Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Makan Bergizi Gratis, Benarkah untuk Rakyat?

Sunday, November 03, 2024 | Sunday, November 03, 2024 WIB

 

 

Oleh: Yeni Purnamasari

(Ibu rumah tangga)

 

Makan siang gratis yang menjadi program unggulan pasangan terpilih Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kini berubah menjadi makan bergizi gratis. Program ini akan diberlakukan mulai tanggal 02 Januari 2025. Program ini digagas berawal dari tingginya angka stunting di Indonesia. Program tersebut pun diklaim bisa memperbaiki gizi anak Indonesia.

 

Mengenai anggaran makan bergizi gratis, dana yang dikeluarkan sebesar Rp450 triliun per tahun. Sasaran program ini diberikan untuk 82,9 juta masyarakat miskin yang dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, 4,4 juta ibu hamil. Kedua, 74,2 juta anak sekolah. Ketiga, 4,3 juta santri. Indonesia pun membuka peluang bagi sektor swasta untuk mengimpor sapi hidup guna memenuhi kebutuhan susu dan daging. Saat ini sudah ada sekitar 46 perusahaan dalam dan luar negeri yang berkomitmen mendatangkan 1,3 juta ekor sapi ke Indonesia. (Merdeka.com, 17-11-2024)

 

Bukan hanya namanya yang berubah, tetapi anggaran per porsi juga mulai disilet dari harga Rp15.000 di luar susu, kini menjadi Rp7.500. Menurut Budiman Sudjatmiko yang merupakan anggota dewan pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), utak-atik anggaran untuk makan bergizi gratis tidak akan mengurangi gizi dari yang dikonsumsi anak Indonesia. Pasalnya, untuk memenuhi 4 sehat 5 sempurna tidak cukup hanya dengan Rp15.000. (Kompas.com, 7-7-2024)

 

Benarkah Mampu Perbaiki Gizi Generasi?

 

Program unggulan makan bergizi gratis diharapkan dapat mendongkrak gizi anak sekolah, memperbaiki sumber daya manusia (SDM) hingga menggerakkan ekonomi nasional. Namun, program ini memicu polemik karena perubahan bahan susu dari sapi ke susu ikan. Lantas, mampukah susu sapi yang akan diganti dengan

susu ikan bisa memenuhi gizi anak? Susu ikan merupakan analog hasil dari hidrolosat protein ikan (HPI) yang diolah menyerupai susu. Untuk menjadi susu membutuhkan waktu yang cukup lama dan bisa mengurangi kandungan vitamin dan nutrisi. Lebih baik mengonsumsi ikan utuh atau olahan yang bisa memenuhi gizi anak.

 

Tambal Sulam bagi Kapitalis

 

Peluang dalam program MBG diincar oleh bandit-bandit untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini karena banyaknya peluangmemperoleh cuan, dari pasokan bahan baku sampai distribusi MBG, seperti pasokan dagingnya dari suatu perusahaan. Dalam sistem kapitalisme, siapa yang memiliki banyak modal maka dialah yang berkuasa. Seharusnya negara mampu menjadi fasilitator bagi rakyat.

 

Pemerintah mengimpor sapi dari luar negeri untuk memenuhi stok susu dan daging karena masih kurangnya pasokan pangan di Indonesia. Program ini juga berpotensi menguntungkan beberapa pihak. Dalam bidang politik, makan siang gratis menjadi celah untuk mendapatkan suara dalam pemilihan dan mencari keuntungan di dalamnya.

 

Program makan siang gratis digadang-gadang mampu memperbaiki ekonomi rakyat dan membantu UMKM. Namun, faktanya program ini dijadikan bisnis oleh para korporasi dibandingkan dengan mempertahankan gizi generasi. Contohnya, susu sapi yang diganti dengan susu ikan yang nutrisinya lebih sedikit, menaikan pajak, dan mengurangi subsidi. Hal ini tentu akan menyebabkan masalah baru, yakni tingkat kemiskinan makin tinggi hingga pendapatan masyarakat makin rendah. Harga pangan yang makin tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan stunting dan gizi buruk.

 

Pemimpin dalam Islam Menjaga Amanah

 

 

Dalam sistem Islam tidak ada program khusus untuk memenuhi gizi dan menangani stunting seperti MBG. Negara bertanggung jawab menyejahterakan rakyat secara penuh. Mewujudkan kesejahteraan rakyat tentu membutuhkan anggaran yang besar. Negara Islam memiliki pemasukan yang besar di baitulmal, salah satunya berasal dari pengelolaan SDA. Anggaran yang melimpah tersebut akan dipergunakan untuk belanja negara dan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan tuntutan syariat. Negara melarang penguasaan SDA oleh individu maupun asing.

 

Negara Islam menjamin kesejahteraan rakyat secara individu per individu sesuai dengan syariat Islam tanpa khawatir terjadi kelaparan dan stunting. Negara akan memperhatikan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara maksimal.

 

Dengan demikian, umat butuh pemimpin amanah yang dapat mengurus rakyat dan mendengarkan aspirasi umat. Umat pun butuh pemimpin yang mampu mementingkan kepentingan rakyatnya dibanding keperluan pribadi. Seorang pemimpin harus berpegang pada syarak dan keimanan yang kuat agar tidak menyalahgunakan wewenangnya.

 

Rasulullah bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. yang artinya: “Tidak sempurna keimanan bagi orang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi yang tidak memenuhi janji. “(HR. Ahmad)

 

Penerapan sistem kapitalisme tidak akan bisa membenahi negara karena idenya bertentangan dengan syariat Islam. Hanya sistem Islam yang mampu menyejahterakan rakyat dengan menerapkan Islam kafah.

 

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update