Oleh: Pusparini
Indonesia emas merupakan harapan besar yang ingin dicapai pada tahun 2045. Bonus demografi dengan berbagai kekayaan alam yang telah Allah SWT anugerahkan kepada bangsa dan negara ini sungguh luar biasa, mulai dari hasil bumi, barang tambang, kekayaan laut dan juga keragaman manusianya. Namun, kenyataan yang rakyat hadapi masih berkutat pada mahalnya kebutuhan pokok, biaya kesehatan dan pendidikan, serta sulitnya lapangan kerja dengan upah yang layak.
Saat ini, negeri ini kembali dihadapkan kepada permasalahan pendidikan, Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi isu yang ramai diperbincangkan, karena pembangunan sumber daya manusia dan hak memperoleh pendidikan bagi setiap warga negara menjadi sulit terjangkau terutama oleh rakyat kecil. Naiknya UKT memicu banyak reaksi masyarakat, ketidakadilan dan kezaliman penguasa membuat marah mahasiswa dan masyarakat, karena negara seperti berlepas tangan untuk masalah masa depan generasi negeri ini, yakni pendidikan yang terjangkau dan berkualitas. Dalam sistem sekuler kapitalis, dengan mahalnya biaya pendidikan menyebabkan pendidikan tinggi hanya bisa dinikmati orang kaya saja.
Islam sebagai agama yang sempurna mengatur semua aspek kehidupan manusia, dalam Islam, pemimpin adalah perisai dan penjaga rakyat, bertanggung jawab atas kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan umat. Allah Swt. berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)
Rasulullah saw bersabda “menuntut ilmu adalah wajib atas setiap Muslim dan Muslimat (HR. Ibnu Majah)
Atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer rakyat yang disediakan oleh negara dengan biaya terjangkau bahkan gratis, karena Islam memiliki sistem ekonomi yang mampu menggerakan berbagai sektor terutama yang dibutuhkan masyarakat termasuk pendidikan. Setiap individu berhak menikmati pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Visi misi pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk generasi berkepribadian Islam, menjadikan para pemimpin yang melayani, menerapkan, mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia, membangun peradaban Islam seperti di masa kejayaannya selama 14 abad yang lalu. Wallahu a’lam.
No comments:
Post a Comment