Oleh: Rahmatul Aini S.Sos
(Penulis & Aktivis Dakwah)
Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tinggal menghitung hari, semangat masyarakat menyambut eforia makin terlihat, mulai dari memasang pernak pernik di setiap jalan, memeriahkan dengan perlombaan, sampai karnaval di adakan di setiap desa. Namun ada yang luput dari eforia yang di adakan sekali dalam setahun ini, yaitu tentang kesejahteraan pribumi, tentang perampasan hak masyarakat Kalimantan Timur yang menjadi tempat Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara, ada hak tanah masyarakat yang diambil paksa oleh pemerintah, Dahlia namanya yang lahir dan tinggal di Sepaku merasa di rugikan oleh pemerintah, pasalnya kerugian yang di ajukan tidak kunjung didapatkan setelah empat bulan lamanya, padahal perjanjian hanya 14 hari, tak hanya itu rumah warung kelontong yang menjadi sumber penghasilannya berada disekitar satu kilo meter dari titik nol ibu kota baru ikut di gusur. Walaupun sudah menggugat UUI IKN ke Mahkamah Konstitusi tapi permohonannya di tolak, Dahlia juga berpesan bahwa dirinya dan anak muda lainnya tak memiliki tanah dan pendidikan yang memadai sehingga tak ada peluang pekerjaan yang bisa merekrut mereka di IKN nantinya. (Sumber BBC Indonesia)
Walaupun masih ditahap pembangunan, IKN akan diresmikan pada 17 agustus nanti dan menjadi tempat upacara ulang tahun indonesia ke 79 sudah banyak tamu yang mulai berdatangan, para pejabat, influencer, tokoh-tokoh lainnya. Dengan bangga mereka makan bersama sambil melihat progres pembangunan, tak tanggung tanggung mobil alphard akan di sewa sampai 1000 dengan harga 25 juta per unit untuk fasilitas tamu negara saat upacara sedangkan disisi lain mereka menumbalkan hak-hak rakyat, mengusir mereka dengan paksa, merampas tanah nenek moyang demi kepentingan elit pejabat, sungguh kita mau berbangga dengan apa? Tidak ada Prestasi di indonesia yang dibanggakan oleh masyarakat, yang ada hanya nilai rapor merah judi online pemecah rekor nomor satu di asia, hutang makin menumpuk, kesehatan dan pendidikan makin mahal, moral anak bangsa terkikis dengan sajian konten unfaedah di sosial media, narkoba, sek bebas menggerogoti semua orang, lalu mau bangga dari mana?
79 tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah para pemangku kebijakan atas apa yang menimpa negeri tercinta, apakah regulasi yang salah atau orang-orang yang berada di kursi kekuasaan atau memang sudah cacat dari segi aturannya, bukan malah berpesta pora, euforia diatas jeritan pilu rakyat indonesia, pemerintah hanya melihat kebijakan dari sisi nilai keuntungan pribadi, mereka lebih memilih membangun IKN dengan menghabiskan triliunan rupiah ketimbang memprioritaskan masalah kebutuhan masyarakat, karena yang hidup di kolong jembatan banyak, yang putus sekolah banyak, yang pengangguran banyak, mengapa itu tidak menjadi prioritas dari progam kerja pemerintah? Jawabannya adalah sebab bukan kepentingan pribadi mereka. Memang hidup dalam sistem kapitalisme hari ini sangatlah susah, masyarakat harus terseok-seok demi mencari sesuap nasi jangankan tempat tinggal makan di hari itu saja sudah merasa bersyukur dan alhamdulillah, padahal pemerintah wajib mengurus rakyatnya. Rasulullah SAW bersabda: Ketahuilah setiap dari kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang di pimpin (HR. Alhamdulillah Bukhori dan Muslim)
Hanya islam yang mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, lihatlah sosok Umar Bin Khatab yang mendapati rakyatnya kelaparan saking tidak ada yang bisa di masak mereka sampai memasak batu dan akhirnya Umar Bin Khatab yang membawa secara langsung gandum dan daging untuk keluarga tersebut, Umar Bin Khatab jauh dari kehidupan bermewah dan bermegah walaupun beliau adalah sosok Kholifah, saking sederhana nya beliau sampai tidak di kenali sebagi Kholifah karena bajunya yang lusuh penuh tambal, begitulah sosok pemimpin sejati karismanya menjulang tinggi kedermawanannya di rasakan oleh ummat.
Tidak ada yang di banggakan di negeri kita tercinta ini, selain sistem yang di gunakan sistem buatan manusia, para oknum-oknumnya juga sebagai cikal bakal dari kebijakan atau regulasi yang bobrok ini, jadi kerusakan yang sistemik sepaket dengan sistem yang rusak dan pemangku kebijakan yang rakus, al hasil kita temukan problematika disemua bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan semua sudah rusak dan dikomorsil sebab asas kapitalisme adalah manfaat.
Untuk para rakyat Indonesia terlebih ummat hari ini bangunlah dari tidur panjang kalian, kita sedang tidak baik-baik saja, raga kita merdeka tapi akal kita terjajah, sudah cukup 79 tahun kita menjadi orang dungu saatnya berperan membawa perubahan, jangan berharap kesejahteraan akan di dapatkan dengan hanya ganti pemimpin tapi kita butuh solusi fundamental menuntaskan masalah sampai akarnya, kita juga harus sadar sistem ini juga mempengaruhi orang-orang yang bergelut di parlemen, pak Mahfud MD mengatakan sekelas malaikat saja bisa jadi iblis kalau sudah masuk sistem hari ini, jadi bukan oknumnya saja yang di ganti tapi juga sistem warisan belanda yang rusak di ganti dengan sistem islam yang shohih mampu menyejahterakan ummat. Jangan phobia dengan indentitas keislaman kita, seharusnya Indonesia menjadi rool model bagi dunia dengan mayoritas muslim terbesar di dunia sudah seharusnya menjadikan islam sebagai aturan dalam berkehidupan.
No comments:
Post a Comment