Lisa Agustin
Pengamat Kebijakan Publik
Pemuda adalah aset yang sangat berharga dalam suatu peradaban dunia. Gambaran pemuda itu sejatinya menyenangkan sebab mereka adalah generasi yang penuh ambisi dalam mewujudkan cita-cita, mempunyai mimpi besar yang hendak mereka kejar.
Namun melihat potret pemuda hari ini di negeri ini, sungguh tidak menyenangkan dan begitu mengerikan membuat hati miris. Persoalan pemuda saat ini seakan tak kunjung habis. Berbagai berita tentang kasus kriminalitas di kalangan pemuda, termasuk pelajar, kerap menghiasi media massa.
Di Jawa Barat, Polsek Cidaun Cianjur telah mengamankan 15 orang pemuda yang diduga akan melakukan tawuran. Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu bilah pisau dan satu bilah golok serta kendaraan roda dua. (RRI, 22-09-2024)
Di Jawa Tengah, marak fenomena gangster di kalangan pemuda. Sehingga Mapolrestabes Semarang menggelar Focus Group Discussion pada tanggal 20 September 2024 yang diikuti TNI, Polri, Pemkot Semarang, hingga para ketua RT dan RW melalui Zoom. Dalam diskusi itu juga muncul data kejadian tawuran yang ditangani sejak Januari hingga September 2024, yaitu ada 21 kejadian dengan 117 pelaku yang ditangkap. (Detik, 20-09-2024)
Pada tanggal yang sama, beredar video tawuran pemuda di Boyolali yang dishare oleh pengendara mobil yang melintas kemudian viral di media sosial. Terlihat dalam video tersebut sejumlah pemuda pelaku tawuran membawa senjata tajam jenis klewang. (Metrotvnews, 20-09-2024)
Di seberang pulau Jawa, tepatnya di Sumatera Utara, Kota Medan, juga telah terjadi penangkapan satu orang pemuda anggota geng motor yang hendak melakukan tawuran oleh tim gabungan Kapolres Pelabuhan Belawan. Di lokasi penangkapan petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam yg diduga kuat untuk digunakan tawuran (Tribun Medan, 22-09-2024)
Sebagian pemberitaan yang disebutkan tadi, memberikan sinyal kepada kita bahwa pemuda semakin dekat dengan kriminalitas. Pemuda dan tawuran merupakan peristiwa yang terus terjadi dan berulang. Bahkan tidak sedikit pemuda yang telah kehilangan nyawanya akibat tawuran.
Penyebab Tawuran
Tawuran merupakan perilaku kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara massal. Menurut para ahli, faktor-faktor yang menyebabkan tawuran bisa dibedakan menjadi faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang berasal dari dalam diri pemuda, antara lain: Krisis identitas, lemahnya kontrol diri, dan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
Adapun faktor eksternal yang berasal dari luar diri pemuda, antara lain: lingkungan keluarga yang tidak sehat akibat disfungsi keluarga dan tekanan ekonomi/hidup, sistem pendidikan yang bermasalah, pengaruh pergaulan, pengaruh media, bahkan lemahnya hukum dan penegakannya terhadap pelaku tawuran.
Hal ini adalah buah dari penerapan sistem sekuler kapitalis yang tidak memanusiakan manusia, merusak pemikiran dan budaya. Seluruh nilai dan pandangan kehidupan dibangun atas nama kebebasan dan HAM yang membuat negara abai terhadap tugasnya membentuk generasi berperadaban mulia. Akibatnya negara telah menyia-nyiakan potensi besar pemudanya.
Jika terus dibiarkan, budaya tawuran ini akan terus terjadi tanpa henti. Yang menjadi korban bukan hanya pelaku tawuran, tetapi juga orang-orang yang tidak bersalah, seperti pelajar lain atau pengendara yang sedang melintas. Lalu apakah kita harus berdiam diri setelah mengetahui fakta ini?
Solusi Dari Islam
Islam memiliki konsep jelas dan tegas dalam menyelesaikan masalah tawuran pemuda. Islam memiliki sistem pendidikan yang akan menghasilkan generasi berkepribadian mulia, yang akan mampu mencegah pemuda menjadi pelaku kriminalitas termasuk tawuran.
Penerapan Islam juga memberikan lingkungan yang kondusif, baik dalam keluarga, masyarakat maupun kebijakan negara, yang akan menumbuhsuburkan ketakwaan dan mendorong produktivitas pemuda. Dan dengan dukungan sistem yang lain: sistem hukum, ekonomi, politik dll, maka akan lahir generasi hebat. Yang mengarahkan potensinya untuk berkarya dalam kebaikan, mengkaji Islam dan mendakwahkannya. Serta terlibat dalam perjuangan Islam.
Negara Islam akan membangun sistem yang menguatkan fungsi keluarga dengan menerapkan aturan yang menjamin kesejahteraan dan sistem lain yg menguatkan fungsi kontrol Masyarakat. Negara juga menyiapkan kurikulum Pendidikan dalam keluarga, sehingga terwujud keluarga yang harmonis yang senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak yang tumbuh di dalam keluarga dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar.
Begitulah pandangan Islam terkait solusi permasalahan tawuran pemuda. Wallahu alam.
No comments:
Post a Comment