By : Sarah Fathya Rahmanina
(Mahasiswa)
Dikutip dari media CNN Indonesia, Bus Trans Putera terlibat kecelakaan maut hingga menyebabkan belasan penumpang tewas di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5) malam. Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Korban terdiri dari sembilan orang siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, seorang guru dan seorang warga sekitar kejadian. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyatakan bus yang terlibat kecelakaan itu tidak memiliki izin angkutan.
Miris fakta diatas menunjukan bahwa niatnya healing malah berujung kematian dan acara perpisahan tersebut masih menjadi Pro Kontra dikalangan dengan Orang tua mereka yang kontra tidak lain karna biaya yang harus dikeluarkan itu sangat mahal jangankan untuk membiayai acara perpisahan anaknya, untuk makan sehari-hari saja belum tercukupi. Alhasil mereka yang kurang mampu ini memaksakan ini untuk dan memutar otak mencari biaya tambahan agar anaknya dapat ikut serta acara sekolah tersebut.
Semua terjadi karena sistem kapitalisme yang meniscayaan kesenjangan sosial dari sisi transportasi, mereka yang memiliki modal besar tentu akan menyewa transportasi dengan fasilitas yang baik. Namun sebaliknya mereka yang tidak memiliki modal cukup mau tidak mau akan menyewa transportasi dengan fasilitas seadanya negara juga memiliki peranan penting dalam masalah ini diantaranya adalah mengabaikan jalan-jalan yang rusak, mengecek kelayakan transportasi dll.
Islam sebagai agama yang sempurna akan menjamin keselamatan setiap manusia bahkan hewan, Negara akan menyediakan transportasi yang murah, aman, dan layak. Lalu negara juga bertanggung jawab penuh dalam membangun infrakstruktur diantaranya tidak membiarakna jalan rusak islam akan menerapkan standar keamanan terbaik sesuai teknologi paling mutahir dan tidak kalah penting negara akan memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar Wallahu a’lam bii shawwab.
No comments:
Post a Comment