Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SUDAHI DERITA PETANI, ISLAM SOLUSI YANG PASTI

Thursday, July 11, 2024 | Thursday, July 11, 2024 WIB

Oleh: Mesliani

(Aktifis Dakwah Muslimah Deli Serdang)

 

Jakarta, Beritasatu.com – Petani di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menempuh jarak sekitar 80 kilometer (km) untuk mendapatkan pupuk bersubsudi. Tidak hanya itu setelahnya banyak lagi kendala mekanisme yang terjadi di lapangan sehingga petani sulit untuk mendapatkannya

Hal itu terungkap dalam temuan tim Satgassus Pencegahan Korupsi Polri saat memantau penyaluran pupuk subsidi di NTT pada 18-22 Juni 2024.
“Salah satu temuan adalah belum terdistribusinya secara merata keberadaan kios, bahkan ada petani yang harus menebus pupuk dengan jarak lebih kurang 80 km,” kata anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya, Minggu (23/6/2024).

Ada banyak persoalan dalam akses pupuk subsidi bagi petani. Ini buah dari kapitalisasi pupuk dan lepas tangannya negara dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani. Ditambah lagi Perusahaan perusahaan besar memegang kendali dalam pengadaan dan distribusi pupuk. Sehingga akhirnya petani pun kesulitan untuk mendapatkannya. Yang menyedihkan bagi petani ketika panen hasil panennya dihargai dengan tidak sepadan dengan modal yang dikeluarkan .

Dimanakah peran negara?

Karena negara terjerat hutang pupuk kepada PT Pupuk Indonesia. Inilah realita yang ada, negara memiliki hutang pada Perusahaan yang sejatinya adalah BUMN sendiri. Semua itu menjadikan akses pupuk makin jauh. Juga makin jauh dari cita-cita terwujudnya kedaulatan pangan dan juga ketahanan pangan.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tercatat memiliki utang subsidi pupuk kepada PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp12,5 triliun. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyebut, utang tersebut terdiri atas tagihan berjalan April 2024 sekitar Rp2 triliun dan sisanya merupakan tagihan subsidi pupuk pada 2020, 2022, dan 2023 yang belum dibayarkan pemerintah.

Secara terperinci utang pemerintah kepada PT Pupuk Indonesia atas subsidi pupuk 2020 sebesar Rp430,2 miliar, utang 2022 sebesar Rp182,94 miliar, utang 2023 sebesar Rp9,87 triliun dan hutang bulan berjalan 2024 sebesar Rp1,98 triliun. Sebelumnya, utang pada 2022 sebesar Rp16,3 triliun telah dibayarkan pemerintah kepada Pupuk Indonesia pada 28 Desember 2023. Maka hutang ini akan memperparah para petani untuk mendapatkan pupuk dan kesejahteraanya

Negara hanya bisa berharap dan menyerahkan begitu saja kepada para pemilik perusahaan yang dimiliki oleh para korporasi dan pemilik modal maka wajar mereka yang memiliki andil untuk mendistrusikannya dari sulitnya barang dan harga pupuk yang tak sebanding dengan harapan petani bisa dapat murah atau dibawah harga het. Inilah sistem kapitalisme yang di pikirkan hanya bagaimana bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Maka Islam menjadikan Pertanian sebagai bidang strategis. Oleh karena itu negara akan mendukung penuh para petani, termasuk dalam mengakses saprotan dengan mudah. Di sisi lain, negara juga memiliki mekanisme dalam memberikan bantuan pada petani dan keluarga yang tak punya modal agar tetap menjadi petani yang sejahtera.

Tidak hanya sampai disitu saja peran negara sangat begitu penting dalam menjalankan dan kebijakan pemimpin dalam menerapkan politik ekonomi Islam juga amat penting dan berperan besar. Hasilnya, kaum Muslim berhasil meraih kegemilangan di sektor pertanian serta memberikan konstribusi besar bagi kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia selama berabad-abad. Karena di sektor pertanian akan terpenuhinya Hakan hidup orang banyak dalam terpenuhinya kebutuhan pokok sebagai dasar pemenuhan masyarakat.

Sehingga Kemajuan besar di sektor pertanian itu menunjukkan besarnya peran kebijakan pertanian didalam sistem Islam. Kebijakan itu dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan menjamin kelangsungannya. Kebijakan itu mencakup kebijakan intensifikasi, ekstensifikasi, pembangunan infrastruktur pertanian, dan dukungan kepada petani.

Intensifikasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Di antaranya dalam bentuk penggunaan sarana produksi pertanian yang lebih balk seperti bibit unggul, penggunaan pupuk, obat-obatan dsb. Maka dengan Islam petani akan makmur dan masyarakat akan tersejahterakan .

Wallahu’alam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update