Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Efek Zonasi

Wednesday, June 12, 2024 | June 12, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:44:20Z

By : Firda Nur Azizah

(mahasiswa)

 

Dilansir dari ayobandung..com, di Kabupaten Bandung yang memiliki jumlah penduduk besar, masih saja ada yang belum memiliki sekolah terutama sekolah SMA negri. Menurut Ketua DPRD Bandung Sugianto ada beberapa daerah yang masih kesulitan bisa masuk SMA negri dengan alasan jarak rumah yang jauh.

Banyak daerah di Kabupaten Bandung, mengalami kekurangan sekolah, terutama untuk wilayah pegunungan yang jauh dari perkotaan. Padahal jumlah penduduk bertambah besar, sehingga usia sekolah pun bertambah banyak.

Negara Indonesia hanya mewajibkan program wajib belajar selama 9 tahun (sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama/ SMP). Sehingga untuk pembangunan sekolah menengah atas (SMA) belum diprioritaskan. Ditambah minimnya anggaran pendidikan yang diberikan oleh negara untuk pelaksanaan pendidikan bagi warganya.

Akhirnya, meski SMA berlabel negeri, negara memberi kebebasan sekolah untuk memungut iuran belajar untuk menunjang operasional sekolah. Maka wajar jika negara hanya mengutamakan pembangunan sekolah SMA untuk wilayah perkotaan, yang biasanya masyarakatnya mampu untuk membayar biaya sekolah negeri sesuai ketentuan. Berbeda dengan wilayah pegunungan yang biasanya masyarakatnya hidup sederhana dan penghasilannya pun secukupnya buat hidup di desa. Negara merasa kesulitan untuk membangun SMA negeri dengan memungut iuran sesuai pendapatan masyarakat. Ditambah adanya sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang saat ini menggunakan zonasi, mengakibatkan siswa yang rumahnya jauh dari sekolah tidak bisa masuk dalam sistem zonasi. Mereka kalah bersaing dengan siswa-siswa yang rumahnya lebih dekat dari sekolah.

Negara semestinya memberikan atau menyediakan satu suasana yang kondusif bagi berkermbangnya Pendidikan sekolah dan bagi kesertaan sebanyak mungkin orang untuk sampai kepada jenjang pendidikan terutama sekolah SMA negeri di Kabupaten Bandung ini, tanpa diskriminasi oleh kekuatan finansial masing-masing peserta didik. Masyarakat membutuhkan pemenuhan kebutuhan Pendidikan secara adil. Jika negara Islam tegak, aturan aturan harus diterapkan akan mensejahterakan masyarakat, karena Khalifah yaitu pemimpin suatu Negara, beliau memerhatikan rakyatnya, Juga apa yang dibutuhkan masyarakat akan terpenuhi

Pendidikan dalam sistem Islam termasuk kebutuhan primer atau pokok seperti halnya pangan, papan, dan kesehatan. Setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak tanpa kecuali. Negara berkewajiban memenuhi hak-hak warganya. Dalam hal pendidikan, negara wajib membangun sekolah-sekolah yang bermutu, baik dari segi kurikulum, pengajar, maupun fasilitas. Dan warga tidak dipungut bayaran sedikit pun alias gratis. Sehingga terciptalah generasi unggul pengisi peradaban Islam, yang berakhlak mulia dan mampu bersaing dengan peradaban barat.

Pada masa kegemilangan Islam kurang lebih 14 abad lamanya, banyak mencetak ilmuwan-ilmuwan yang menjadi pelopor keilmuan di barat. Seperti Al Khawarizmi ( yang menemukan Aljabar, ahli matematika, astronomi dan geografi), Ibn Al Haitam(Fisikawan penemu optik), Ibnu Sina (Ilmuwan dibidang kedokteran) dan banyak lagi ilmuwan-ilmuwan lainnya.

Semoga Sistem Islam segera tegak di bumi ini, sehingga permasalahan-permasalahan dapat diselesaikan.

Wallahu ‘alam bishowab

×
Berita Terbaru Update