Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencegah Stunting Penting, Agar Generasi Tahan Banting

Tuesday, October 29, 2024 | Tuesday, October 29, 2024 WIB

Oleh: ‘Aafiyah Lasemi

(Aktivis Samarinda)

Pada gelaran aksi bergizi, bertempat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSSC) Dome. Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, tujuan Gerakan Aksi Bergizi adalah program pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan pada remaja putri atau siswi sekolah.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya gizi seimbang, kesehatan remaja, dan cegah anemia melalui minum tablet tambah darah. Sehingga persiapan kesehatan reproduksi lebih baik, dan menurunkan risiko stunting. (Tribunkaltim.co, 19/10/2024)

*Stunting Penting Peran Negara*

Kegiatan tersebut adalah kegiatan yang patut di apresiasi. Mengingat pentingnya akan pemenuhan gizi terutama pada generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan negeri ini. Tentu mereka membutuhkan pemenuhan asupan makanan yang mampu menopang terpenuhi standar hidup yang berkualitas tahan banting alias sering sakit-sakitan (tidak stunting).

Namun jika ditelisik, persoalan stunting tidak bisa lepas dari kesejahteraan masyarakat dengan terjaminnya kebutuhan mendasar masyarakat. Taraf hidup rendah hingga masyarakat belum mampu memenuhi kebutuhan gizi pada anak anak mereka adalah salah satu pemicu yang memunculkan stunting. Menjadi beban tersendiri bagi keluarga kurang mampu, jika mereka dituntut dengan pemenuhan gizi keluarga sedangkan kebutuhan pokok lain juga menuntut untuk dipenuhi.

Di mana peran negara hari ini sebagai pengurus dalam memastikan kebutuhan rakyatnya hilang. Negara hadir sekedar sebagai regulator tidak memberikan jaminan terpenuhinya hajat penting rakyatnya. Sendirian, mereka berjuang memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Bertahan hidup dan berusaha untuk mencukupkan dari pendapatan yang mereka hasilkan.

Kalaulah kemudian negara hadir dan memberi solusi terhadap terpenuhinya gizi pada anak-anak negeri, hanya sebatas edukasi dan pemberian tambah darah. Tentu, ini tidak menyentuh akar persoalan dan tidak mampu menyelesaikan masalah.

Gerakan aksi bergizi dan sejenisnya hanya sekedar program tanpa menyentuh akar persoalan. Ada banyak hal yang menjadi penyebab stunting. Namun, kemiskinanlah yang menjadi penyebab paling utama.

Kemiskinan erat kaitannya dengan kemampuan menyediakan bahan makanan bergizi yang berhubungan langsung dengan kecukupan pemenuhan gizi. Berpengaruh juga terhadap akses terhadap layanan pendidikan yang terkait dengan pola asuh dan pola pemberian makanan yang tepat. Maka langkah pemerintah paling tepat untuk mengatasi stunting adalah jaminan kesejahteraan.

*Islam Meniadakan Stunting*

Sistem Islam memberikan jaminan terhadap kesejahteraan rakyatnya agar tidak stunting dan tidak terbanting (baca gizi buruk) dengan beberapa mekanisme. Pertama, menetapkan setiap laki-laki muslim, khususnya kepala rumah tangga bertanggung jawab bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini didukung dengan adanya lapangan kerja yang disediakan negara, sehingga masing-masing keluarga sejahtera tercukupi kebutuhan keluarga, anak-anak terpenuhi nutrisinya dan terhindar dari stunting.

Kedua, mendorong masyarakat untuk saling menolong jika terjadi kesulitan atau kemiskinan yang menimpa individu masyarakat. Keluarga dan tetangga membantu mereka yang berada dalam kondisi kekurangan, yaitu dengan aturan Islam seperti zakat, sedekah, dan lainnya.

Ketiga, menerapkan sistem ekonomi Islam. Dalam hal kepemilikan, baik individu, umum, dan negara, semua diatur untuk kemakmuran rakyat. Negara menjamin kehidupan setiap individu masyarakat untuk mendapatkan sandang, pangan, dan papan yang layak.

Kemudian Islam juga mengupayakan agar pertanian dapat ditingkatkan untuk memproduksi kebutuhan pangan. Tidak ada impor pangan yang akan mematikan harga jual masyarakat. Kebijakan pemimpin Islam dalam ketahanan pangan negara dipastikan untuk memenuhi gizi masyarakat.

Kebijakan Islam adalah politik untuk melayani rakyat, bukan kapitalisasi kepentingan atau keberpihakan pada korporasi. Pemimpin Islam adalah pengurus yang bertanggung jawab atas rakyatnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Maka, solusi masalah stunting membutuhkan upaya sistemis yang membutuhkan peranan negara dengan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan yang gratis juga berkualitas.

Stunting bukan hanya dipandang sebatas kurangnya pengetahuan terhadap pemenuhan gizi, tapi karena kondisi kemiskinan yang memaksa warga ada pada kondisi serba kurang (miskin). Maka, kondisi stunting akan terus ada selama permasalahan miskin ini tidak diatasi. Semua itu hanya bisa diwujudkan dan diatasi secara tuntas ketika Islam diterapkan secara kaffah (menyeluruh) oleh negara sekaligus dijadikan aturan bagi seluruh bidang kehidupan.

Wallahua’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update