Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berjabat Jangan Sampai Tersesat

Tuesday, July 23, 2024 | Tuesday, July 23, 2024 WIB

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty

(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Sakit hati rasanya! Saat Palestina berdarah-darah, hancur lebur bagai debu, 5 sosok yang berafiliasi ke NU menyambangi Presiden Israel (Isaac Herzog). Kepergian mereka ke negeri pelaku genosida adalah sebagai bentuk sambutan atas ajakan organsiasi non-govermental organization (NGO) yang menjadi advokat untuk kepentingan citra Israel secara global. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menduga, NGO ini memanfaatkan lima kader NU untuk membantu Israel menyebarkan misi kepentingan Israel di Indonesia. (Kompas.com, 16-07-2024).Menurut Gus Yahya, advokat untuk Israel ini berada di banyak negara yang khususnya memiliki pandangan negatif terhadap negara zionis.

Terlepas dari sebagai apa posisi mereka di lembaga NU, perilaku mereka tetaplah membawa jaket NU yang dikenal sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Dari hasil tabayun yang dilakukan, kepergian kelima orang ini ke Israel atas nama pribadi dan sama sekali tidak mewakili lembaga. Keberangkatan mereka ke Israel dibiayai oleh sebuah LSM yang dalam undangannya tertera agenda dialog antariman dan tidak ada jadwal untuk bertemu Presiden Israel (saat ini di media sosial viral sebuah foto yang memperlihatkan lima tokoh muda NU berpose bersama Presiden Israel). Mereka beralasan, keberangkatan itu bertujuan untuk turut serta menciptakan perdamaian antara Israel dan Hamas. Terkait tindakan tersebut, mereka telah mengaku salah.

*Jangan Berjabat No Debat*

Adanya perselingkuhan sikap muslim terhadap Islam dan kaum Muslimin sebetulnya telah ditegaskan oleh Rasul bagaimana seharusnya terhadap orang kafir. Firman Allah Ta’ala,

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًاۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًاࣖ

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs Al-Fath: 29).

Jadi jika salah satu dari 5 orang yang melawat ke Israel menjelaskan terkait kunjungannya dengan pernyataan bahwa dia bukan demonstran, melainkan filsuf agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, dia menyatakan lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan, ujarnya dalam sebuah video yang ia unggah melalui akun Instagramnya @zenmaarif, sungguh tidak tepat sikapnya seperti itu. Terlalu memalukan dan melukai perasaan umat sedunia.

Sekalipun dia kuatkan dengan pernyataan bahwa ia bersama rombongan berdialog langsung dengan Presiden Isaac Herzog di Istana Presiden untuk hasil terbaik terkait konflik antara Hamas-Israel, dan relasi Indonesia-Israel, zionis itu tak ada bakat mengerti kebaikan selain kata jihad.

Bukan suatu kewarasan jalan diskusi, berjabat erat dengan zionis di tengah genosida yang dilakukan penjajah Yahudi terhadap umat Islam di Palestina masih terus berlangsung dan sudah menewaskan lebih dari 40.000 syuhada. Ditambah pula pada waktu yang hampir bersamaan dengan munculnya pemberitaan kunjungan ini lewat upload yang dilakukan oleh salah seorang dari mereka, entitas penjajah Yahudi secara brutal pada Sabtu 13 Juli 2024 menyerang kamp Al-Mawasi di Gaza Selatan yang diperkirakan menyebabkan lebih dari 79 orang menjadi syuhada dan 289 orang terluka.

Bayangkan disaat dunia mengecam kebiadaban zionis Yahudi Israel, tidak terkecuali dunia Barat, mulai Dari kalangan rakyat umum sampai di kampus-kampus, lima orang Indonesia yang dikenal sebagai negeri mayoritas muslim, tersenyum renyah berfoto bersama pemimpin entitas Yahudi. Memuakkan. Di mana hati nurani, di mana nilai empati?

