Aktivis muslimah ngaji
Semakin hari kondisi negeri ini semangkin memprihatinkan permasalahan demi permasalahan terus terjadi di negeri ini. Seperti kasus yang lagi viral baru-baru ini, seorang ibu di Kabupaten Padang Pariaman tega menyiksa, melukai dengan pukulan, membenturkan dan menyiram air panas ke wajah anak kandungnya yang berusia sembilan tahun, setelah diusut kekerasan itu dilakukannya karena alasan kesal terhadap sang anak.
M Arvi selaku Kasat Reskrim Polres Pariaman menuturkan korban disiksa oleh ibunya selepas ayahnya pergi bekerja. Kemudian pelaku memukul korban dengan benda dan dibenturkan ke meja hingga tega menyiram wajah anak perempuannya itu dengan air panas sebagaimana dilansir dari news.republika.co.id, 12 Juni 2023.
Salah satu permasalahan yang di alami penduduk dunia hari ini adalah kemiskinan, sistem kapitalisme telah menciptakan kesenjangan ekonomi yang melahirkan kemiskinan kestrukturan. Korban paling banyak adalah perempuan, terutama perempuan Indonesia.karna kemiskinan mereka rela pergi meninggalkan anak dan suami untuk menjadi tulang punggung keluarga. Kehidupan mereka sebagai TKW tak jarang di Bayangi mimpi buruk, yaitu pelecehan seksual dan penganiayaan. Di tambah lagi seorang ayah yang tegah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, kemudian maraknya perselingkuhan yang terjadi negeri ini. Viral kasus gugat cerai artis berinisial I terhadap V di media sosial. Kasus gugat cerainya disebabkan dugaan perselingkuhan. Kasus serupa sudah terjadi berulangkali. Fenomenanya seperti puncak gunung es, sedikit yang tampak, padahal realitanya sangat banyak. Hasil survei aplikasi just dating cukup mencengangkan. Indonesia menempati peringkat negara kedua di Asia dengan kasus selingkuh terbanyak (popmama.com, 15/5/2023).
Hasil survei aplikasi yang sama menunjukkan, sebanyak 40 persen mengaku pernah selingkuhi pasangannya. Yang cukup mengejutkan, ternyata perselingkuhan tidak hanya dilakukan kaum pria. Survei menunjukkan perempuan di Indonesia lebih banyak melakukan selingkuh ketimbang laki-laki (wartakotalive.com, 18/2/2023). Lebih mengagetkan lagi, persoalan terbanyak menjadi pemicu perceraian tersebut adalah acara reuni. Dari acara reuni ini, akhirnya cinta lama bersemi kembali atau CLBK (Beritasatu, 31/05/2023). Miris, Pengadilan Negeri Agama Kota Padang, Sumatera Barat, mencatat telah terjadi lonjakan angka perceraian pascalebaran IdulFitri 2023. Hampir seratus janda per hari muncul di Kota Padang. Sungguh mengenaskan memang fenomena saat ini, jumlah perselingkuhan semakin marak seperti penyakit yang menjangkiti semua kalangan dari mulai pejabat tinggi, artis hingga rakyat biasa. Ini merupakan fenomena yang tak wajar yang semestinya tidak terjadi.
Penyebab perceraian beragam mulai dari masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, orang ketiga melalui ponsel, namun persoalan terbanyak menjadi pemicu perceraian tersebut adalah acara reuni. Pertemuan-pertemuan setelah reuni lah yang menimbulkan gangguan pihak ketiga. Ketika mereka curhat, nyambung dan saling kontak diimbangi dengan keimanan yang tipis, maka disitulah awal mula perselingkuhan marak terjadi (Hidayatullah.com, 3/6/2023)
Permasalah di negeri ini semangkin masif di mulai dari kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual terhadap anak, kesenjangan ekonomi yang mengakibatkan perempuan harus menjadi tulang punggung, maraknya perselingkuhan baik laki-laki maupun perempuan. Ini di akibatkan sistem kapitalisme, sekularisme yang menjangkiti negeri ini . sehingga rusaknya Tatanan Keluarga Muslim hari ini.
Beginilah gambaran kehidupan yang berasaskan sekularisme (pemisahan agama dengan kehidupan). Beginilah asas yang diterapkan di negeri ini. Beginilah kerusakan akibat penerapan asas ini. Realita di sistem kapitalisme yang diterapkan hari ini tidak mampu meyiapkan para perempuan untuk siap menjalani peran sebagai seorang ibu, melainkan hanya siap untuk menjadi istri. Kurikulum pendidikan yang ada dalam sistem kapitalisme tidak menekankan kesiapan untuk menjadi orang tua sebagai kompetensi, sehingga saat memasuki jenjang rumah tangga orang tua merasa gagap dan asing dengan peran yang harus dihadapi dalam kehidupan rumah tangga mereka, hingga akhirnya membuat mereka merasa tertekan. Kalau dilihat dari kasus yang semakin sering terjadi, siapa yang harus disalahkan? Pelakor kah, suami sendiri atau istri yang tidak pandai menjaga suami? Ternyata, sebagaimana dikutip dari Youtube Ustaz Felix Siauw, perselingkuhan terjadi karena masyarakat saat ini mengunakan mindset sekuler kapitalis sebagai pandangan hidup dengan tujuan untuk kesenangan semata dan memisahkan aturan agama dari kehidupan.
