Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Remaja Tawuran, Generasi Kian Memprihatinkan

Thursday, July 11, 2024 | Thursday, July 11, 2024 WIB

Oleh; Izzah Saifanah

 

Dikutip dari Radar Bogor, aksi tawuran antara geng motor kembali terjadi di wilayah Ciomas. Sebanyak 8 pelaku yang masih usia remaja itu kini ditangkap Polsek Ciomas. Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi mengatakan, penangkapan para anggota geng motor itu dilakukan saat pihaknya tengah melaksanakan operasi pekat pada Minggu (30/6)/2024 dini hari. Mereka diamankan di Gang Abadi Desa Kotabatu, Ciomas usai terlibat tawuran.

Lagi-lagi public dikejutkan dengan kasus tawuran yang bahkan melibatkan anak di bawah umur. Betapa memilukan, remaja yang seyogianya memiliki rencana kehidupan di masa yang akan datang sehingga mereka bisa berkontribusi maksimal dalam mengisi peradaban, nyatanya menjerumuskan dirinya dalam aktivitas yang tidak produktif. Padahal, di pundak merekalah harapan kebaikan disandarkan namun fakta hari ini sangat memprihatinkan.

Potret buram remaja seolah mengkonfirmasi kegagalan sistem kapitalisme yang diterapkan, di antaranya melalui sistem pendidikan generasi saat ini. Sistem pendidikan sekular kapitalis telah menyita sebagian besar waktu dan tenaga siswa untuk mengabaikan aspek pembentukan kepribadian yang kuat. Mereka disibukkan mengejar nilai tinggi dan berbagai prestasi akademik.

Seyogianya, sekolah sebagai intitusi pendidikan berupaya untuk mencetak generasi berkualitas yang memiliki kepribadian kuat sebgaimana tujuan pendidikan. Namun remaja kini penuh masalah menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Sekolah yang baik seharusnya mampu membentuk kepribadian yang baik. Sebaliknya, sekolah yang buruk adalah yang abai terhadap hal-hal tersebut. Inilah realita yang terjadi kini.

Islam memiliki konsep jelas dan tegas dalam menyelesaikan masalah tawuran pelajar. Hal yang paling mendasar adalah menjadikan akidah Islam sebagai dasar negara sehingga seluruh aturan kehidupan tegak berdasarkan asas keimanan. Ini menjadikan setiap perilaku warga negara, termasuk pemuda, terikat dengan pemahaman Islam. Setiap individu akan paham bahwa Allah Taala menghisab setiap amal perbuatan manusia sehingga tidak ada yang bisa berbuat seenaknya.

Negara dalam Islam akan membentuk kepribadian warga negara melalui sistem pendidikan. Agama Islam tidak sekadar diajarkan di sekolah, tetapi menjadi spirit dalam pendidikan. Dari sistem pendidikan, lahirlah output berupa para pemuda bervisi akhirat dan sekaligus cakap dalam ilmu pengetahuan.

Para pelajar mafhum betul tentang hakikat hidup seorang muslim bahwa seorang muslim harus membaktikan hidupnya di jalan Islam, yaitu dengan mewujudkan ketaatan total pada Rabb-nya. Para pemudanya akan menghabiskan hidupnya di jalan Allah Taala. Mereka akan menjadi ulama, ilmuwan, mujahid, penguasa yang menerapkan syariat kafah, serta menjadi apa pun yang berkontribusi terhadap kejayaan Islam.

Hasil dari sistem pendidikan Islam adalah akan lahir pemuda-pemuda gagah yang berani maju ke medan jihad untuk meninggikan panji Islam. Hati mereka terikat keimanan dan ketakwaan, langkah mereka jauh melintasi benua untuk menyebarkan Islam dan meruntuhkan segala kezaliman.

Rasulullah saw. bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya, yakni imam yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, ….” (HR Bukhari).

Selain sistem pendidikan, Islam juga memiliki sistem sanksi yang efektif. Setiap orang yang sudah balig harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan syariat. Jika terbukti melakukan tindakan kriminal, ia harus dihukum sesuai jenis pelanggarannya. Dalam hal melukai dan membunuh orang, akan ada sanksi kisas.

Dengan penerapan sistem Islam, masalah tawuran pelajar akan tersolusi nyata. Para pemuda pun akan menjadi generasi pembebas yang mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Wallahualam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update