By : Mariam
Saat ini kenakalan remaja semakin meningkat setiap tahunnya. Dari catatan detikJateng, jumpa pers Polrestabes Semarang terkait tawuran. Para pelaku mengaku aksi tawuran terjadi karena ada yg menantang di medsos. Tantangan itu dipenuhi demi pamor, mereka juga selalu beraksi dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
Terbaru tawuran antar gengster menyebabkan mahasiswa Udinus bernama Tirza Nugroho Hermawan (21) meninggal akibat salah sasaran. Saat ini tinggkat kenakalan remaja semakin meningkat setiap tahunnya. Dari catatan detikJateng, jumpa pers Polrestabes Semarang terkait tawuran. Para pelaku mengaku aksi tawuran terjadi karena ada yg menantang di medsos. Tantangan itu dipenuhi demi pamor, mereka juga selalu beraksi dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
Terbaru tawuran antar gengster menyebabkan mahasiswa Udinus bernama Tirza Nugroho Hermawan (21) meninggal akibat salah sasaran. Kriminalitas yang dilakukan oleh pemuda, termasuk tawuran terus terjadi, bahkan terus berulang dan makin mengerikan.
Ada beberapa faktor pemicu, diantaranya lemahnya kontrol diri, krisis identitas, disfungsi keluarga dan tekanan ekonomi, lingkungan rusak yang dipengaruhi media serta kegagalan pendidikan, lemahnya hukum dan penegakkannya. Semua ini adalah buah dari diterapkannya sistem sekuler kapitalis yang tidak memanusiakan manusia, merusak pemikiran dan budaya, serta menjadikan negara abai terhadap tugas membentuk generasi berperadapan yang mulia. malah menyia-nyiakan potensi besar pemudanya.
Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita menginginkan perubahan yang lebih baik dan keluar dari kondisi yang rusak ini. Islam sebagai ideologi yang sempurna akan mampu merubah kerusakkan generasi muda saat ini. Islam memiliki pendidikan yang akan menghasilkangenerasi berkepribadian mulia, yang akan mampu mencegahnya menjadi pelaku kriminalitas. Islam juga memberikan lingkungan yang kondusif, baik dalam keluarga, masyarakat maupun kebijakkan negara, yang akan menumbuhsuburkan ketaqwaan dan mendorong produktivitas pemuda. Dan dengan dukungan sistem Islam yang lain, maka akan lahir generasi hebat, yang mengarahkan potensinya untuk berkarya dalam kebaikan, mengkaji Islam dan mendakwahkannya serta terlibat dalam perjuangan Islam. Negara Islam
akan membangun sistem yang menguatkan fungsi keluarga dengan menerapkan aturan yang menjamin kesejahteraan dan sistem lain yang menguatkan fungsi kontrol masyarakat. Negara juga menyiapkan
kurikulum Pendidikan dalam keluarga, sehingga terwujud keluarga yang harmonis yang senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak yang tumbuh di dalam keluarga dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar. Islam akan mampu mengatur kehidupan yang rusak saat ini menjadi kehidupan yang rahmatalil’alamin. Hanya Alloh lah satu-satunya pencipta sekaligus pengatur yang akan mampu mengatur dengan aturan yang terbaik dan sempurna, dan membimbing kita kepada jalan taqwa sehingga kehidupan kita akan selamat dunia akhirat.
Wallohu ‘alam bish showabi.
No comments:
Post a Comment