Maraknya penyimpangan yg terjadi pada muslimah belakangan ini, dikhawatirkan dapat menyesatkan para remaja muslim dari makna sesungguhnya High Value Muslimah.
Dewasa ini Muslimah terutama kaum remajanya. Berlomba lomba dalam hal yang seyogyanya tidak bahkan hal tersebut dilarang dam islam. Misal, kaum remaja muslim hingga dewasa yang berlomba menghafalkan, serta ikut menyemarakan trend joget viral yang saat ini beredar di media sosial. begitu banyak trend joget yang di ikuti muslimah, mulai dari yang biasa aja, pakai musik jedag jedug, pargoy, hingga joged dengan gaya gaya erotis yang justru itu menjatuhkan iffah dan izzahnya sebagai muslimah.
Tidak cukup sampai disitu, marak pula remaja muslimah yang mengidolakan Icon Kpop, hingga diberitakan pada situs Kapanlagi.com pada 13 mei 2024, bahwa Fans Berhijab Mendapat Hujatan Akibat Dipeluk dan Dicium B1A4. Bagaimana bisa seorang muslimah, merasa dipeluk dan di cium oleh seorang non mahram menjadi sesuatu yang membanggakan. Padahal dalam islam bersentuhan tangan laki laki dan perempuan, adalah sesuatu yang harus dihindari, apalagi aktivitas yang jauh lebih dari pada itu.
Terakhir penyimpangan mencari jati diri bagi muslimah, yang padahal sudah tahu bahwa berhijab itu suatu kewajiban di dalam islam. Namun kemudian rela membuka hijabnya dengan alasan mencari jati diri, dan ingin berhijab dari keinginan sendiri. Seperti yang baru baru ini viral anak seorang pejabat yang memutuskan membuka hijab setelah berkuliah diluar negeri, seperti yang diberitakan pada situs republika.co.id pada hari jum’at 5 april, 2024.
Miris melihat perkembangan muslimah remaja dewasa ini, yang semakin kehilangan identitas diri mereka sebagai seorang muslimah. Hal tersebut terjadi tak lain dan tak bukan akibat pemahaman sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga seolah olah agama tidak berperan dalam mengatur manusia di kehidupan , agama hanya mengatur individu pada aspek ibadah saja.
Padahal ada yang keliru dalam memaknai ibadah, karena sejatinya ibadah itu adalah seluruh aktivitas manusia yang diniatkan karena Allah, dan dilakukan sesuai dengan syariat-Nya. Maka semestinya seorang muslimah menggunakan aturan islam dalam sendi sendi kehidupannya agar mereka terjaga terlindungi, serta mulia.
Aturan islam murni diciptakan oleh pencipta kita (Allah) untuk digunakan oleh ciptaan-Nya (Manusia) agar manusia bisa hidup dengan selamat dan sejahtera. Hukum islam memiliki begitu banyak peraturan kehidupan termasuk peraturan bagi muslimah, sebagai suatu bentuk penjagaan dan perlindungan terhadapnya.
Ada aturan islam tentang rasa malu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al Hakim, berikut bunyi haditsnya:
“Iman dan malu merupakan pasangan dalam segala situasi dan kondisi. Apabila rasa malu sudah tidak ada, maka iman pun sirna,” (HR Al Hakim).
Jika muslimah memiliki rasa malu, maka tidak akan ada muslimah yang asyik joged sana sini berlenggak lenggok hingga ditonton ratusan atau jutaan laki laki non mahrom melalui akun media sosialnya.
Dalam islam pun ada aturan tentang hukum pergaulan laki laki dan perempuan. Sebagaimana Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Maka sejatinya, andai seluruh muslimah menggunakan aturan islam, tidak akan ada perempuan yang rela dipegang, dipeluk, atau bahkan dicium oleh seseorang yang bukan mahramnya. Itu sungguh perbuatan yang menjatuhkan kemuliaannya sebagai muslimah.
Serta tidak ada pula perempuan yg membuka hijabnya dengan dalih pencarian jati diri. Karena berhijab adalah suatu kewajiban yang pasti.
salah satunya tercantum dalam Surah An-Nur ayat 58.
وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ …
Artinya: “Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya).”
Lebih dari pada itu, Selain jilbab (pakaian muslimah) menjadi suatu kewajiban. Sebagaimana penjelasannya tercantum dalam surat Al-A’raf ayat 26 yang berbunyi:
يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
Maka berhijab, bukanlah hal yang ditentukan oleh manusia, melainkan itu permintaan sekaligus perintah Allah swt, terhadap makhluknya khususnya muslimah, agar mereka dapat terjaga dari pandangan serta perlakuan tidak senonoh bukan mahram, serta menjadi muslimah yang mulia karena penjagaanya.
Dari sini jelaslah bahwa makna High Value Muslimah yang mau mempelajari islam, agar dia faham terhadap seluruh aturan islam. Agar tahu mana yang boleh dilakukan, dan mana yang justru dilarang dalam islam. Serta menerapkan islam dalam kehidupanya sehingga dia dapat terjaga kemuliaan nya.
Dalam artian menjadi High Value Muslimah adalah tentang bagaimana menjadi Muslimah yg Shaliha. Bukan muslimah yang ikut ikutan trend terbaru yang khawatirnya justru menjerumuskan. Wallahu alam bishawab.
No comments:
Post a Comment