Oleh : Sri Kuntari (Muslimah Peduli Umat)
Berdasarkan
informasi yang didapatkan dari Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Morowali,
Katsaing, telah terjadi ledakan tungku PT ITSS, Morowali yang menyebabkan
kebakaran hebat. Terjadi pada pukul 05.30 WIB, menurut kesaksian karyawan pero
silicone PT ITSS sedang melakukan perbaikan tungku, dan melakukan pemasangan
plat pada bagian tungku tersebut yang mengakibatkan ledakan sehingga membuat
beberapa tabung oksigen di sekitaran area juga meledak.
Presiden
Partai Buruh Said Iqbal mengatakan kebakaran di PT Indonesia Tsingshan
Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah merupakan dampak dari
diabaikannya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap pekerja lokal. Menurut
Said mengatakan insiden itu juga dampak dari investasi Cina di Morowali yang
menyebabkan upah murah. Karena itu Iqbal meminta pemerintah segera membentuk
Tim Pencari Fakta yang terdiri dari Kemnaker RI dan berbagai instansi terkait.
Ia mendesak Tim Pencari Fakta turun ke lapangan untuk menyelidiki apa yang
terjadi pada hari ini. "Persoalan K3 sudah terjadi berulang-ulang. Bahkan
sampai memakan korban jiwa. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Iqbal dalam
keterangannya, Minggu (24/23).
Kecelakaan
ini terjadi karena dampak dari diabaikannya Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) terhadap pekerja, sehingga Akibat dari ledakan itu, diduga
ada belasan orang yang meninggal dunia. Termasuk ada yang kritis, luka berat,
maupun luka ringan. Persoalan
akibat kelalaian K3 sudah sering terjadi
berulang-ulang. Bahkan sampai memakan korban jiwa, meskipun sudah diberi sanksi
terhadap pemilik modal.
Namun
pada faktanya pemerintah tidak tegas dalam memberikan sanksi terhadap perusahaan tersebut, sehingga
sanksi yang diberikan tidak mampu memberikan efek jera terhadap pemilik modal, sehingga perusahaan lalai dalam menjamin
keselamatan pekerja dan abai terhadap upaya pencegahannya, maka tidak heran hal
ini terjadi sebab ini merupakan buah dari sistem kapitalisme yang mengutamakan
keuntungan dan abai akan tanggung jawab terhadap pekerjanya.
Berbeda
dengan sistem Islam yaitu menjamin keselamatan pekerja dan mewajibkan
perusahaan untuk memenuhi hak-hak
pekerjanya, dan perusahaan wajib menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan
aman sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja akibat dari
kelalaian, dan Islam juga melarang untuk membahayakan diri sendiri dan
juga orang lain. Daulah (negara) akan
memastikan terlaksananya K3 pada setiap perusahaan dan akan memberikan sanksi
yang tegas terhadap perusahaan yang lalai terhadap bertanggung jawabnya atas
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pekerjanya. Sehingga para pekerja akan
terjaga keamanannya. Begitulah dalam sistem Islam yang sangat Paripurna hingga
tidak ada sistem yang paling sempurna selain sistem Islam, sistem yang
aturannya dari Allah semata.
.png)
No comments:
Post a Comment