Mindset sekuler kapitalis ini membuat laki-laki tidak bisa mengontrol hawa nafsunya padahal sudah menikah dan mempunyai keluarga kecil. Terbuai dengan hasutan setan yang katanya rumput tetangga serasa lebih hijau sehingga tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya sehingga terjadilah perselingkuhan. Mindset ini sangat berbahaya karena semua orang tidak peduli dengan halal dan haram serta lebih mementingkan kesenangannya semata. Mindset yang salah ini dengan mudah menyerang generasi karena mereka tidak memahami Islam secara kaffah. Sistem hari ini membuat sibuk dengan dunia saja, mementingkan kepentingan dirinya sendiri sehingga banyak peran dalam keluarga yang hilang. Oleh karenanya, agar kasus perselingkuhan bisa teratasi dan tidak menjangkiti generasi kita, butuh peran negara yang bisa mengondisikan warga negaranya supaya menjadi generasi yang taat syariat. Negara yang seperti itulah yang akan menerapkan seluruh aturan Islam.
Umat Islam harus segera bangkit dari keterpurukan dengan jalan kembali kepada Islam kaffah. Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan telah memberikan solusi tuntas terhadap seluruh permasalahan yang menimpa umat manusia dengan terperinci, tegas, tuntas dan jelas termasuk masalah perselingkuhan yang menerpa keluarga.
Sebab aturan Allah SWT dan RasulNya memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia dan tidak akan pernah berubah sampai akhir zaman. Hanya saja aturan atau hukum Islam tidak dapat tegak kecuali jika tiga pilar tegaknya hukum Islam diterapkan,
1. Pembinaan individu yang mengarah kepada pembinaan keluarga. Ketakwaan akan menjadi penentu lahirnya individu-individu Muslim yang hanya patuh pada Allah SWT, ikhlas dengan Islam yang diyakininya dan hanya mau diatur oleh Allah SWT. Sehingga suami maupun istri akan senantiasa menjaga kehormatan, menundukkan pandangan, menjaga batasan pergaulan serta suami memahami kewajibannya mencari nafkah untuk keluarganya dan bergaul dengan cara yang makruf. Sedangkan istri memahami kewajibannya, taat kepada suaminya dan sebagai ummun wa rabbatul bait.
2. Kontrol masyarakat. Islam juga sangat memperhatikan pentingnya hidup bermasyarakat dan menjaga masyarakat dengan amar makruf nahi mungkar. Amar makruf yang dilakukan secara menyeluruh, baik di keluarga, lingkungan kaum Muslimin dan jamaah dakwah saling bahu membahu mengontrol dan menasihati masyarakat lainnya.
3. Adanya suatu sistem yang terpadu yang dilaksanakan oleh sebuah negara sebagai pelaksana dari aturan Allah SWT dan RasulNya. Islam memberi tugas pada negara untuk menyiapkan berbagai perangkat untuk mewujudkan ketahanan keluarga melalui penerapan Islam kaffah. Negara menciptakan suasana masyarakat tempat generasi menimba pengalaman hidup dan menempa mentalnya. Negara menyediakan pendidikan formal dengan kurikulum yang bertarget melahirkan calon orang tua salih-mushlih dan siap membina rumah tangga. Negara melaksanakan sistem pendidikan berdasarkan paradigma yang lurus berbasis akidah yang bertujuan melahirkan generasi berikut kepribadian Islam, berjiwa pemimpin, mampu mengemban taklif sekaligus mumpuni dalam ilmu dan teknologi.
Sistem negara Islam ini akan memulai dengan penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam agar membentuk generasi yang berkepribadian Islam sehingga tidak ada perilaku selingkuh karena perilaku selingkuh merupakan khianat yang dilarang dalam Islam. Dalam Kitab al-Mufrodat dijelaskan khianat itu melanggar hak dan merusak perjanjian secara sembunyi-sembunyi dan Allah mengharamkan perilaku ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an;
نَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ كَيْدَ الْخَـآئِنِيْنَ
"bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat."
(QS. Yusuf 12: Ayat 52)
Selain itu orang yang berselingkuh berarti telah menjalin hubungan terlarang dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, dengan kata lain ini merupakan perzinaan, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT. Seorang Mukmin sejati tidak pernah berhenti mendekat kepada-Nya. Ambisi utama orang yang jauh dari Allah adalah dunia. Hidupnya sempit dan dipenuhi hal-hal negatif. Allah menjelaskan dalam firman-Nya:
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha (20): 124).
Pada ayat ini Allah memberi peringatan dan ancaman bagi mereka yang berpaling dari petunjuk-Nya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku dan enggan mengikuti petunjuk-Ku, maka sungguh dia akan mendapat balasan dengan menjalani kehidupan yang sempit sehingga selalu merasa kurang meski sudah memperoleh banyak rezeki di dunia, dan Kami akan mengumpulkannya kelak pada hari kiamat dalam keadaan buta sehingga tidak dapat meniti jalan ke surga. Pada ayat 125 surat Thaha. Ketika orang yang ingkar itu merasakan balasan Allah, dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta sehingga tidak dapat melihat, padahal di dunia dahulu aku dapat melihat?”
Manusia mungkin berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang negatif dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan.
Wallahu alam bisawab.

No comments:
Post a Comment