Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Kehilangan Arah, Saatnya Kembali Kepada Fitrah

Tuesday, October 01, 2024 | Tuesday, October 01, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:37:22Z

Oleh: Zoya

Mudahnya akses sosial media, dan banyaknya perubahan yang cepat menuntut generasi untuk bergerak cepat pula. Kemudahan dalam mengakses banyak hal, termasuk melihat setiap perubahan atau pencapaian orang lain, tak sedikit membuat generasi saat ini merasa tertinggal atau merasa harus memiliki itu pula. Sehingga menciptakan standar idealis yang tidak sesuai dengan kapasitas diri. Hal ini pula yang menjadi salah satu dari banyaknya isu mental health dimana seseorang akan merasa tertinggal dan menyalahkan keadaan karena membandingkan dengan kehidupan orang lain.

Hal itu pula yang membuat generasi kehilangan arah, setelah lulus sekolah, kuliah, kesulitan mendapatkan pekerjaan, membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, membuat mereka meremehkan diri sendiri, merasa diri tidak berharga, menyalahkan keadaan, berujung stress, depresi, dan bunuh diri. Sebagaimana kasus-kasus yang seringkali kita dapati, remaja putus sekolah, berujung tawuran, bullying antar pelajar, mahasiswa bunuh diri, begal, remaja terkena gangguan depresi, dan kasus-kasus lainnya.

Sungguh miris melihat generasi saat ini, generasi dengan segudang potensi yang diberikan oleh Allah, tetapi tidak dimanfaatkan sebagaimana fitrahnya. Fitrah seorang makhluk yakni untuk beribadah kepada Allah swt. Ibadah tidak hanya sebatas sholat saja, tetapi untuk taat kepada segala perintah dan larangan Allah. Menggunakan kemampuan untuk kebaikan, semisal memiliki kemampuan berbicara maka gunakan untuk menyampaikan kebenaran, kemampuan untuk menuntut ilmu maka bersungguh-sungguh di dalamnya, kemampuan untuk mencoba hal baru maka lakukan. Dan kemampuan-kemampuan lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan.

Hal ini yang seringkali dilupakan, dan memang terjadi karena sistem saat ini yang bersandar pada standar kapitalis, sehingga menciptakan standar hidup yang berasaskan materi. Segala kehebatan itu bergantung pada materi. Mereka yang hebat, mereka yang menawan, mereka yang keren adalah mereka yang memiliki rumah yang besar, mobil-mobil seri terbaru, handphone keluaran terbaru, jabatan yang tinggi, dan lainnya. Sehingga mereka yang berada di bawah itu dan tidak bisa mencapai itu adalah mereka yang rendah. Dan menciptakan tekanan bagi orang-orang yang di bawah.

Berbeda sekali dengan Islam, dalam Islam tidak mempedulikan seberapa banyak harta, tahta maupun wanita. Akan tetapi dalam Islam yang dilihat adalah ketakwaannya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surat Al Hujurat ayat 13, yang artinya:
“…Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa…”
Bertakwa adalah predikat yang bisa dicapai oleh seluruh umat manusia, tidak lagi memandang seberapa banyak harta, dan jabatan, oleh karena itu semua berhak untuk menjadi manusia yang terbaik. Bukan lagi menggapai standar duniawi yakni materi akan tetapi menggapai ridho ilahi dengan ketakwaan yang kita miliki.

Tentunya hal ini akan mudah kita realisasikan jika sistem yang diterapkan adalah sistem Islam, sistem yang aturannya bersumber dari Maha Pencipta, yang baik dan buruknya sudah diketahui oleh-Nya, yang tertulis dalam Al-Qur’an dan sunnah, yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan yang tentunya diridhoi oleh Allah swt. Yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan menjadi solusi bagi seluruh permasalahan. Dengan sistem Islam generasi akan tau tujuan dan arah dalam kehidupan, dan tidak akan ada lagi yang melakukan kesia-siaan. Wallahua’lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update