Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelecehan Anak Berulang, Islam Solusinya

Saturday, June 15, 2024 | Saturday, June 15, 2024 WIB

Oleh: Bunda Aisyah

Membahas hubungan ibu dan anak tak lekang oleh waktu. Namun, apa jadinya jika hubungan ibu dan anak menggoreskan trauma mendalam pada anak akibat ulah sang ibu? Hubungan ibu dan anak yang seharusnya indah dibahas kini sebaliknya.
Sedih, marah, bercampur dengan kejadian asusila yang dilakukan seorang ibu terhadap anak kandungnya. Ibu yang seharusnya menjaga amanah dari Tuhan dengan sebaik mungkin justru berbuat sebaliknya. Pelecehan seksual dilakukan seorang ibu terhadap anak lelakinya demi sejumlah uang yang diiming-imingkan kepadanya. Desakan ekonomi inilah yang membuat fitrahnya sebagai ibu terkikis seketika. (news..detik, 09/06/2024)
Ibu yang seharusnya menjadi pelindung berubah jadi sosok yang mengancam. Ibu tidak lagi sebagai sosok penyayang karena desakan ekonomi. Demi sejumlah uang, ia rela menyakiti sang anak. Miris.

Komnas perlindungan anak meminta kasus pelecehan ibu terhadap anak kandungnya segera diusut. Kemudian, memberikan perlidungan terhadap anak dari trauma yang diderita. Namun, peristiwa serupa tidak hanya terjadi saat ini, sebelumnya pun banyak kasus pelecehan seksual yang mengamcam anak-anak. Mirisnya, banyak dilakukan keluarga terdekat. Sanksi yang diberlakukan bagi pelaku pelecehan seksual ternyata tidak memberikan efek jera.

Terbukti masih banyak individu yang melakukan hal serupa.
Peristiwa pelecehan pada anak tak lepas dari aturan kehidupan kapitalis yang berlaku saat ini. Sistem pendidikan di era kapitalisme gagal membentuk kepribadian Islam pada diri masyarakat, tak terkecuali bagi seorang ibu. Ibu tidak lagi memiliki rasa takut untuk berbuat maksiat demi uang. Ibu tak lagi menjadi sosok panutan dalam keluarga. Semua karena tatanan aturan kapitalis yang mencetak demikian.
Di sisi lain, negara juga tak mampu menyejahterakan rakyatnya sehingga hal hina pun rela dilakukan seorang ibu demi uang. Kepala rumah tangga yang seharusnya menyediakan nafkah bagi anggota keluarganya justru tak dapat memenuhinya. Sehingga, seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang. Konsep berumahtangga sesuai syariat tak mewarnai kebanyakan keluarga muslim saat ini. Yang ada justru sebaliknya, sekulerisme(memisahkan agama dari kehidupan) yang mewarnainya. Akibatnya, perilaku menyimpang kerap kali ditemukan di masyarakat. Karena menganggap agama sebatas ritual pribadi semata.

Penyelesaian berbagai kejadian asusila ini butuh peran negara untuk memberantasnya. Tidak cukup sekadar organisasi kemasyarakatan yang menyelesaikan, apalagi individu. Terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak karena desakan ekonomi, maka negara berkewajiban memberi jaminan kesejahteraan bagi warga negaranya. Sehingga kepala keluarga mampu menafkahi seluruh anggota keluarganya dengan layak.

Islam sebagai Solusi
Islam sebagai agama sekaligus pandangan hidup bagi umatnya memiliki konsep kehidupan yang kompleks. Islam memiliki konsep pendidikan yang dapat mengantarkan individu memiliki kepribadian Islam. Ilmu dan tsaqofah dalam pendidikan Islam tidak untuk kecerdasan intelektual semata, tetapi untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan kepribadian Islam.

Konsep kehidupan islami tak sekadar teori belaka, tetapi perilaku invidunya pun haruslah islami sesuai dengan apa yang diperolehnya dalam pendidikan.
Efek pendidikan Islam akan makin terasa kala melihat sikap individu dalam keseharian. Ketika individu telah memiliki kepribadian Islam, dia tak akan berbuat kemaksiatan sedemikian parah, seperti mencabuli anak kandungnya sendiri. Apalagi pencabulan dilakukan karena desakan ekonomi. Pendidikan yang bersumber dari akidah ini akan mengantarkan individu memiliki ketaatan pada pencipta alam semesta. Dia akan melakukan sesuatu dengan pertimbangan halal dan haram menurut Sang Pencipta bukan menurut hawa nafsunya.

Begitupun dalam hal ekonomi yang menjadi alasan tindakkan asusila, Islam memiliki konsep ekonomi untuk menyejahterakan umat. Dalam hal perolehan harta, pengelolaan harta, dan juga pendistribusian harta semua disandarkan pada Islam. Misal dalam perolehan harta, ada beberapa hal yang menjadikan seseorang memiliki harta, salah satunya adalah bekerja. Bekerja pun ada beberapa jenis dalam Islam, seperti kerja sama usaha, bekerja ke orang lain dan mendapatkan upah, menjadi makelar, dll. Semua bisa dilakukan selama halal dan tidak melakukan kecurangan. Dalam aktivitas bekerja ini akan ada pengurusan dari negara. Negara akan menindak tegas ketika ditemui penyimpangan dalam perolehan harta rakyatnya.

Dengan turun tangannya negara, maka akan terjamin kesejahteraan para pencari nafkah. Sehingga, hal-hal negatif seperti kemaksiatan tidak akan dilakukan anggota keluarganya, terutama istri/ibu bagi anak-anaknya. Seorang ibu akan menjalankan perannya sebagai ibu yang amanah terhadap titipan Tuhan dan akan menjadi pengatur rumah tangga tanpa beban ekonomi.
Negara dalam sistem Islam akan memberikan pelayanan, baik ada atau tidak ada pengaduan dari masyarakat. Karena pemimpin negara atau imam dalam pemerintahan Islam kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Sehingga tanpa diminta rakyatnya pun akan tetap mengurusi mereka.
“Imam itu pengurus rakyat dan dia bertanggungjawab atas rakyat yang dia urus”. (Bukhari dan Muslim).
Wallahu a’lam bishshowab
:

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update