Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merebaknya Zina Selamatkan Generasi

Friday, June 09, 2023 | Friday, June 09, 2023 WIB

Oleh: Mentari
Aktivis Muslimah ngaji

Selama empat bulan, tercatat sudah ada ratusan pasangan usia dini di Tulungagung yang mengajukan dispensasi nikah. Faktornya adalah disebabkan kehamilan di luar nikah. Kepala Pengadilan Agama (PA), Kabupaten Tulungagung, Zaenal Farid, mengungkapkan bahwa selama Januari hingga April 2022, sudah ada 177 pasangan usia dini yang mengajukan dispensasi nikah ke PA Tulungagung. Dari jumlah tersebut, semuanya telah mendapatkan dispensasi nikah. 

Kata Zainal Farid, anak-anak yang mengajukan dispensasi nikah ketika dimintai keterangan, mereka mengaku telah melakukan hubungan biologis. Bahkan, beberapa diantara mereka sudah dalam kondisi hamil. “Saya contohkan, bayangkan saja jika anak itu lahir dan tidak memiliki ayah,” ujarnya. (jurnalmataraman.com, 27/05/2022).

Rasanya sudah tidak kaget lagi mendengar kasus hamil di luar nikah atau Married by Accident (MBA). Puluhan data mengungkapkan banyaknya pasangan muda-mudi yang sudah tidak malu lagi melakukan maksiat tersebut tanpa berpikir panjang. Banyak dari mereka bahkan usianya masih di bawah umur. Terbukti, ratusan pasangan usia dini di Tulungagung mengajukan dispensasi nikah yang berarti mereka belum cukup umur untuk menikah atau di bawah 19 tahun.

Lebih mengerikan lagi ketika muncul istilah FWB (Friend with Benefits), yaitu hubungan antara pria dan wanita yang berawal dari hubungan pertemanan, tetapi akhirnya berujung pada orientasi seksual tanpa ikatan pernikahan. Istilah ini mulai menjadi tren di kalangan anak muda, bahkan beberapa menyebut sebagai sesuatu yang keren. Bermaksiat kok malah bangga.

Membahas deretan pergaulan bebas yang faktanya tidak ada habisnya, nyata menyesakkan dada. Saking banyaknya kasus yang ada, menandakan bahwa hal ini bukan hanya kesalahan individu, melainkan karena ada yang salah pada sistem tata aturan yang berlaku di masyarakat sehingga individu rusak muncul bersamaan.

Mirisnya, dampaknya dapat menimbulkan bahaya yang tidak kalah mengerikan. Penyakit menular seksual yang beragam jenisnya muncul dari perbuatan yang dilaknat oleh Allah Swt. tersebut, harusnya sudah membuat manusia sadar dan tak mengulangi kesalahan yang hina itu.

Sayangnya dunia sekuler-liberal tidak mengaminkan hal tersebut. Pasalnya, dalam paradigma liberalisme justru meniscayakan kebebasan berperilaku. Bahkan life-style hedonis membuka peluang lebih lebar masuknya pintu-pintu liberal yang dilarang agama. Sekalipun hal tersebut maksiat besar di sisi Allah Swt., tetapi jika hal tersebut mendatangkan manfaat dari sisi materi dunia, maka bukan tidak mungkin kemaksiatan tersebut justru diberikan jalan. Begitulah konsep kapitalisme sekuler menghabisi keimanan kita. Bagaimana dapat kita biarkan generasi ini rusak dan krisis identitas sebagai muslim akibat kehidupan sekuler-liberal?

Dalam sistem Islam, perlindungan berlapis akan diterapkan untuk menjaga generasi. Islam tidak pernah melarang pernikahan dini, bahkan tidak ada batas usia minimal untuk menikah. Dengan kurikulum Islam, generasi akan benar-benar dicetak untuk siap mengarungi kehidupan sesuai syariat Islam. Tata aturan pergaulan Islam yang bahkan melarang adanya campur baur antara pria dan wanita tanpa alasan syari, jelas menjadi upaya preventif melindungi generasi dari perilaku amoral akibat hawa nafsu. Sanksi yang tegas pun diberikan bagi para pelaku zina, seperti rajam bagi pelaku yang selingkuh. Ini dijamin akan menjadi alarm keras bagi yang tak mau taat.

Hanya dengan sistem Islam, generasi dan masyarakat akan terlindungi dari perilaku kemaksiatan yang merajalela. Individu-individu taat akan senantiasa dipupuk dan menjadi masyarakat yang islami. Sistem Islam yang akan meminimalisir bahkan membabat habis kemaksiatan yang mengundang azab Allah.

Cukup sudah fakta buruk yang ada di depan mata. Jelas perubahan mutlak diperlukan. Apalagi jika bukan perubahan menuju sistem Islam. Perubahan yang membawa cahaya bagi kehidupan neojahiliah. Jelas Islam secara kafah yang harus diterapkan di muka bumi ini bukan yang lain. Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update