Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Pelaku Kriminal Dimana Peran Keluarga?

Friday, May 17, 2024 | Friday, May 17, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:46:44Z

Oleh: Lilik Solekah, SHI.
(Ibu Peduli Generasi)

Bagaikan disayat sembilu. Pedih itulah yang dirasakan para ibu yang peduli dengan keadaan generasi masa kini. Bagaimana tidak, setiap hari berita hanya ada kriminalitas, pembunuhan, pencurian, pembulian, dan banyak lagi permasalahan negeri ini. Termasuk berita dari sukabumi dengan gemparnya seorang bocah yang menjadi korban pembunuhan dan disodomi.

Ada lagi yang membuat miris di Jambi tiga orang anak yang harus berhadapan dengan hukum karena kasus pembunuhan terhadap seorang santri. Sedangkan para psikolog memberikan sinyal bahwa ini semua disebabkan karena kurangnya peran orang tua terhadap pendidikan anak.

Saya sependapat dengan pendapat para psikolog tersebut bahwa peran orang tua saat ini cenderung minim. hanya harta yang dikejar seolah-olah segala permasalahan selesai hanya dengan harta yang melimpah.

Sesungguhnya tidak sekedar peran orang tua namun meningkatnya Kasus Anak Berkonflik Hukum, ini merupakan alarm bagi orang tua, pendidik, masyarakat dan Negara. Sebab ini bagaikan mata rantai yang tak bisa terpisahkan karena semua berkaitan. Coba bayangkan ketika anak dididik, digembleng dalam rumah saja tanpa interaksi juga akan eksklusif tidak mampu berbaur. Sehingga tidak cukup dengan peran orang tua saja. Jadi akar permasalah dari itu semua masih ada karena jika kita menyentuh peran orang tua saja ini baru cabangnya. Dari sini menimbulkan pertanyaan. Lalu apa akar masalahnya? jawabnya adalah sistem kapitalisme liberal.

Sehingga maraknya kriminalitas oleh anak-anak ini merupakan gambaran buruknya output dalam sistem pendidikan Kapitalisme Liberal tersebut. Dalam sistem ini orang tua dianggap hanya sebagai pihak pemberi materi, sementara itu orang tua juga hanya mengejar materi sebagaimana yang ditanamkan oleh sistem kapitalisme tersebut.

Dalam sistem kapitalisme liberal juga meniscayakan adanya sanksi yang tidak menjerakan apalagi jika pelaku anak-anak (usia kurang dari 18 tahun) ada peradilan anak yang hukumannya cenderung lebih ringan atau bahkan hanya sekedar direhabilitasi.

Dibanding berbalik dengan dalam Sistem Islam. Dimana seluruh permasalahan akan dikembalikan pada aturan Allah membuat manusia itu sendiri. Sebagai contoh dalam menyelesaikan kriminal anak baik yang menimpa anak atau yang menjadi pelaku kriminal akan bisa dihentikan. Sehingga seluruh aspek harus disinergikan oleh negara yaitu:

Dalam sistem pendidikannya yang berbasis Islam. yaitu bertumpu pada aqidah Islam, dan akan menghasilkan peserta didik berkepribadian Islam bukan kriminal. Karena output dari aqidah islam ini adalah individu yang bertaqwa. bertumpu pada halal haram saat berbuat. Paham akan adab pergaulan dalam Islam. Sehingga memiliki rasa takut saat terjun pada sirkel yang salah. Sebab sejatinya ketaqwaan individu akan membawa dia selalu merasa diawasi malaikat pencatat amal. Sehingga akan berhati-hati dalam setiap tindakanya.

Peran orang tua dalam Pendidikan anak sangat besar: Ibu adalah sekolah pertama dan pendidik pertama bagi putra putrinya, Bagi putra putri saudaranya dan kanan kirinya. Dari sini orang tua yang bertaqwa akan senantiasa berpedoman pada Islam.

Masyarakat yang peduli. Ini pun ada karena sistem Islam yang diterapkan karena didalamnya ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar. sehingga tidak akan terjadi masyarakat yang apatis, cuek terhadap keadaan sekitar. Dari sini sudah bisa dipastikan ketika tumbuh benih sudah diberangus oleh nasehat- nasehat dari masyarakat yang menangkap gelagat tidak baik tersebut.

Yang terakhir Islam menetapkan adanya sanksi tegas dan tidak membedakan usia selama sudah baligh atau dilakukan dalam keadaan sadar ya mendapatkan hukuman yang sama. Dalam hukuman pidana Islam, selain akan mendapatkan sanksi pidana berupa qishash atau membayar diyat, terhadap pelaku pembunuhan juga akan mendapat hukuman di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya.” ( Qs. An-Nisa :93)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update