan di Indonesia, mereka nekat berlayar menggunakan kapal kayu.” Ternyata ada penolakan terhadap kami oleh masyarakat,” ungkap Sufaid saat diwawancarai di Aula Camat Pantai Labu.

Para pengungsi Rohingya mencari tempat untuk berlindung dari penindasan bahkan genosida yang terjadi di negerinya. Mereka terlunta-lunta demi menyelamatkan nyawa dan menyambung hidup dengan aman. Namun, melihat kenyataan yang ada para pengungsi Rohingya sering mengalami penolakan dari negeri-negeri yang diharapkan dapat menolong mereka, termasuk Indonesia. Terkadang masyarakat pesisir laut di Indonesia pun menolak pengungsi Rohingya yang hendak merapat ke wilayah mereka untuk mencari tempat tinggal. Meskipun bantuan kemanusiaan tetap diberikan seperti kebutuhan makan dan minum bahkan obat-obatan untuk pengungsi yang membutuhkannya.

Begitu pula para pemimpin negeri-negeri muslim, tak banyak yang mereka lakukan. Menampung sementara dan memberikan bantuan seperlunya, hanya itu yang bisa dilakukan. Tak ada keberanian mengambil langkah untuk melindungi dan menjaga muslim Rohingya seluruhnya serta menyelesaikan akar permasalahan yang menimpa mereka yaitu Genosida  oleh militer Myanmar dan pemimpinnya.

Dengan alasan karena urusan dalam negeri masing-masing negara. Membuat para pemimpin negeri-negeri muslim tak berbuat banyak. Inilah Nasionalisme yang membatasi rasa kemanusiaan dan membungkam hati nurani untuk menolong mereka yang tertindas tapi beda wilayah dan negara. Padahal sudah jelas bahwa sesama muslim adalah bersaudara yang apabila ada yang menderita maka muslim yang lain pun ikut merasakan dan sebisa mungkin wajib menolong. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist,

”Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Solusi bagi muslim Rohingya tak lain ada pada para pemimpin muslim dan penerapan sistem Islam seacara  kaffah. Pada sistem Islam negara akan melindungi seluruh rakyatnya tanpa kecuali. Meskipun mereka berbeda etnis ataupun kebudayaannya. Negara akan senantiasa melindungi dan menjaga stabilitas keamanan bagi rakyatnya agar tidak terjadi konflik seperti yang dialami muslim Rohingya. Rakyat akan diurus, dicukupi kebutuhan pokoknya dan dijaga keamanannya. Serta dijaga hak-haknya atas tempat tinggal mereka. Rakyat pun dikuatkan akidah dan rasa persaudaraannya sesama muslim tanpa melihat ras ataupun kebudayaannya. Karena landasannya adalah  Iman dan Islam. Sehingga tidak akan ada yang mengungsi seperti pengungsi muslim Rohingya sekarang, yang terlunta-lanta di lautan.

Ketika ada muslim yang tertindas, negara akan mengambil langkah untuk menyelesaikannya seperti dengan mengambil langkah pendekatan politik hingga militer untuk memerangi pihak yang menindas. Tanpa melihat sekat wilayah atau negara. Dan memberikan pertolongan dan perlindungan bagi yang tertindas. Ketika mereka harus mengungsi, maka negara memastikan warga lokal menerima pengungsi karena rasa kemanusiaan dan persaudaraan sesama muslim tanpa memandang sekat etnis yang ada.

Betapa Islam menjadikan pemimpin sebagai perisai dan pelindung bagi rakyatnya. Sudah saatnya sistem Islam diterapkan agar tercipta kehidupan yang aman dan sejahtera.

Wallahualam bissawab

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update