Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z, Agen perubahan Menuju Politik Islam

Friday, November 15, 2024 | Friday, November 15, 2024 WIB

Oleh : Dede Darmini

(Aktivis Muslimah Peduli Umat)

 

Jakarta (ANTARA). Partisipasi pemilih muda atau generasi Z menjadi sorotan di momentum pesta demokrasi. Lantaran potensi mereka dalam membentuk dan memandang masa depan politik. Komposisi pemilih terbanyak pada pemilu 2024 februari lalu di Indonesia yakni gen Z dan melenial. Komisi pemilihan umum (KPU) telah menetapkan daftar pemilih tetap atau DPT pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Analis politik Ujang komarudin menilai gen Z memiliki peran penting di pilkada sebagai penentu pemimpin Jakarta. Bahkan tanpa disadari gen Z juga merupakan calon pemimpin dimasa depan. Oleh karena itu sudah selayaknya gen Z memiliki pola fikir lebih kritis, peduli dan banyak berkomentar terhadap dinamika politik dan demokrasi di Indonesia.

 

Gen Z tidak boleh terlena dan terkecoh dengan apresiasi pemerintah yang menganggap gen Z sebagai generasi yang bisa menjadi penentu nasib negara Indonesia. Perlu disadari dan dipahami oleh gen Z bahwasanya dinamika politik demokrasi yang dijalankan di Indonesia tidak lain mangacu pada azas sekulerisme yang memisahkan agama dari politik. Walhasil sistem politik yang diterapkan oleh sistem demokrasi, seluruh UU dan kebijakan yang dibuatnya berdasarkan kehendak manusia dan pesanan dari pihak-pihak yang haus kekuasaan dan kepentingan. Padahal kondisi yang diciptakan oleh sistem demokrasi ini sudah terbukti menyengsarakan rakyat dalam berbagai aspek kehidupan. Artinya tidak akan ada perubahan yang bararti ketika sistem politik di Indonesia masih menerapkan sistem demokrasi.

 

Dalam sistem politik Islam, suatu keharusan UU yang dibuatnya bersandar pada hukum- hukum yang telah Allah tetapkan. Urusan politik sudah sangat jelas termaktub dalam Al Qur’an dan As sunah yang harus dijalankan oleh kaum muslimin dengan metode sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Seorang kholifah yang akan dipilih oleh kaum muslimin melalui metode bai’at akan menjalankan sistem politik Islam beserta struktur yang mengikutinya. Sudah saatnya bangun untuk bersinergi menuju perubahan yang hakiki yakni perubahan revolusioner tanpa dibajak oleh demokrasi sekuler. Wallahu a’lam..

Gen Z, Agen perubahan Menuju Politik Islam
Oleh : Dede Darmini
(Aktivis Muslimah Peduli Umat)

Jakarta (ANTARA). Partisipasi pemilih muda atau generasi Z menjadi sorotan di momentum pesta demokrasi. Lantaran potensi mereka dalam membentuk dan memandang masa depan politik. Komposisi pemilih terbanyak pada pemilu 2024 februari lalu di Indonesia yakni gen Z dan melenial. Komisi pemilihan umum (KPU) telah menetapkan daftar pemilih tetap atau DPT pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Analis politik Ujang komarudin menilai gen Z memiliki peran penting di pilkada sebagai penentu pemimpin Jakarta. Bahkan tanpa disadari gen Z juga merupakan calon pemimpin dimasa depan. Oleh karena itu sudah selayaknya gen Z memiliki pola fikir lebih kritis, peduli dan banyak berkomentar terhadap dinamika politik dan demokrasi di Indonesia.

Gen Z tidak boleh terlena dan terkecoh dengan apresiasi pemerintah yang menganggap gen Z sebagai generasi yang bisa menjadi penentu nasib negara Indonesia. Perlu disadari dan dipahami oleh gen Z bahwasanya dinamika politik demokrasi yang dijalankan di Indonesia tidak lain mangacu pada azas sekulerisme yang memisahkan agama dari politik. Walhasil sistem politik yang diterapkan oleh sistem demokrasi, seluruh UU dan kebijakan yang dibuatnya berdasarkan kehendak manusia dan pesanan dari pihak-pihak yang haus kekuasaan dan kepentingan. Padahal kondisi yang diciptakan oleh sistem demokrasi ini sudah terbukti menyengsarakan rakyat dalam berbagai aspek kehidupan. Artinya tidak akan ada perubahan yang bararti ketika sistem politik di Indonesia masih menerapkan sistem demokrasi.

Dalam sistem politik Islam, suatu keharusan UU yang dibuatnya bersandar pada hukum- hukum yang telah Allah tetapkan. Urusan politik sudah sangat jelas termaktub dalam Al Qur’an dan As sunah yang harus dijalankan oleh kaum muslimin dengan metode sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Seorang kholifah yang akan dipilih oleh kaum muslimin melalui metode bai’at akan menjalankan sistem politik Islam beserta struktur yang mengikutinya. Sudah saatnya bangun untuk bersinergi menuju perubahan yang hakiki yakni perubahan revolusioner tanpa dibajak oleh demokrasi sekuler. Wallahu a’lam..

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update