Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bualan Negara Barat Usung HAM Sebagai Solusi Persoalan Dunia

Monday, January 15, 2024 | Monday, January 15, 2024 WIB


Oleh: Rizkika Fitriani


Majelis Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 1948 menetapkan 10 Desember lalu sebagai peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Saat itu PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi  (Universal Declaration of Human Rights/UDHR). 


Seluruh negara memperingati hari penting tersebut, tak terkecuali Indonesia. Meskipun peringatan dilakukan setiap tahun, namun kasus kejahatan yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM terus terjadi.


Bahkan HAM yang dijunjung tinggi oleh banyak negara barat dan aktivisnya untuk diperjuangkan, nyatanya tak lain hanyalah bualan belaka.


HAM nyatanya hanya membela Amerika dan kroni kroninya, namun tidak untuk negara yang menjadi korban genosida.


Seperti genosida di Palestiana yang dilakukan oleh Israel dan Amerika, di Myanmar ada Junta Militer yang menggenosida etnis rohingya, China kepada Uighyur, termasuk beberapa negara yang mengalami konflik kemanusia seperti Suriah, Sudan dan Afghanistan.


Bahkan baru baru ini salah satunya Yaman yang menjadi sasaran gempuran Amerika dan Inggris, lantaran menjadi satu satunya negara yang turut membantu Hamas dengan menyerang Negeri Zionis itu, sejak agresi Israel ke Palestina.


Dalam pembelaannya AS berdalih serangan tersebut dianggap sebagai misi balas dendam, karena Pasukan Houthi melakukan serangan ke beberapa kapal dagang di Laut Merah yang mengakibatkan AS mengalami kerugian 1,3 persen pada bulan November hingga Desember 2023. (dilansir CNBC Indonesia).


Lucunya dunia menjadikan HAM sebagai standar dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dunia. Seolah-olah HAM yang diusung menjamin penghargaan atas hak-hak dasar manusia, seakan HAM merupakan elemen istimewa yang membawa label kebebasan dan keadilan bagi semua. 


Faktanya HAM ini sendiri dijadikan sebagai alat untuk melakukan kedzaliman, karena HAM lahir dari sistem demokrasi yang berasaskan sekulerisme. 


Begitupun dengan permasalahan yang terjadi di dalam negeri, rakyat bahkan tidak merasakan peranan negara dalam melindungi setiap manusia, tak heran kasus kekerasan dan kriminalitas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, karena menjadikan HAM sebagai tameng yang selalu menjunjung tinggi kebebasan berprilaku.


Lantas bagaimana bisa HAM dijadikan parameter mampu menyelesaikan setiap permasalahan? 


Padahal bagi seorang muslim HAM adalah prinsip yang salah, karena menjadikan manusia bebas tanpa aturan, sementara fitrah manusia itu lemah jika tidak mengikuti petunjuk dari-Nya.  


Penerapan HAM dalam kehidupan akan bertabrakan dengan kepentingan orang lain, ditambah pemikiran sekulerisme yang membuat mereka dikendalikan oleh nafsu , sehingga persoalan tak kunjung selesai justru menyimpan bahaya pada masa yang akan datang.


Berbeda dengan pengaturan dalam sistem Islam. Tidak ada istilah hidup bebas, karena manusia diberikan seperangkat aturan yang telah Allah turunkan untuk diterapkan, dan sebagai manusia, harus tunduk dan terikat pada hukum Syara'. Hanya dengan patuh kepada perintah Allah akan membawa pada kedamaian dan ketenteraman.


Islam menetapkan bahwa hukum asal semua perbuatan adalah terikat dengan hukum syarak. Dengan demikian, segala sesuatu standarnya sama, yaitu syariat. Begitu pun jika terjadi kekerasan, akan dilihat hukumnya berdasarkan syariat, bukan berdasarkan hawa nafsu manusia. Allah Swt. berfirman,


اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ


“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS Al-Maidah: 50).


Sangat mustahil berharap mendapatkan hak manusia dalam penerapan sistem demokrasi hari ini. Hanya Islam yang akan memberikan hak dasar manusia sehingga dapat hidup tenang. 


Dengan melihat sejarah pada masa khilafah telah dibuktikan bahwa Islam berhasil mewujudkan kehidupan yang tentram serta sejarahtera. 


Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab negara memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan terhadap persoalan umat. 


Begitu sempurna Islam mengatur, karena aturan Islam berasal dari sang pencipta alam semesta yakni Allah subhanahu wa ta'ala. 


Kita sebagai makhluk yang memang fitrahnya lemah, harus tunduk pada hukum yang benar, yang berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sangat menghabiskan energi jika terus berharap dari HAM ala demokrasi. 


Saatnya umat bangkit dan mengharapkan agar segera mendapatkan pertolongan dari Allah mencapai negara dalam naungan khilafah 'ala minhajin nubuwwah.


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update