Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi Mental Healt Issue, di Tengah Sistem Kapitalis

Tuesday, July 16, 2024 | Tuesday, July 16, 2024 WIB

(Oleh: Neng Saripah S.Ag)

Maraknya kasus budir (bunuh diri) menunjukan betapa lemahnya mental Masyarakat. Faktanya kehidupan dewasa ini begitu berat, terlebih ketika hidup dalam sistem kapitalisme yang tidak menjadikan sebagai aturan pencipta sebagai pedoman kehidupan.

Dikutip dari CNN Indonesia, angka suicide rate atau tingkat bunuh diri di Bali menduduki peringkat yang paling tinggi se-Indonesia. Menurut Data Pusat Informasi Kriminal Indonesia (Pusiknas) dalam hal ini Polri menyebut laporan kasus bunuh diri di Bali sepanjang 2023 angkanya mencapai 3,07. Suicide rate atau tingkat bunuh diri dihitung berdasarkan jumlah kasus bunuh diri kemudian dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Pasalnya angka tersebut jauh melampaui provinsi-provinsi lain di Tanah Air. DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) menempati peringkat kedua jumlah tingkat kasus bunuh diri, dengan angka suicide rate yaitu sebesar 1,58. Sementara itu, di peringkat ketiga dengan angka suicide rate sebesar 1,53. ditempati Provinsi Bengkulu. Kemudian Disusul Aceh yang menempati posisi buncit dari seluruh provinsi di Indonesia, angka suicide rate-nya hanya 0,02.

Tak hanya 4 wilayah tersebut, Menurut Ulasan.co(5/juli/2024) Polres Karimun telah menggelar rapat koordinasi bersama tokoh agama serta instansi terkait dalam rangka penanganan fenomena perilaku bunuh diri yang terjadi baru-baru ini di wilayah tersebut. Sebagaimana diketahui, beberapa hari yang lalu terjadi dua peristiwa bunuh diri dalam sehari. Kemudian di awal tahun 2024, juga terjadi empat kasus bunuh diri dalam kurun waktu satu bulan.

Fenomena ini jelas menunjukan pada kita, betapa gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat, yang selalu bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Selain itu, juga menunjukan gagalnya negara dalam mengurus rakyat dan menjaga kesehatan mental rakyat.

Kelemahan mental dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah pandangan hidup berdasarkan sekulerisme kapitalisme. Yang mana dalam sistem tersebut menjauhkan seseorang dari aturan tuhannya. Sehingga tidak menyadari bahwa bunuh diri bukanlah solusi dari sebuah masalah, justru memperburuk masalah.

Allah SWT dalam surah An Nisa ayat 29 melarang manusia untuk membunuh diri sendiri, hal itu dikarenakan Dia menyayangi para hamba-Nya.

…وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا – 29

Artinya: “… Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

Selain itu, Imam An-Nawawi melalui Syarah Riyadhus Shalihin melampirkan riwayat dari Abu Zaid Tsabit bin Adh-Dhahhak Al-Anshari, di mana Nabi SAW bersabda,

وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ، عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barang siapa membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu, maka nanti pada hari kiamat ia akan disiksa dengan sesuatu itu.” (Muttafaq Alaih)

Andai setiap masyarakat memiliki pendidikan islam yang kuat tentu akan melahirkan keimanan yang kuat pula. Dan meyakini bahwa setelah kehidupan usai ada kehidupan yg lebih abadi. Betapa ruginya jika keabadian tersebut di bersamai dengan siksa demi siksanya Allah swt.

Selain itu, Islam juga mengajarkan bahwa dibalik semua ujian dan kesulitan hidup itu pasti ada kemudahan.

Allah SWT berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرً

“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Al-Insyirah: 5-6).

Betapa aturan islam menjaga kesehatan mental, sehingga menjadikan sabar dan syukur sebagai pondasi penting dalam menjalankan kehidupan. Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”.

Tak cukup hanya disitu, selain dari masyarakatnya dijadikan prang beriman, yg senantiasa bersabar dan bersyukur, Islam menjadikan negara sebagai prisai yg akan mengurus rakyat dan memberikan kehidupan terbaik melalui terwujudnya sistem ekonomi, kesehatan, dan semua pelayanan masyarakat yang terbaik.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadits dari jalur Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, bahwa Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama, bersabda:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]

“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Penerapan syariat islam kaffah oleh negara akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman juga terpenuhi nya jaminan untuk menjaga setiap rakyat memiliki jiwa dan raga yang kuat.

Wallahu alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update