Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Negara Gagal dalam Memberikan Jaminan Keamanan Obat dan Pangan Gagal Ginjal

Sunday, January 14, 2024 | January 14, 2024 WIB Last Updated 2024-01-14T02:10:55Z



Oleh Nurlaela

Aktivis Muslimah


Innalillahi wa’innailaihi roji’un. Lagi-lagi berita kematian terdengar disetiap hari nya, kali ini kasus kematian pada anak penderita gagal ginjal akut membuntut mengalami lonjakan pada Agustus hingga Oktober 2022. Dan kian meningkat per 5 Februari 2023 tercatat sudah terdapat 326 kasus gagal ginjal anak dan satu suspek yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Dari kasus tersebut, pada saat itu dilaporkan total 204 anak meninggal dunia.


Sejumlah keluarga korban anak gagal ginjal akut mendesak Bareskrim Polri segera menyeret pihak yang bertanggung jawab atas peredaran obat batuk sirup beracun ke pengadilan. Sebab selain produsen atau perusahaan farmasi,  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) patut dianggap lalai mengawasi bahan baku obat sirup hingga diterbitkannya nomor izin edar. Safitri ibu korban secara terang-terangan menyebut peristiwa ini sebagai “kejahatan besar” karena ada pihak-pihak yang disebutnya lalai.“Di titik ini saya mau menyebut anak saya dibunuh oleh sistem,” ungkapnya.  (media online indonesia/articles)


Aturan yang kurang menyeluruh menjadikan tidak diterapkannya standar mutu yang tinggi untuk menjaga keamanan obat serta makanan yang nantinya akan menjamin keselamatan bagi rakyat. Angka kematian anak yang tinggi disebabkan fenomena gagal ginjal akut yang belum ada solusi sampai detik ini seharusnya dapat menyadarkan para penguasa dan masyarakat bahwa ada kesalahan besar dalam tata kelola kesehatan di negeri ini. Tapi malang nya kasus kematian seperti ini pun tidak mampu membuat mereka sadar. Allah SWT. mengingatkan dalam QS. Ali Imran ayat 7 yang artinya, “dan tidak dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal.” Begitulah peringatan Allah bagi orang-orang yang mau berpikir dengan baik menggunakan akal nya sebab yang menjadikan perbedaan besar antara manusia dengan hewan adalah akal, Allah telah menganugrahi kita dengan akal yang dengan akal itu kita bisa menimbang perbuatan baik dan buruknya sedangkan hewan tidak. Maka kenapa kita enggan berpikir?


Busuk nya sistem kapitalisme saat ini, rakyat ditindas dari berbagai lini tanpa terkecuali dalam bidang kesehatan, penanganan terhadap kasus gagal ginjal akut termasuk sangat lamban dan abai pasalnya kesehatan di bawah pengelolaan system kapitalisme di jadikan sebagai objek komersialisasi yang bisa di perdagangkan oleh para korporasi. Lagi-lagi asas manfaat yang kaya semakin kaya yang miskin semakin banyak.


Sistem kapitalisme melahirkan kebijakan yang hanya berputar padaa persoalan uang, bisnis, dan keuntungan pasalnya disetiap tahun subsidi kesehatan terus dikurangi. Negara hadir ditengah-tengah umat bukan sebagai pengurus urusan rakyat tetapi justru sebalikanya malah sebagai regulator yang memuluskan bisnis para korporasi termasuk dalam bidang kesehatan.


Sistem kapitalisme melahirkan output yang bengis. Mengesahkan kebijakan diatas hawa nafsu yang tamak tidak heran untuk menangani kasus gagal ginjal akud ini mereka mengabaikannya hingga menelan ratusan nyawa. Mengulang apa yang di ungkapkan oleh Rini Syafri, Pemerhati Kebijakan Publik. Beberapa tahun lalu “ seperti rezim neolib sebelumnya, melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional(PJK) tanggung jawab yang begitu penting justru diserahkan pada Lembaga bisnis keuangan kapitalis BPJS kesehatan, setelah sebelumnya rumah sakit dikelola diatas prinsip untung rugi sesuai ketentuan Badan Layanan Umum” tuturnya. (muslimahnews)


Mengenai ungkapan Rini diatas menunjukkan bahwasannya permasalahan kesehatan di Negeri ini tidak terjadi baru-baru ini tetapi peristiwa ini sudah terjadi di sepanjang pergantian rezim. Dari sini dapat dilihat negara telah gagal memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya walaupun sudah gonta ganti rezim yang baru. Inilah yang terjadi dalam sistem ekonomi kapitalisme saat ini.


Suri tauladan bagi kita, Rasulullah saw. telah sukses meletakkan fondasi pelayanan kesehatan terbaik. Pengurusan pemenuhan hajat pelayanan kesehatan publik begitu menyejahterakan. Bahkan  pelayanan kesehatan dibawah naungan khilafah adalah yang terbaik dalam sejarah peradaban dunia. Berlangsung selama 13 abad dan meliputi hampir dua per tiga dunia.


Berbanding terbalik  dengan sistem kapitalisme. Islam rahmataan lil’alamin terdapat tiga hal yang dapat menjadikan islam mampu menciptakan kehidupan yang berkah dan menyejahterakan. 


Pertama, Setiap muslim termasuk penguasanya, menjalankan aturan Islam di dorong oleh ketakwaan kepada Allah SWT., bukan semata karna motif ekonomi yakni mendapatkan keuntungan. 

Kedua,  Syariah islam mencegah konsentrasi kekayaan hanya pada segelintir orang. Dengan demikian akan teratasi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. 

Ketiga, Islam telah mengharamkan memakan harta orang lain secara zalim TQS an-Nisa ayat 29.


Begitulah cara Islam mengatasi kesehatan. Dalam Daulah Islam akan mengontrol penuh keamana yang menyangkut masyarakat muslim apalagi mengenai kesehatan. Sebab kesehatan dalam Islam menjadi tanggung jawab negara. Negara dalam Islam adalah perisai, pelindung bagi rakyat yang hidup di bawah naungannya bahkan tidak hanya saja di dalam daulah tetapi di luarpun akan dilindungin serta tanpa memandang bulu baik yang muslim ataupun kafir semuanya sama tidak ada perbedaan dalam meriayah. 


Wallahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update