Semua KEK ini dapat diharapkan mampu memberi dampak ekonomi, seperti meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja yang berimplikasi pada serapan tenaga kerja, terbentuknya pusat perekonomian baru, termasuk memajukan dan memperdayakan UMKM di suatu wilayah.
Bahwa duta besar RI untuk Singapura, Surya Pratama mengungkapkan, pentingnya menggali informasi tentang peluang investasi, dalam proyek yang sedang berjalan di kawasan ekonomi khusus (KEK),"fokus di sini adalah kesempatan yang paling tepat untuk menggali informasi tentang peluang investasi, dalam proyek yang sedang berjalan di KEK khususnya pariwisata dan manufaktur."ungkap Suryo dalam Indonesia SEZ business forum, dengan tema "peluang bisnis dalam sektor manufaktur dan sektor pariwisata" di kawasan ekonomi khusus Indonesia, yang digelar di Sheraton Belitung resort, KEK Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka. Jakarta,CNBC Indonesia Belitung, Rabu (13 /12/ 2023).
Benarkah KEK mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat, rakyat mana yang dimaksud, dan apa saja dampaknya ?
Pada akhir 2023, Indonesia memiliki 20 kawasan ekonomi khusus KEK yang fokus pada industri dan pariwisata. Dari 20 KEK tersebut, 10 fokus pada pariwisata, dan 10 sisanya fokus pada manufaktur, telah terdapat dalam regulasi UU 39/2009 tentang kawasan ekonomi khusus, diterbitkan pemerintah yang sangat gencar serta membuka peluang investasi asing, sudah jelas ini berdampak bagi masyarakat lokal, yang wilayahnya masuk dalam KEK.
Macam -Macam dampak KEK yaitu pertama, menguntungkan asing dan kapitalis dalam UU KEK pasal 5 ayat 1 berbunyi"pembentukan KEK dapat diusulkan oleh badan usaha, pemerintah kabupaten/kota atau pemerintah provinsi kepada dewan nasional," kedua terjadinya eksploitasi SDA, pembangunan mayoritas kek membutuhkan lahan yang sangat luas, ketiga tidak signifikan menyerap tenaga kerja.
Berdasarkan fakta di atas, pembangunan KEK memiliki dampak negatif secara langsung bagi masyarakat lokal, dari mereka banyak tanahnya yang digusur, dan ruang hidupnya terganggu, akibat pembangunan proyek atas nama negara, misalnya para nelayan yang tidak lagi bisa leluasa melaut, karena laut sudah menjadi destinasi wisata, yang masuk program PSN atau KEK, inilah konsekuensi penerapan sistem kapitalis liberal.
Hanya pembangunan dalam Islam, merupakan hal penting dalam membangun perekonomian maju dan tererealisasi, seperti contoh, pembangunan dalam bentuk fisik yaitu, jalan tol, stadion, jembatan konstruksi, bangunan, jaringan listrik, bendungan dan lain-lain.
Dalam Islam, pembangunan haruslah memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat, bahwa ini salah satu kewajiban negara untuk menyediakan infrastruktur, yang dapat diakses oleh masyarakat luas, di mana ketika Islam berjaya dibawa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab juga pernah mendanai pembangunan infrastruktur, melalui anggaran khusus di Baitul mal dan dananya yang terdiri dari harta fai, Ganimah, anfal, usyur, khumus, rikaz, zakat, jizyah, kharaj, serta pengelolaan barang tambang, Islam tidak akan mengalokasikan pembiayaan infrastruktur dengan jalan utang atau investasi asing, negara yang akan memodali secara penuh pembiayaan pembangunan infrastrukturnya.
Setiap kepemilikan umum, baik itu SDA atau fasilitas publik, harus dikelola oleh negara, dan rakyat dapat memanfaatkannya secara gratis atau dengan harga yang murah dan terjangkau, negara juga akan memenuhi kebutuhan rakyat, dengan cara memberikan kemudahan bagi rakyat, untuk bekerja dan memberi modal usaha lapangan pekerjaan serta memberikan tanah mati untuk dikelola, dengan demikian negara tidak akan menjadikan pariwisata sebagai sumber devisa.
Dalam Islam wisata bertujuan untuk siar dakwah dalam rangka mengenalkan Islam dan meningkatkan keimanan setiap umatnya, atas keagungan Allah SWT, sang pencipta alam semesta.
Inilah kehebatan Islam bukan cuma hanya sekedar agama ritual saja, tetapi mengurus dalam setiap aspek kehidupan, karena Islam adalah agama politik, bukan hanya berdampak positif bagi manusia saja, tetapi membawa kerahmatan lil aalamin bagi semuanya.
Wallahu a'lam bishawab.

No comments:
Post a Comment