Sejatinya semua pihak paham entitas penjajah Yahudi ini tidak mengenal apa yang disebut dengan bahasa diskusi,bahasa gagasan. Mereka hanya mengenal bahasa kekerasan, bahasa militer. Bagi mereka yang terpenting adalah serang, bunuh, bantai habis, dengan target-target yang mereka tidak peduli dari kalangan apa. Entitas ini bukan manusia, bahkan lebih kejam dari jenis binatang buas manapun. Lalu saat tokoh muda yang notabene muslim, yang sudah dikabari sikap yang seharusnya terhadap Yahudi, yang sudah dihamparkan pergolakan pengecaman dunia terhadap entitas biadab tersebut melenggang tenang menjabatnya dengan erat atasnama solusi terbaik, julukan apa yang tepat untuk itu selain pembuat malu seisi dunia Islam.

Jangan berjabat dengan musuh Allah, no debat lagi, karena ketetapan Allah adalah titah yang tidak boleh dibantah. Telah ditunjukkan pula oleh berbagai peristiwa bahwa entitas penjajah Yahudi ini tidak mendengar siapa pun. Jangankan sekelompok orang yang juga tidak benar-benar dianggap mewakili NU, PBB saja tidak didengar oleh entitas penjajah Yahudi. Berbagai macam dialog dan perdamaian, sudah dilakukan. Perdamaian Madrid, perdamaian Oslo, perdamaian Camp David, semua itu sama sekali tidak menghasilkan kebaikan. Jangankan dialog perdamaian, beberapa negara Arab yang sudah melakukan normalisasi dan mengakui keberadaan entitas Yahudiuntuk saja tidak menjadikan kebiadaban genosida yang dilakukan zionis Yahudi Israel laknatullaah berakhir.

Sungguh menganggap dialog dan berjabat dengan entitas penjajah Yahudi akan memberikan jalan keluar bagi Palestina, adalah cara berpikir yang membahayakan umat. Bukan Bahagia yang didapat, namun umat semakin tak selamat. Normalisasi dengan entitas penjajah Yahudi melegitimasi entitas penjajah Yahudi sebagai sebuah negara. Walhasil sebagai negara yang sah, ia bisa melakukan kebijakan apa pun, termasuk membantai umat Islam, melakukan genosida, dengan alasan demi keamanan negara, demi keutuhan negara. Dengan demikian menormalisasi hubungan dengan entitas penjajah adalah berbahaya. Berjabat dengan yang dilaknat sungguh khianat.

*Jangan Biarkan Seruan Hakiki Berakhir Sepi*

Firman Allah Ta’ala,
وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah:190).

Nash ini harus dipahami sebagai jalan satu-satunya untuk hentikan zionis. Bukan dengan berbaik-baik dengannya. Ewuh pakewuh bukan jalan untuk berelasi dengannya. Karena zionis hanya hadirkan duka nestapa.

Suatu yang mengherankan jika undangan Zionis Yahudi disambut sepenuh hati. Bagai jebakan politik yang dinikmati, menikmati fasilitas berbagai materi juga janji-janji, membuat diri terlena dengan buaian predator pemangsa yang tak manusiawi.

Sadar atau tidak, pengkhianatan terhadap umat Islam telah terjadi. Bukan hanya mengkhianati perjuangan pejuang-pejuang Palestina saja namun juga mengkhianati sahabat nabi Umar bin Khaththab, juga Shalahuddin al-Ayyubi yang darah mereka telah membasahi dan meresap ke dalam bumi sebagai saksi perjuangannya membebaskan bumi Palestina dari durjana entitas zionis Yahudi.

Seruan hakiki yang dimengerti entitas Yahudi bukan seruan perdamaian karena mereka tak pernah mengerti arti damai. Mereka hanya mengerti seruan perang, seruan jihad. Menyeru kepada tentara kaum muslim untuk bergerak melakukan tindakan militer yang nyata terhadap Yahudi tidak boleh berhenti, karena secara nyata hanya ini lah yang mampu menghentikan kebiadaban Yahudi.

Oleh karena itu jangan biarkan seruan jihad fi sabilillah berhenti menyepi, karena inilah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk bebaskan negeri Islam yang diserang dan dibantai. Jihadlah yang harus dilakukan tentara-tentara muslim. Dan ini pulalah yang harus terus diteriakkan oleh umat tanpa henti. Allaahu Akbar!!!

Wallaahu a’laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update