Kira-kira bagaimana menurutmu jika terbangun langsung disodorkan dengan uang 1 Milyar? Kaget dan tak percaya pastinya. Mendapat uang 1 juta saja sudah senangnya minta ampun apalagi dengan 1 Milyar. Rupanya bagi masyarakat biasa uang tersebut sangatlah besar, tapi bagi para petinggi yang diberi amanah, uang tersebut terbilang sangat kecil.
Tapi bagaimana dengan uang 1 triliyun? Banyak. Apalagi sampai dikorupsi mencapai 271 triliyun. Nomilal yang sangat fantastik, jika dihitung dengan angka populasi masyarakat Indonesia keseluruhan, jika dikalkulasikan perorang bisa mengantongi uang sebanyak 10 juta dari total penduduk masyarakat Indonesia. Jika menabung satu hari 1 milyar, maka dipastikan 271 tahun kedepan angka itu baru bisa didapatkan. Luar biasa bukan?
Dikutip dari Suara.com, kekayaan Sandra Dewi dan Harvey Moeis masih menjadi sorotan publik, setelah suaminya terseret kasus korupsi timah yang merugikan negara Rp 271 triliun. Sejauh ini, Sandra Dewi diketahui memiliki rumah tinggal super mewah yang fasilitasnya bak hotel bintang lima.
Rumah mewah Sandra Dewi ini juga sempat masuk dalam konten Melaney Ricardo yang takjub melihat lobby rumah ibu 2 anak tersebut. Selain memiliki lobby rumah bak hotel bintang 5, rumah Sandra Dewi juga dilengkapi garasi yang terlihat bak showroom mobil untuk memarkirkan Ferrari koleksi Harvey Moeis. Penampakan garasi mobil Sandra Dewi ini sempat terlihat ketika Harvey Moeis mengajak anak-anaknya melihat koleksi mobil Ferrari miliknya.
Dalam video yang diunggah ulang oleh YouTube Daily IG Story tersebut, terlihat Harvey Moeis memiliki lebih dari 5 mobil mewah yang terparkir rapi di garasinya. Salah satunya, Ferrari Spider yang harganya bisa mencapai Rp 10 miliar. Tak hanya itu, suami Sandra Dewi ini juga nampaknya mengoleksi aksesoris dan interior mobil. Hal ini terlihat dari berbagai macam jenis kursi untuk mobil mewahnya yang terpajang rapi di samping Ferrari koleksinya (31/3/24).
Fakta di atas sudah lumrah ditemukan dalam lingkaran kekuasaan. Bayangkan 271 triliunan bukan angka yang sedikit, betapa besarnya kerugian negara dan rakyat, belum lagi kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Masyarakat banyak hidup di bawah kemiskinan dan melarat padahal realitanya negara ini merupakan negara terkaya.
Sungguh dzalim dan rakusnya manusia, bahkan segunung emas disodorkan takan mampu merasa puas. Bayangkan saja rakyat masih banyak yang kelaparan di luar sana dan harus mati-matian mencari sesuap nasi demi bertahan hidup, dengan serakanya tega menikmati uang itu sendiri. Tak sedikitpun berpikir betapa banyak rakyat yang menderita. Gaya hedonisme yang sering ditampilkan bisa jadi salah satu penyebabnya.
Kondisi hari ini menggambarkan lemahnya kontrol pengawasan negara dalam mengelola pertambangan. Harusnya sumber daya alam dikuasai dan dikelola oleh negara, namun hanya dikuasai oleh segelintir orang yang bersifat rakus dan tamak. Akhirnya memungkinkan masuk permainan gelap yang saling bekerja sama dan berkepentingan. Sejumlah cara dilakukan mulai administrasi dan legitimasi demi memuluskan penambangan. Dengan lingkaran setan seperti itu, memungkinkan korupsi terjadi.
Budaya korupsi disistem hari ini sudah biasa, dan tentu menunjukkan sulitnya memberantas. Selain keimanan dalam bentuk pengawasan oleh Allah sangat minim, ditambah sistem hari ini mendorong dan memfasilitasi untuk berlaku korupsi, bahkan penyelenggara negara berikut pengusaha di bawah, turut bersikap sama menyedot sumber daya alam walaupun kuantitasnya lebih kecil.
Menurut Jurnalis Joko Prasetyo dalam flashnews, disadari atau tidak, ideologi yang diterapkan di Indonesia ini adalah ideologi kapitalisme. Ideologi kapitalisme ini berakidah sekuler dan bersistem pemerintahan demokrasi. Hanya saja posisi negara ini bukan sebagai pengemban ideologi kapitalisme, tetapi sebagai objek penerapan ideologi kapitalisme.
Berbeda halnya ketika kehidupan diatur oleh sistem Islam, tegak atas dasar landasan akidah yang kuat dan terwujud dalam amal perbuatan. Halal haram benar-benar menjadi patokan sehingga celah keburukan tertutup rapat karena kukuhnya keimanan menjadi pengawasan melekat, baik pada individu, pegawai, dan pejabat, maupun seluruh rakyat. Wallahu a'lam bishawab.

No comments:
Post a Comment