By : Ummu Kamil
Halo sob masih stay tune ga nih dijalur hot news. Pernah dengar judul lagu atouna El Toufoule ga sob????Atouna El Toufoule sendiri berarti “beri kami masa kecil”. jika kita perhatikan lirik demi lirik lagu tersebut sungguh membuat hati terenyuh . Penelitian berjudul “Video Musik Sabyan Gambus “Atouna El Toufoule” Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce” karya Erna Kurniawati menyebutkan, lagu ini mengisahkan anak-anak kecil yang masih menginginkan bermain bersama.
Nah sob, selain itu Anak-anak ini dan teman-teman sebaya membutuhkan kasih sayang dari orang tua, namun mereka kehilangan masa bermain bahkan keluarga dan rumah tempat tinggal mereka.
Tanah Rafah, selatan Jalur Gaza, bergetar hebat akibat serangan udara Israel pada Minggu (26/5/2024) malam. Serangan yang menyasar kamp pengungsian Tel Al-Sultan itu menewaskan sedikitnya 45 orang dan 249 lainnya terluka (Kompas.id, 28/5/2024).
Tragedi pilu ini menambah panjang daftar nama korban sipil Palestina akibat kekejaman perang Israel-Hamas. Melansir kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Kemanusiaan (OCHA), total korban jiwa Palestina hingga 27 Mei 2024 bertambah menjadi 36.050 jiwa, sementara 81.026 lainnya terluka.
What the solution?
Nah Sobat, terbayang dong gimana potret dunia pada masa depan kalau Zion*s sang teroris rasis super narsistik itu terus dibiarkan merajalela. Masuk akal kalau masyarakat Eropa pernah mengusir bangsa Yahudi setelah mengetahui niat busuk mereka yang tertuang dalam Protokol Zion*s. Allah Swt. juga ngingetin kita untuk waspada terhadap orang Yahudi, terutama Zion*s.
Firman-Nya, “Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS Al-Maidah [5]: 64).
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah [5]: 82).
Meski kampanye All Eyes on Rafah cukup efektif menarik perhatian masyarakat dunia, tetapi itu enggak bisa dijadikan solusi paling jitu untuk mengusir Zion*s
Yahudi dari bumi Palestina. Begitu juga dengan solusi ajakan duduk bareng di satu meja perundingan seperti sebelumnya. Itu cuma untuk meredam kecaman dunia saja. Soalnya bahasa yang dipahami oleh Zion*s cuma satu, yakni perang, bukan perjanjian gencatan senjata.
So, kita jangan diam aja, Sobat. Tunjukkan kepedulian kita kepada muslim Palestina meski cuma ikut ambil bagian memviralkan kampanye All Eyes on Rafah dan sejenisnya. Bisa juga turun ke jalan menyuarakan dukungan dan pembelaan terhadap muslim Palestina dan saudara kita di penjuru dunia lain yang tertindas oleh perilaku keji musuh-musuh Islam.
Jangan lupa, bekali diri dengan ilmu dan tsaqafah Islam sehingga kita paham kondisi umat Islam dan solusinya. Kelak, kitalah bagian dari pasukan dunia maya dan dunia nyata yang akan mengikis Zion*s sampai ke akar-akarnya dan melindungi umat dari musuh-musuh Islam seperti di Rafah dan G4z4. Birruh biddam nafdika, ya Al-Aqsha!
No comments:
Post a Comment