Oleh Icha
Aktivis Muslimah
Di bulan mulia, bulan penuh berkah,
Kami bersuka dalam syair dan kisah,
Mengenang kelahiran sang Rasul tercinta,
Pembawa cahaya, rahmat bagi semesta.
Maulid tiba, hati penuh gembira,
Menyambutmu, wahai Nabi, dengan cinta,
Sholawat menggema di setiap sudut,
Membawa damai dalam setiap detik hidup.
Engkau yang lembut, penuh kasih sayang,
Bimbinganmu tak pernah terbuang,
Kau ajarkan kami hidup penuh makna,
Dengan akhlak mulia dan cinta tanpa jeda.
Penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad saw. merupakan peringatan penting bagi umat Islam. Mengenang bulan kelahiran Baginda Rasulullah saw., sosok manusia termulia yang membawa cahaya Islam bagi alam semesta. Umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan Maulid Nabi saw. sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Sungguh, kecintaan seorang muslim kepada beliau harus di atas kecintaan kepada yang lain. Rasulullah saw. bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
” Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia menjadikan aku lebih dia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia. ” (HR al-Bukhari)
Oleh karena itu, yang mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya sepenuh hati, yang terus ia pertahankan sampai mati, ia pasti akan bersama-sama dengan Rasulullah saw. di surga-Nya nanti. Rasulullah bersabda:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR al-Bukhari)
Dikutip dari MMH, Jakarta, 12 rabiul awwal 1446 H/16 September 2024 M, Peringatan Maulid kali ini telah digelar dialog tokoh, yang dihadiri oleh kalangan ulama, inteligensi, dan para mubaligh. Di dalam acara tersebut Ust. Rokhmat S. Labib. M. E. I. telah menyampaikan firman Allah Swt.:
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
“`Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” TQS. At – taubah {9}: 24
Mahabbah (cinta) merupakan bagian dari amalan hati yang mengharuskan ada tanda kecintaan yaitu dengan meneladani dan mengikuti Rasullallah saw. di dalam kehidupan. Cara meneladani Rasulullah adalah dengan mengamalkan seluruh isi Al Qur’an dengan mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia. Mulai dari akidah dan ibadah hingga muamalah seperti dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, politik, hukum dan pemerintahan.
Miris, di balik peringatan Maulid nabi saw., tapi sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem kapitalis sekuler. Sistem yang berasal dari Barat, bertentangan dengan tuntunan Baginda Nabi saw. Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber peninggalan Nabi saw. kemudian dilucuti. Sementara sistem kapitalis sekuler yang jelas bathil dan merusak, serta lahir dari buatan manusia telah dianggap layak untuk diikuti.
Penerapan sistem Islam harus disampaikan kepada seluruh umat dan diterapkan di dalam kehidupan. Seperti kepemimpinan Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan dilanjutkan oleh para sahabat.
Sungguh, kemuliaan hanya akan didapatkan jika diterapkan sistem Islam. Tegaknya sistem Islam akan didapat dari konsisten dalam berdakwah. Dengan menerapkan sistem Islam sebagai akidah, akan mampu memecahkan masalah utama manusia, mengatur kehidupan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sedangkan kekayaan khazanahnya adalah dari tsaqofah Islam yang mencakup fikih, hadis, tafsir, bahasa dan lain sebagainya. Dengan begitu tentu akan melahirkan generasi umat yang cemerlang dan gemilang.
Wallahhualam bissawab.
No comments:
Post a Comment