Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyoal Pembangunan Industri Parawisata

Monday, June 10, 2024 | Monday, June 10, 2024 WIB

Oleh: Fitri

 

Siapa yang tidak kenal dengan kota Bandung? Ya, kota yang berdiri pada 25 September 1810 ini telah menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah Indonesia. Kota indah nan asri yang terkenal dengan keelokan budaya dan keramahan penduduknya. Ada beberapa fakta menarik dari kota Bandung yang sudah menjadi rahasia umum, diantaranya adalah:

1. Paris Van Java dan kota Kembang, hal ini d karenakan Bandung merupakan kota yang asri dengan banyak pohon dan ribuan bunga yang menghiasi seluruh kota.
2. Pusat fashion, hal ini bisa dilihat dari berbagai brand luar negeri yang bisa kita temukan dengan mudah di kota ini.
3. Surga kuliner, bukan hanya terkenal dengan makanan tradisional saja, bahkan berbagai jenis makanan dari pelosok negeri serta berbagai jenis makanan dari luar negeri pun tersaji dengan apik di sini.
4. Surga wisata, tak hanya memiliki wisata alam, tetapi juga terdapat berbagai macam wisata edukasi,budaya, wahana outdoor maupun indoor yang di bangun sedemikian rupa agar dapat menarik minat masyarakat.

Mirisnya, di tengah pembangunan kota yang masif, tingkat stress manusia yang ada di Indonesia mencapai 55%. Berbagai macam faktor dan pemicu yang dapat menimbulkan gejala stress ini, selain dari tekanan pekerjaan, juga dari standar kehidupan dari manusia itu sendiri, Oleh karena itu orang-orang di era milenial ini membutuhkan “healing” lebih sering dibandingkan dengan orang-orang terdahulu. Maka kesempatan ini seolah menjadi peluang “bisnis” oleh pihak-pihak tertentu, tidak terkecuali oleh Pemerintah Kota Bandung. Bagaimana tidak menggiurkan, sebanyak 195 ribu wisatawan mampir ke kota Bandung di setiap long-weekend, perputaran uang dapat mencapai 59 Milyar, angka ini dinilai cukup fantastis untuk menambah nilai pendapatan daerah.
Dinas Pariwisata beserta jajarannya seolah berlomba membuat sarana pembangunan pariwisata di tiap daerah di kota Bandung, tidak lain tujuan nya adalah untuk nilai materi. Ini adalah cara kapitalis untuk mengeruk harta rakyat demi kepentingan segelintir orang.

Padahal kota yang ideal menurut standar Islam yaitu kota yang dapat menjaga aqidah seorang muslim, serta menjamin kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Alih-alih sibuk membangun infrastruktur.
Faktanya masih banyak warga miskin di kota Bandung yang tidak mendapat perhatian sama sekali, pertanyaan-nya, apakah dengan bertambahnya pendapatan daerah lalu serta merta membuat warganya sejahtera? Jawaban nya tentu saja jauh panggang dari api. Mereka ini yang diamanahi untuk mengurus rakyat, malah sibuk memntingkan kepentingan-nya sendiri. Sungguh sangat di sayangkan.
Kabar buruknya, dengan mengguritanya pembangunan wisata di kota Bandung ini berdampak krisis pada lingkungan, misalnya kegiatan wisata alam dan bisnis kuliner seringkali terdapat ketidak seriusan dalam manajemen pengelolaan usahanya,hal ini menimbulkan banyak sampah yang tidak dikelola dengan baik, sehingga tidak sedikit menyebabkan pencemaran lingkungan, lebih buruknya sampah ini dibuang ke anak sungai yang berada di kawasan tersebut, hal ini dapat memperbesar peluang terjadinya bencana hidrometerologis. Setiap musim hujan, bencana longsor dan banjir bandang kerap terjadi di kota Bandung.

Maka seharusnya Pemkot Bandung serta provinsi dapat lebih bijak dan melakukan evaluasi agar stop memberi izin kepada pihak “ber-uang” untuk membangun usaha dan pembangunan infrastruktur yang kurang bermanfaat dan jangan terlalu berlebihan dalam mengambil keuntungan di atas kerugian rakyat. Selain dari itu tak dapat dipungkiri bahwa sektor pariwisata juga dekat dengan kemaksiatan bila tidak dikelola mengikuti aturan yang ditetapkan syariat, sehingga selain dari dampak kerusakan lingkungan juga kemungkinan terjadi kerusakan Aqidah dan Akhlak manusia bila pengelola pariwisata hanya memikirkan keuntungan semata. Hal ini telah diperingatkan oleh baginda Rasulullah Saw. Dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “celakalah orang-orang yang melampaui batas” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad).

Kenapa Allah melarang demikian karena tentu hal yang berlebihan akan mendatangkan lebih banyak kemudharatan. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update